Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Safe Haven

Safe Haven

Tapi entah kenapa bunga dari Teddy kali ini memberikan perasaan berbeda yang dirasakan oleh Valen, ia pun bingung perasaan apa yang ia rasakan kali ini. "Terimakasih ya.." ucap Valen dengan nafas tercekat, Valen ingin mengucapkan hal lain lagi tetapi entah kenapa hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. "Happy birthday, sayang." Dengan satu kata singkat dari Teddy, Valen tersenyum lirih dan sebutir air mata jatuh dari mata Valen dan ia tertawa kecil. Sial... Dua kali sudah Teddy membuatnya menangis. Tapi kali ini, tangisan bahagia lah yang keluar dari mata Valen.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Zayn merintih kesakitan sambil merengek, "Istri dan ibu tiriku nggak bisa diandalkan. Hanya ibu yang menyayangiku. Maafkan aku, Bu. Aku menyesal. Kumohon, bantulah aku dan Jihan. Kami sudah nggak punya yang lagi." Aku tidak berkomentar apa pun, lalu menutup telepon. Arya, Kevin, dan Laura memanggilku. Hari ini adalah perayaan ulang tahunku ke-58. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan berharap aku selalu merasa bahagia. Ya, aku akan bahagia.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

"Eliyani, kamu karyawan baru?" "Iya ...," jawabku gugup. Aku memang baru sebulan bekerja di sini dan kebetulan ada kesempatan untuk promosi. Selain itu, aku dengar bahwa Orlando memang suka pada wanita. Aku tidak mungkin melewatkan kesempatan ini. "Anakmu belum disapih, ya?" tanyanya tiba-tiba sambil tangannya terus meraba kulitku. Aku langsung tersipu malu dan menjawab, "Nggak, anakku sudah sekolah dasar ...."
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Saena merasakan kehangatan itu, dia sangat senang sekali. “Aku pikir, emmh, Tuan, aahh, sshhh, nikmat sekali gesekanmu, ouhhh, Tuan Yu ... oukh ini membuatku nyaman dan malas bangun, ouhh Tuan ...” desahnya manja. Gairah Saena begitu besar, dia sangat menikmati hubungan intim dengan mode slow tersebut. “Lanjutkan, baby? Ah, ah, baby, oukhh, sempit sekali, sayang, oukhh.” Yu Silan mendesah nikmat, dia juga sangat menikmati gesekan yang dia lakukan pada liang intim Saena.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Ternyata, tidak perlu menunggu seorang pria pulang bisa membuat hati begitu bahagia dan lega. Aku tidak perlu lagi bangun pagi-pagi hanya untuk menyiapkan sarapan untuk Josh, tidak perlu lagi menahan dinginnya ucapan-ucapan sinis darinya. Tidak perlu lagi mencium sisa aroma parfum di bajunya, lalu melemparkannya ke mesin cuci dengan muka marah dan masam. Aku sadar, ternyata bercerai itu begitu menyenangkan. Bahkan putraku yang dulu selalu ingin dekat dengan Josh, saat melihat makanan panas mengepul di meja pun tidak kuasa berujar.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Sorry, I Love You

Sorry, I Love You

Seusai itu senja jadi sendu awan pun mengabu Kepergianmu menyisakan duka dalam hidupku 'Ku memintal rindu menyesali waktu mengapa dahulu Tak kuucapkan aku mencintaimu sejuta kali sehari Walau masih bisa senyum Namun tak selepas dulu Kini aku kesepian Kamu dan segala kenangan Menyatu dalam waktu yang berjalan Dan aku kini sendirian
1022.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Thanks For My Happy Ending

Thanks For My Happy Ending

Tanya Olin dengan raut wajah yang sulit dijelaskan. "Apa Ayah terlihat sedang bermain-main ? sejak kapan Ayah bisa bermain dengan perasaanmu selama ini, gadis manis" timpal Handoko kemudian menyentil kening Olin pelan. "Ayah, terima kasih" teriak Olin penuh semangat. Dipeluknya pria paruh baya itu dengan tenaga yang kuat. Olin tidak peduli jika Handoko akan kesulitan bernafas karena pelukannya, Olin hanya merasa bahagia sekarang, dan dia ingin Ayahnya tahu dan ikut merasakan perasaan bahagianya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
No One

No One

Part ini gaada konflik dan yap aku ga pengen kalian semua pusing dulu wkwkwkkw tolong beri aku komentar agar aku bisa semangat dan mungkin ada hal2 yang bisa aku perbaiki dari chap-2 ini! see you on next chapter!! <3 lilly 07/28/2021
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

sambil memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan, Ferdi menatap istrinya dalam. “Iya, Mas. Terima Kasih.” “Kalau kamu butuh apa-apa bilang ya.” “Iya, Mas.” “Dek, Mas boleh tanya sesuatu?” “Tanya apa Mas?” “Kamu Hamil apa gak Dek?” tanya Ferdi penuh harap. “Belum Mas, kenapa?” jawab Hanna yang sedikit cemas. “Ya gak apa-apa, tapi Mas pengen cepet aja punya anak. Kalau ada anak nanti kita akan jauh lebih bahagia. Kamu juga ada temennya kalau di rumah sendiri.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai single happy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status