Suamiku Sugar Daddy
"Ya, mastiin saja. Memang berat memaafkan orang yang telah membuat luka. Nggak ada salahnya juga, Dok. Siapa tahu, Dokter bisa berdamai dengan hati dan pulih dari trauma."
Benar ucapan Suster Bella, jalan satu-satunya adalah ikhlas. Hanya itu yang selalu Mama utarakan padaku. Jangan membenci apa yang seharusnya tidak kamu benci.
"Pasien selanjutnya, Dok?" tanya wanita tua itu lagi.
"Iya, silahkan panggil."
Pikiranku kembali terbagi. Antara Papa dan kesalahannya. Namun, aku mencoba mengingat kembali, saat ia begitu menyayangiku. Aku hidup dengan kuat, karena banyak petuah yang aku dapatkan darinya.
Chapitres populaires