Kamar 2A
Sesuatu membuat tengkuk Rara meremang, seperti ada mata yang mengintip dari salah satu pintu.
Di depan kamar, Rara berhenti. Bekas jari itu masih ada, meski terlihat sedikit memudar. Ia menahan napas. Ada rasa takut aneh yang muncul dari perubahan kecil itu, seolah bekasnya bukan memudar karena dibersihkan, tapi karena pemiliknya menarik kembali “sentuhan” itu.
Rara masuk ke kamar. Suasana di dalam tidak berubah: lembap, apek, tapi aman secara fisik. Ia melempar tas, duduk di kasur, dan memandang pintu tertutup lama-lama.
Bab Populer