Revansha
"Ada. Seblak kan pedas, lihat aja tuh muka si Karin, kayak kuas seblak. Merah padam."
"Enak aja lo kalau ngom–"
Andre ikut jengah melihat keadaan di depannya. Cowok itu mengurut pangkal hidungnya. "Karin, Radit! Bisa nggak kalian akur dulu untuk kali ini aja, demi keberlangsungan acara 17 agustusan tahun ini."
"Gue, sih, tergantung Karin."
Karin membuang muka malas. "Gue? Bisa, kok," sahutnya dengan nada kesal.
Chapitres populaires