Klandestin
Nanti melimpir ke indomaret saat capek, ngadem depan lemari pendingin, lumayanlah daripada ia tepar tengah jalan.
Sebuah mobil tiba-tiba menghadang jalannya, Bestari menatap heran siapa orang ini. Jangan-jangan penculik, tidak mungkin penculik memakai mobil bagus kan? Tapi jaman sekarang penculik kan lebih pintar. Segala rasa penasaran Bestari terjawab saat kaca samping kemudi terbuka. Sosok menyebalkan yang mengganggunya hari ini terlihat. Dengan senyum bulan sabitnya yang tidak pernah hilang, heran apa ototnya tidak capek tersenyum terus.
"Dia lagi, dia lagi," gumam Bestari dalam hati.
Bab Populer