Pendekar Pedang Naga
PengkhayalMalamkegelapan malamkata kata di malam hariarti belalang masuk rumah malam harikata kata menatap langit
Dari balik semak-semak dan bayangan pepohonan, muncul seorang pemuda berjubah kelabu, dengan rambut sebahu berwarna biru gelap dan sepasang mata perak yang tajam, seolah mampu menembus lapisan jiwa.
Ia membawa tongkat pendek berbentuk cabang pohon, dan dari pinggangnya tergantung liontin batu naga berbentuk setengah terbelah.
“Jadi kalianlah pewaris naga yang berhasil melewati kuil keempat,” ujarnya dengan nada datar, namun penuh rasa penilaian. “Menarik.”
Kael dan Arsel langsung waspada. Kael menggenggam gagang pedangnya. “Siapa kau?”