Pelacur Berkelas
"Ck! Seperti inikah yang dinamakan pelacuran berkelas? Sungguh memalukan sekali."
Ara menaikkan alisnya, "Maksudnya?"
"Tutup mulutmu dan jangan banyak bicara, karena tidak ada yang namanya wanita berkelas banyak bicaranya. Mereka hanya akan berbicara jika itu perlu."
Ara mengangguk, "Apakah wanita berkelas itu akan bicara, Oh, Iya, Terserah, yaudah atau hanya hm doang?"
Tian memutar bola matanya dengan malas, "Astaga, dasar nona Pelacur sok berkelas. Bukankah yang kau katakan barusan itu adalah sifat wanita pada umumnya? Termasuk juga dirimu kan?"
Sikat na Kabanata