Tangisan Terakhir Seorang Istri
Saat penjahat menyiksa aku hingga mati, aku sudah hamil tiga bulan.
Namun suamiku, Marcell Wijaya, seorang detektif paling terkemuka di kota ini, sedang berada di rumah sakit bersama cinta pertamanya, Emilia Nessi, menemani dia menjalani pemeriksaan kesehatan.
Tiga hari sebelumnya, ia memintaku menyumbangkan ginjal untuk Emilia.
Ketika aku menolak dan mengatakan bahwa aku telah dua bulan mengandung anak kami, tatapannya berubah menjadi dingin.
“Berhenti berbohong,” ujarnya dengan suara bergetar sambil menahan marah. “Kamu cuma egois, mau membiarkan Emilia mati.”
Ia menghentikan mobil di jalan raya yang gelap. “Keluar,” perintahnya. “Kalau kamu setega itu, pulanglah jalan kaki.”
Aku berdiri d
Chapitres populaires