Rasaku Ditelanjangi
Kuketik.
“Kita akan jadi orang tua.”
Tapi balasannya hanya “Oh. Serius?”
Tak ada tanda seru. Tak ada emoji. Hanya dua kata itu.
Sejak saat itu, aku tahu, bahagia ini mungkin hanya milikku.
Minggu berikutnya, aku mengalami pendarahan. Dini hari, aku terbangun dengan rasa nyeri hebat dan darah membasahi seprai kami. Aku panik, mengguncang bahu Chandra. Dia bangun pelan, menatapku dengan pandangan setengah sadar. “Kamu pasti kecapekan,” katanya.