TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
tawarku karena mobil memang sudah masuk ke Jalan Teuku Umar, jalan menuju kostan Bu Sri.
“Nggak, ah! Aku nggak bisa buang hajat di toilet sembarangan. Maksudnya, di toilet yang nggak akrab sama bokongku,” katanya malah membuat aku ingin ngakak sendiri. Bokong ternyata bisa mengakrabkan diri sama toilet juga, ya. Baru tahu!
“Okelah. Ya udah, sampe rumah, nanti langsung buang hajat ya, Mas. Yang banyak, biar nggak mules lagi,” ledekku sambil tersenyum geli ke arahnya.