Tante, Berhentilah Mengejarku
tanya Andre, suaranya berusaha terdengar santai.
Mila mengangguk, bibirnya melengkung jadi senyum tipis. “Iya. Mona itu… ya begitulah. Dia suka main-main. Tapi kamu pintar nggak terpancing. Tante bangga.”
Andre curi pandang lagi ke Mila. Dress-nya tersingkap sedikit karena posisi duduk, memperlihatkan paha putih mulus yang berkilau samar di bawah cahaya dashboard. Aroma parfumnya semakin kuat sekarang, bercampur dengan sedikit keringat dari pesta—wanginya seperti madu yang meleleh, manis tapi memabukkan. Napas Andre naik-turun lebih cepat. Dia berusaha fokus ke jalan, tapi pikirannya melayang ke kata-kata Robert dulu: “Janda itu lebih nikmat, Ndre. Rasanya kenyal, enak, dan bikin ketagihan.”