Athanasia
Diana sangat berduka atas kematian putranya, bukan hanya dirinya saja, begitu juga dengan orang yang selama ini dikenal arogan dan kejam oleh banyak orang—Tama, pria paruh baya itu tentu sangat berduka sampai dirinya hanya terdiam dengan tatapan kosong.
Athanasia tentu menghadiri pemakaman kekasihnya, untuk melepas kepergian Arsa di kehidupannya untuk selama-lamanya. Dengan pakaian serba hitam, ia mendekat ke Diana yang matanya sudah sembab karena tangis.
Ia mendekap erat tubuh ibunda Arsa dan Diana menangis terisak di dalam dekapan hangat yang diberikan Athanasia. Gadis itu berpura-pura untuk tetap tegar di hari pemakaman Arsa.
Bab Populer