Pembantu Rasa Nyonya
ucapku membuat matanya membulat seketika.
“Tapi, Mas?”
“Kita tetap temenan. Saling bertukar kabar. Kalau kamu ingin ngobrol bisa hubungi aku kapanpun. Tidak ada bedanya dengan pacaran, kan?”
“Kita TTM?”
“Teman tapi mesra? Janganlah. Kita TTD, teman tadi dekat,” sahutku sambil tersenyum.
Itu kesepakatan kami. Terserah kalau ada yang memberi label pacaran. Yang aku harapkan dari Rima, hanya kebahagiaannya. Walaupun, bisa jadi tidak harus bersamaku.