Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
BEHIND

BEHIND

Suara tadi, bahkan aku tak tahu suara siapa itu! "Bukalah matamu, Rosalie! Jangan bersembunyi dari apa pun! Jangan pernah!" Kuintip sumber suara pelan. Lantas, aku terkejut hingga terjengkang ke belakang. Tubuhku berdebum membentur dinding yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Sakit, tapi tak membuatku mengalihkan pandang pada sosok yang tak pernah kulihat sebelumnya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
Pemuda yang tidak terduga

Pemuda yang tidak terduga

SELAMAT MEMBACA Apa yang sedang di lihat Margareta? Ya, Margareta sedang melihat apa ya? Margareta sendiri saja tidak sadar untuk apa dia mengintip seperti ini, sungguh memalukan, bukankah dia dapat melihat melalui tungku seperti biasanya.
9.7104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Umpat ayahnya sembari memperlihatkan senyum yang menyeramkan. Tubuh Reviline bergetar dengan sendirinya menyadari bahwa ia tidak bisa menahan tangisnya terlalu lama. Kilas baliknya begitu cepat hingga jerit keputusan begitu terdengar dari telinganya. Berulang kali hingga frekuensinya mengecil dan kemudian menghilang. Potongan puzzle dimana setiap sudutnya begitu asbtrak, memori masa lalu yang kelam begitu kental didalamnya. Hingga dia melihat siluet orangtunya mulai mengabur dari pandangannya.
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
Khasfi Maulana Ahsan
Mau komen takut digigit... Hihi... Tapi keren, untuk pembuka peran sama karakter masing masing tokoh enak dimengerti. Nggak banyak Basa basi juga dalam pengenalan tokoh... Semangat Thor, udah aku masukin rak ya, mau buat referensi juga... Hihi, lancar terus Thor....
Na_Vya
Hola! Author ada cerita baru nih, genk's! Tapi baru bisa dibaca di web ya, hihii... Soalnya lagi pengajuan kontrak. Doain, semoga lulus dan cepet publish. Kalo kalian mau baca silakan cari Judulnya. Simpanan Tunangan Tuan Presdir, ya say ... mamacih......
Baca Semua Ulasan
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) "Mbok, Antok tidak setuju Siti pergi sama dia. Simbok tahu 'kan berita Siti di luar seperti apa." Mas Antok yang sedari tadi diam, sekarang bersuara.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Ia marah. Astaga! Benarkah? Segera kuraih ponsel di dalam saku celana, memeriksa isinya. Benar. Ada pesan darinya yang belum kubuka. Mungkin karena ku-setting nada diam jadi tidak ketahuan ada pesan masuk. [Belikan satu gelas kopi latte untukku di tempat biasa. Honey.] Disertai emot love. "Maaf. Aku lupa menyalakan nada deringnya. Jadi pesanmu–"
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai unbeknownst
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status