Another Love
Dia tidak main-main dalam hal ini.
“Jadi, apa yang harus saya lakukan, Mbah? Saya benar-benar telah membulatkan tekad saya. Perempuan itu harus membayar semua perbuatannya yang telah membuat saya merana. Tak dapat memejamkan mata sedetik pun untuk melupakannya. Sungguh, saya sangat menderita.” Ganang menghentikan ucapannya, menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara kasar. “Bahkan, yang membuat saya lebih menderita lagi, saya tidak bisa menikmati hasrat biologis saya terhadap perempuan selain dia. Setiap kali akan memulai suatu hubungan, wajahnya selalu muncul, seakan menggoda saya. Hingga akhirnya saya merasa muak pada perempuan.”
Wajah Ganang yang tadinya begitu bersemangat
Bab Populer