Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hold off

Hold off

Juga beberapa kali terlempar karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Thor meringkuk di bawah Mika, dia melilitkan badan pada kaki Mika sebelum akhirnya keluar saat mobil berhenti berguling melalui kaca yang pecah. Thor mengahmpiri Yama yang sudah terkulas lemas tengkurap diatas pintu mobil terlempar beberapa meter dari mobil. Thor mengonggo berharap Yama bangun.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

“Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri. Kamu nggak bakal menemukan jalan keluar.” Handoko meninggalkan Maya yang terisak. Maya menatap nanar pintu yang terkunci. Dia melihat ke sekeliling, tidak ada jendela. Pupus harapannya untuk bisa kabur. Bibirnya menggumam nama suami dan anak-anaknya. Tangisnya pecah. ***** ***** *****
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Vice Versa

Vice Versa

Langit-langitnya seperti terbuat dari kaca tebal berlapis-lapis. "Sial." Insting bertahan hidup Tabian teraktivasi. Kedua tangannya dikepal dan dikeraskan. Ia menggedor-gedor lapisan kaca dengan sekuat tenaga, kedua kakinya juga ikut membantu. Tetapi, nihil. Satu mili retakan pun tidak terukir. "Tolong!"
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Terpaksa Bertahan

Terpaksa Bertahan

jawab Emak ketus "Emak kenapa kok gitu mukanya,?" "Emak itu kesel sama kamu. Kok kamu gak bilang kalau kamu lagi hamil,?" "Maaf Mak, " jawabku sambil tertunduk. "Kalau Emak tau kamu hamil, Emak akan paksa Anang untuk bekerja buat nafkahin kamu dan anak anakmu. Agar kamu gak harus cape cape bekerja," ucap Emak dengam wajah kesal menahan marah
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Kesalahan yang Tak Terhindarkan

Kesalahan yang Tak Terhindarkan

“Makasih ya Van.” Sambil mengelus kepala Ana lagi, Novan berkata “Iya kak Ana. Inget kata-kataku tadi yah. Kakak boleh menolak kapanpun kalau misal kakak nggak suka. Sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan berakhir baik kak.” Ana mengangguk kemudian berpamitan pada Novan dan pergi meninggalkannya. Melihat Ana yang sudah berlalu. Novan pun pergi menuju kakaknya kembali.
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Mawar berteriak, memukul kaca jendela mobil karena merasa khawatir pada Fabio. Mawar melihat kepergian Fabio dengan resah, di sana Fabio terlihat sedang berbicara dengan sekawanan orang itu, tapi tidak berselang lama orang-orang itu berhasil mencegat kedua lengan Fabio dengan sedikit perlawanan dari Fabio sebelumnya tapi gagal karena Fabio tentu saja kalah jumlah.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Mereka setengah berlari meninggalkan tempat itu dengan mawas diri dan insting yang lebih kuat sehingga segala jebakan dapat terlewati. Kini, mereka telah menapaki bibir sungai mendidih. Melalui isyarat mata, mereka harus memasuki perkampungan. Jembatan penghubung sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Devada terpaksa menggunakan kekuatannya untuk bisa menyeberangi sungai maut tersebut.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

"Non, kalau non ndak mau, mbok bisa ba.." "Nggak mau mbok, aku gak mau. Kuenya buat mbok aja," kata Cecil, memotong ucapan Mbok Darmi. Tanda, bahwa ia benar-benar akan menolak apapun yang wanita paruh baya itu coba berikan. Mbok Darmipun, tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti apa kata Cecil.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Setebal apa pun dinding yang dibangun gadis itu, ia akan berusaha meruntuhkannya. ++++ [1]‘Halo!’ Sapaan ketika menerima telepon.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai thwarted
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status