Ibu Kost yang menggoda
goresan pena amatir arvian dwi ajarkan akuarti rumah tanpa pintuasmara di balik pintuaku baru
Tubuh Arven tremor kecil, seperti ada gelombang rasa sakit yang merambat dari dalam tulangnya.
Darman mendekat, jongkok, memeriksa nadi Arven lagi.
Nadinya masih ada—tapi ritmenya kacau. Naik turun. Lari lalu jatuh. Seolah tubuhnya bereaksi pada sesuatu yang nggak kelihatan.
“Ini bukan sakit biasa,” gumam Darman, suara rendah. “Seolah… ada tekanan dari luar yang ngejepit energi hidupnya.”