Gadis Penari Sang Presdir
juskelaparambut blonde wanitaumur ning royya kafarambut pendek wanita tomboydiary si bocah tengil
Mencari penampakan soto yang tadi dilihatnya di dalam panci.
“Roy, kamu harus mengendalikan dirimu,” tukas Gustika, menahan geli di wajahnya. Roy mengatupkan mulutnya berpura-pura tidak mendengar.
“Kurasa lebih baik, kan, Bu? Aku udah banyak membaca soal pengendali kehamilan. Aku masih terlalu muda untuk menggunakan segala macam alat kontrasepsi. Kurasa sebaiknya Papa Sabina yang mengendalikan dirinya. Papa Sabina bisa memakai pengaman. Kalau tadi kelupaan kurasa enggak terlalu berpengaruh. Cuma sekali—dua kali kelupaan. Yah … yang penting selanjutnya Papa Sabina enggak boleh lupa,” terang Sahara. Tangannya sudah meraih piring dan mengisinya dengan nasi. Mengabaikan wajah Roy yang memerah ka
Beliebte Kapitel