Sentuhan Adik Sahabatku
Aroma khas mobil Birru, perpaduan parfum maskulin dan pendingin udara, langsung menyergap inderanya.
“Hai, Mas,” sapanya ceria sambil menutup pintu.
Belum sempat Jennar menarik sabuk pengaman, Birru sudah bersuara dengan nada datar tapi tajam. “Jadi… Daniel kerja di LUMINA juga?”
Jennar berhenti bergerak. Tangannya yang semula meraih sabuk pengaman tertahan di udara. Ia menelan saliva pelan.
“Iya, Mas. Seperti yang aku ceritakan tadi di telepon,” jawabnya hati-hati. “Is it okay?”