Tawanan yang Menawan
“Tapi dia hanyalah seorang tawanan. Selalu mengikuti perintah, bagai daun mengalir di arus sungai yang hanya bisa mengikuti ke mana air mengalir.”
Indah mengatupkan bibirnya, mencoba menahan emosi. “Dia berbeda dengan orang-orang yang pernah aku temui. Dia selalu membuatku tenang saat di dekatnya.”
“Tapi dia tidak akan mencintaimu,” sergah Kuncoro, kini suaranya lebih lembut, berisi rasa sakit yang tersembunyi. “Harusnya kau melihat perasaanku yang selalu ada untukmu, bahkan saat hujan badai sekalipun. Aku yang membawakanmu obat saat kau sakit, yang melindungi gubukmu dari binatang buas.”
Bab Populer