Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Namun, lagi-lagi Sophia memaksa. Mau tak mau Si Mbah, laki-laki tua tersebut mengatakannya. Bahwa pelet yang digunakan adalah darah menstruasi yang harus dicampur dengan minuman pria. Seketika saja Tio merasa mual, ia ingin memuntahkan isi dalam perutnya begitu saja. Sophia hanya melirik tajam kepada Tio, Simbah pun kembali berbicara bahwa pelet tersebut memiliki efek samping, yang berat kalau laki-laki yang terkena pelet itu. Bisa bodoh dan plin-plan seakan tak punya pikiran yang jernih.
10482 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Pengawal Kesayangan Tuan Edward

Pengawal Kesayangan Tuan Edward

"Kakek... apa ini semua? Apakah kau sedang sakit?" "Tentu saja bukan untukku, Marlina sayang!" Kakek Hendra tertawa renyah, melambaikan tangannya dengan santai. "Ini semua adalah suplemen kesuburan terbaik di dunia! Yang di dalam botol hijau ini adalah ginseng merah berusia seratus tahun dari pegunungan Korea, sangat bagus untuk stamina Edward agar dia tidak cepat lelah malam-malam!"
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar Kakak Ipar

Obsesi Liar Kakak Ipar

​TAK! ​Tongkat kayu jati berujung perak itu menghantam keras tulang kering Rendi hingga pria itu memekik kesakitan dan tersungkur di atas lantai, tepat di bawah kaki Angkasa yang masih berdiri kokoh tanpa emosi. ​"Kakek... Kakek, ampun, Kek! Rendi bisa jelaskan!" ratap Rendi sembari memegangi kakinya yang nyeri, air mata buayanya kini berubah menjadi air mata ketakutan yang nyata.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Tunanganku Mendonor Ginjalku

Tunanganku Mendonor Ginjalku

Perkataan itu keluar dari tunanganku yang telah bersamaku selama delapan tahun dan mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. Ekspresiku pun menjadi dingin. Aku berkata kepada Hansen dengan nada dingin yang belum pernah kugunakan. "Kamu pikir aku yang salah setiap kali dia menangis? Kamu itu tunangannya atau tunanganku?" "Hansen, kamu harus paham sesuatu. Dia itu meminta dua ginjal! Siapa yang sebenarnya memaksa siapa untuk mati, hah!" ... Sebersit cahaya pun berkilat dalam pandangan Hansen. Dia memperhalus nada bicaranya dan memperlembut suaranya.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus

"Sebelum hancurin mereka semua." Pria bertato itu mendongak, tersenyum lebar bagai predator yang mendapat mangsanya. "Itu gampang. Lu bisa minta bantuan gue." Ia mengeluarkan sebuah benda kecil dan menyodorkannya ke hidung Renita. "Sekarang, Cobain, nih." Renita menarik napas dalam, menghirup uap tajam yang langsung memberinya sensasi melayang dan menggila. Libidonya yang sudah tinggi kini bangkit tidak terkontrol. Mata Renita memancarkan hasrat membara.
9.955.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Istrimu Lagi

Aku Bukan Istrimu Lagi

tongkat itu langsung masuk dengan sempurna. “Ahh..ah…!!” tubuh Linda di pompa dengan ganasnya, Sagara sama sekali tak menahan tenaganya, karena hasrat yang sudah tertunda selama seminggu lebih, hari ini ia harus menyalurkan seluruhnya. Sambil asik memompa, Sagara meremas-remas dua melon kenyal favoritnya, lidah Sagara juga bermain-main di pucuk kecil berwarna pink, memberikan gigitan kecil di benda kenyal itu, meninggalkan tanda kepemilikan.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Pesona Tampan Papa Angkat

Pesona Tampan Papa Angkat

kata Emanuel. “Tapi setidaknya cobalah beberapa sample barang yang telah diracik oleh orang baru kita! Kita sangat perlu review darimu untuk menentukan mana yang terbaik!” kata rekan bisnis Emanuel sambil menyodorkan beberapa kantung plastik kecil yang berisi narkotika berbeda jenis. “Aku harus pergi! Kita lanjutkan pembicaraan ini besok!” kata Emanuel. “Tapi,”
8.715.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tumbal.” Kata itu bergema di ruangan, membuat Lila merasakan dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Sebelum Lila bisa bereaksi, pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Seorang pria tua dengan tongkat dan jubah hitam panjang melangkah masuk. Wajahnya penuh dengan keriput, tetapi matanya memancarkan ketenangan. “Sudah cukup,” kata pria itu dengan suara yang dalam.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Dandelion (TAMAT)

Dandelion (TAMAT)

Saking terkejutnya tespack yang ia pegang terjatuh. "Sudah di cek?" Arka memungut tespack yang tergeletak di lantai dengan menyeringai tanpa Liona sadari. "Benihku lebih cepat tumbuh dari yang aku kira, kamu milikku sepenuhnya Liona, ada sesuatu yang hadir di perutmu hasil dari buah cinta kita." ucapnya bangga, mengelus perut bawah Liona di luar baju yang Liona kenakan.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Ponsel itu lalu direbut oleh Ronco. “Iya loh, nih ada tulisannya asam amino yang terkandung pada kerang adalah hasil akumulasi logam berat di biotanya,” ucap Ronco membaca tulisan di ponsel Wandi. Wandi lalu dengan segera merebut kembali ponselnya. “Kita harus temui orang yang lumpuh itu,” ucap Wandi. “Ehm.. Teman-teman. Kayanya kalian harus mendengar ini,” ucap Lili kemudian.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai tongkat pel
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status