Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Sumpah Palsu Suamiku, Sang Bos Mafia

Sumpah Palsu Suamiku, Sang Bos Mafia

Aku hamil anak Alex Morgan, sahabat terbaik kakakku, dan Sang Ketua Mafia termuda dan paling tampan di Kota Nerosiwa. Kemudian mantan kekasihnya yang bernama Bella, yang sudah meninggalkannya begitu saja, kembali datang. Kupikir dia akan meninggalkanku demi Bella. Tetapi, dia hanya terkekeh. "Dia pergi tanpa sepatah kata pun. Kami tidak mungkin kembali bersama." Kakakku, Gery, bahkan lebih dingin. "Dia bukan Keluarga Renhart lagi. Satu-satunya adikku itu hanya kau." Aku memercayai mereka. Selama tiga tahun, mereka telah menunjukkan kepadaku kehangatan dan cinta yang belum pernah kukenal. Kemudian, sebuah video saat ayah angkatku yang mabuk memukuliku menjadi viral. Dunia mengejek bahwa putri Keluarga Renhart yang mulia, ternyata pernah disiksa seperti pengemis. Aku hancur. Aku berlari mencari dua pria yang kupercayai itu. Tetapi, langkahku terhenti mendadak di depan pintu ruang kerja mereka, terpaku oleh suara Bella yang manis dan menjijikkan. "Gery, Alex ... kalian menyebarkan video itu? Bukannya itu terlalu kejam? Maria sedang hamil." Jawaban kakakku langsung terdengar. "Justru itu intinya. Kehamilan seharusnya melunakkan hatinya. Tapi dia malah bertingkah seperti pemilik rumah ini, dan menjauhkanmu dari keluarga ini." Alex hanya tertawa. "Jangan khawatir tentang Maria. Dia tidak bisa menyentuh kita. Dia terlalu lembut untuk menyakiti bayi itu." Air mata mengalir di wajahku. Rasa sakit yang tajam seolah menusuk jantungku. Dia benar. Bayi ini adalah hartaku, dan aku tidak akan pernah menyakitinya. Tapi Alex ... aku tidak akan membiarkanmu mengendalikanku. Aku pun pergi dengan hati yang sudah mati. Aku memesan tiket pesawat. Aku akan kabur dari genggaman mereka, membawa bayiku, dan menghilang dari dunia mereka selamanya.
15.5K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 621 fois en tant que tiket suargo
Read
+Librairie
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua

Mawar Layu di Musim Dingin Kedua

Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
263 VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 9 fois en tant que tiket suargo
Read
+Librairie
Dernier
12345
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status