Kelahiran yang Menghancurkan
Aku berusaha menenangkan diri, menghantam pintu dengan tinju lemahku, berteriak minta tolong.
Tapi ini ruang operasi pribadi milik Alexander yang terisolasi, kedap suara, tanpa jendela.
Tidak ada seorang pun yang bisa mendengar rintihanku yang makin melemah.
Bayiku menendang keras-keras, seakan berusaha melepaskan diri dari penjara dingin ini.
Tubuhku basah kuyup, entah karena keringat atau darah.
Racun dari obat penahan kontraksi itu terus menyedot tenagaku, mencuri hidupku detik demi detik.