Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Maksudku, seseorang yang bisa berjalan sendiri di alam liar justru lebih mencurigakan dari apa pun.
“Tapak kaki manusia, kan?” tanyaku, entah mengapa.
“Kalau hewan buat apa aku mengatakannya?” ketus Reila.
“Bagaimana bentuknya?” tanya Tara, seolah itu juga perlu ditanyakan.
“Maksudnya? Ya, tapak kaki manusia.”
“Maksudku, apa dia pakai sepatu, sandal, atau bagaimana?”
“Oh, benar!” Reila tampaknya baru teringat karena kepala jernih Tara. “Itu bukan sepatu. Hanya tapak kaki normal. Kaki telanjang. Tidak pakai sepatu.”
人気のチャプター