CHAT NAKAL ISTRIKU
Mata hitamnya melirik Safira sekilas, perempuan yang tak pernah diinginkannya.
Penghulu mulai membacakan kalimat-kalimat sakral, dan Azka mengucapkan ijab kabul dengan nada berat. Hatinya terasa berontak, ingin meneriakkan ketidakrelaannya, tetapi suara yang keluar justru terdengar tegas, seolah-olah ia menyetujui segalanya. Dan di situlah, dalam satu kalimat sederhana, Safira resmi menjadi istrinya. Azka menghela napas panjang, matanya dingin dan kosong menatap Safira yang sekarang telah menjadi istrinya.
“Awas saja, akan kubuat kamu menyesal.”