Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesatria Agung Mikenai

Kesatria Agung Mikenai

Mungkinkah ia mempuyai kemampuan thelisi seperti para petarung, karena tak mungkin dengan tubuh kecil itu ia mampu berdiri setelah menerima efek serangan yang mengerikan. Selama ini Mairos adalah anak nakal yang suka mengganggu ketertiban orang. Hal ini terjadi sejak kedua orang tuanya menerima panggilan untuk berperang dan bertahun-tahun tak kunjung pulang, besar kemungkinan kedua orang tuanya meninggal dalam peperangan.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
Hold off

Hold off

Mika segera mengenakan topi bucketnya, diam pura-pura tidak mendengar. "Bukan deh kayaknya. Cuman mirip." Sanggah temannya. "Bener kok." Ucapnya kukuh. "Lihat ada tahi lalat di punggung tangannya." Mika segera menyembunyikan punggung tangannya. Kok ada orang yang memperhatikannya sampai sedetail itu. Padahal sama-sama tidak mengenal dan tidak pernah bertemu. "Kamu Mikaila Thomaon, kan?!"
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

"Tugas bernilai 10 sedang menunggu Anda, Kesatria!" Luke menghentikan langkahnya lalu menoleh. "Tugas bernilai 10? Apa maksudnya?" "Jika Anda berhasil menyelesaikan tugas ini, maka tugas Anda langsung dikurangi 10." Senyum Luke mengembang. "Itu tandanya kalau aku berhasil, tersisa 89 tugas?" "Benar sekali. Anda akan lebih cepat kembali!" Luke yang sangat bersemangat tanpa sadar melepaskan surat di tangannya. Ia menatap cahaya itu dengan mata berbinar.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Ayah Putraku

CEO Tampan Itu Ayah Putraku

Namun, Mikael terbangun dan kemudian berjalan ke arah tempat bersantai lalu saya tidak sengaja bertemu dengan sang kakak yang juga ternyata terbangun dari tidurnya. "Apa yang mengganggumu sampai kau tidak bisa tidur di hari perayaan pesta pernikahanmu?" tanya Helen yang seakan bisa menebak jalan pikiran Mikael. Pria itu segera mengambil air minum lalu duduk di salah satu kursi dan berkata, "Aku sedang memikirkan salah satu misiku." "Misi? Apa maksudmu?" Helen bertanya keheranan. Mikael tersenyum misterius, "Sesuatu yang berhubungan dengan keluarga Ananta."
1058.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
My Arrogant Lecture

My Arrogant Lecture

Sedangkan Juna hanya memohon maaf sembari mengeluarkan tugas makalahnya. "Maaf Pak, saya terlambat karena mengantar Kaila," ucap Juna dengan tatapan memelas lalu mengumpulkan makalahnya di meja. Kaila memutar bola matanya, dia kesal dengan Juna yang menyebut namanya sebagai alasan, padahal Kaila hanya meminta Juna mengantarnya dari depan gerbang kampus. "Oke, karena kamu sudah mengerjakan tugas, saya ampuni kamu."
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

gerutu Gabriel setelah mendengar hanya sepertiga prajurinya yang tersisa. “Tenangkan dirimu, Chief,” hibur Mikail. “Bantuan akan segera datang.” “Apa maksudmu?” “Aku dengar mereka sedang ke sini.” “Siapa mereka, ‘huh?” “Siapa lagi.” Mikail memicingkan matanya ke samping, ia menyadari bantuan yang dimaksud telah tiba. “Siapa lagi kalau bukan tukang onar yang selalu seenaknya sendiri.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

“Enggak, Kika. Kamu santai aja. Nanti biar aku yang kasih penjelasan dan pengertian ke Melviano.” “Makasih banyak kakak ipar.” Mikaila tersenyum senang, ia pun harus segera pamit pergi karena harus pergi ke apartemen temannya untuk diskusi masalah tugas kampus. Kaila hanya tersenyum tipis, ia bisa maklum dengan kondisi dan keadaan sibuk seseorang. “Kalau begitu aku permisi dulu ya, Kai. Makasih untuk sarapan pagi ini.” Mikaila mengecup pipi Kaila singkat sembari mengambil buah apel untuk dimakannya.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
Tiga Bayi Sang Mafia

Tiga Bayi Sang Mafia

Ini yang dia suka menyelidiki adalah hobinya. "Kakak jangan khawatir ya, aku akan pergi menyelidikinya. Kita akan menemukannya, kalau begitu aku pergi dulu. Nanti malam di pelabuhan kecil kakak jangan lupa, aku sudah siapkan semuanya. Aman dan untuk mata-mata tidak ada yang tau, jadi kakak jangan khawatir barang kita aman. Aku sudah kasih tau dengan Kakak Dio, kakak Mike juga kakak Hans dan kakak Kahfi mereka akan datang nanti malam. Tapi, mereka mau bekerja dulu," sahut Mikaila.
10117.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai tugas mikail
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status