Tuan, Aku Hamil!
Tuan Edward mengangguk lagi, kali ini lebih lambat, seolah sedang mencerna informasi yang baru saja didapatnya.
"Hmm, jadi suamimu bekerja dengan Devan? Apa pekerjaan suamimu?" tanyanya lagi.
"Suami saya bekerja sebagai sopir truk logistik, Tuan," jawabku.
"Siapa nama suamimu?" tanya Tuan Edward yang tampak semakin tertarik.
"Namanya Widodo, Tuan," jawabku sambil mencoba menenangkan diri.
"Dari Tulungagung, ya... hmmmm," gumamnya, matanya menerawang seakan mencari sesuatu dalam pikirannya.