Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

Ia mulai tersentuh oleh semua kalimat Andrew. Namun tentu saja, gengsinya terlalu besar untuk mengakuinya. Eric berdeham. Ia menghabiskan minumannya untuk melegakan tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering. “Kalau kamu sudah memberi restu, besok malam aku akan melamarnya.” “Uhuk… uhuk!” Eric langsung tersedak minumannya. Sementara Andrew justru menahan senyum.
1032.8K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 950 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

“Mama kapan pulang,” kata Lestari di ujung telepon. “Kalau sudah dapat uang, sayang. Kenapa memangnya?” “Lestari pingin boneka beruang, Ma!” “Boneka beruangnya yang warna apa?” “Hmm… warna apa, ya? Coklat, Ma. Biar sama seperti beruangnya Marsha!” “Beneran yang warna coklat? Gak yang lain?”
162 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 6 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Dia menangis sambil berkata padaku, “Kak, aku gatal sekali Apa tumorku kambuh? Aku akan segera mati.” Akhirnya, aku kehilangan kesabaran dan membentaknya. Nadaku sangat kasar. "Mati apaan?! Kamu hanya sedang birahi, jalang!" Luna jelas terkejut oleh teriakanku yang mendadak. Mata besarnya menatapku dengan ketakutan, diam tak bersuara.
58.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 1.6K fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Istri Gila Pak Dokter

Istri Gila Pak Dokter

tanyanya dengan nada yang jauh lebih lembut dibanding saat bicara dengan yang lain. Eira menunduk sedikit, menggenggam bajunya lebih erat. "Umm Daging—" Suaranya pelan, seolah gumaman angin. Ia terdiam, alisnya mengernyit bingung. 'Daging yang tadi siang, namanya daging apa? Aku lupa!' Eryas hanya tersenyum tipis. "Baiklah, daging steak tingkat kematangan rare," jawabnya tenang.
898 VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 25 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

ucap Kania tiba-tiba saat mereka berhenti di lampu merah. Rafasya mengernyitkan dahi, menoleh heran. “Kondangan? Emangnya kita ada undangan hari ini?” Kania menggeleng polos. “Nggak ada, sih. Tapi aku pengin aja makan nasi kondangan, pakai sambal goreng kentang, sate ayam, dan es buah yang manis banget itu.” Rafasya menahan tawa. “Kania, itu kan bukan tempat makan umum. Masa kita nyelonong masuk ke kondangan orang? Nanti ditanyain siapa yang nikah, jawabnya apa?”
1017.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 580 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
GADIS YANG TERNODAI

GADIS YANG TERNODAI

Aku berteriak “Jangan teriak-teriak, dong, Cantik.” “Pergi kamu dari hadapanku!” “Kalau aku nggak mau, kamu mau apa?” “Aku akan telepon suamiku.” “Uh ... takut.” “Pergiii!”
1.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 51 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Mantan Terindah

Mantan Terindah

imbuh Mira laku pandangannya jauh ke depan. Sepanjang jalan hanya terlihat pepohonan yang rimbun, sawah yang menguning dan air sungai yang gemericik. Melihat semua itu, hati Mira terhibur. Udara sejuk menyeruak di hidung bangir wanita itu, membuatnya sedikit tersenyum. "Sebentar lagi kita sampai," tiba tiba terdengar suara Damar memecah kesunyian diantara mereka.
2.5K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 58 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Gadis Nakal Tawanan Mafia

Gadis Nakal Tawanan Mafia

Pria itu sengaja tak menggunakan kondom agar gadis yang ia tiduri mengandung anaknya. Sepanjang kegiatan gila itu, Jessy terus menangis, meraung dan menjerit. Gadis itu tak henti hentinya melawan hingga menghasilkan banyak cakaran di punggung Terry. Akan tetapi, pria itu tak memberikan kebebasan padanya dan memilih untuk tetap melanjutkan kegiatan gila itu.
9.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 307 fois en tant que teras kondang
Read
+Librairie
Dernier
123456
...
10
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status