Penungguan Berakhir Pahit
Rasa bersalah di mata Bryan sudah lenyap tanpa bekas.
"Aku harus pergi sekarang. Kalau nggak, nanti aku akan ketinggalan pesawat. Setelah kamu selesai mencoba gaun pengantinnya, kamu bisa pulang sendiri naik taksi," ujar pria itu.
Cecil menatap punggung Bryan yang melangkah pergi dengan cepat. Telapak tangannya terus mengepal.
Pada waktu kuliah, Bryan terkenal sebagai pria yang angkuh dan dingin di jurusannya. Wanita yang mengejarnya sangat banyak, sampai semuanya berlomba mendapatkan pria itu.