NODA
Aku menyerah, aku lelah, aku kalah.
Bergegas aku keluar mobil. melawan angin yang bertiup menyapu wajah yang sudah basah, basah oleh air mata.
"Kenapa delapan tahun bisa dengan mudah berakhir memilukan seperti ini, Tuhan! Kenapa!" teriakku menantang langit, di hadapan hamparan laut di depan sana. Keras, sangat keras aku berteriak, berharap beban dan sesak di dada terlepas bersama angin malam, tersapu ombak kemudian hanyut di tengah lautan. Tenggelam bersama lara, dalam, hingga tak mampu lagi menampakkan diri ke permukaan.
Bab Populer