Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gantari

Gantari

Semua kegiatan yang ada di dapur tampak biasa saja, seperti orang akan mengadakan hajatan pada umumnya. Kuedarkan pandangan untuk mencari hantu tadi. Ah, ketemu. Wanita yang sedikit bungkuk itu ada di salah satu sudut dapur. Dia tengah mengaduk wajan besar. ”Budhe, itu hantunya,” bisikku perlahan, ”Ngawur kamu, Nduk. Dia itu Mbah Sumarti, orang yang sering dipanggil ke acara hajatan khusus untuk memasak jenang dodol.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as urbain
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

“Liontin bintang....” ***
102.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as urbain
Read
+Library
Castle

Castle

Seseorang membuyarkan lamunanku. "Sedang apa kau di sini?" Dia menuruni kuda yang sedang ditungganginya. Dia adalah laki-laki yang tinggal di kediamanku bernama Darren. Dia adalah seorang penyusup untuk musuh, dan menjadi pasukan elit saat menjadi sekutuku.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as urbain
Read
+Library
Monsieur OH

Monsieur OH

, jawab ku. Pria itu lalu memperkenalkan dirinya. Namanya adalah Kee'nam, sebelumnya ia adalah seorang Tanist. Tanist adalah sebutan untuk orang-orang kerajaan Xavier yang memiliki keinginan untuk meninggalkan kerajaan Xavier dan bergabung ke kerajaan Graftan. Kebanyakan dari orang-orang yang bergabung dengan Tanist adalah para petani di daerah perbatasan yang terbuai dengan cerita kemegahan kerajaan Graftan dan menganggap kerajaan Xavier tempatnya berada tidak sehebat kerajaan Graftan.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as urbain
Read
+Library
Utari

Utari

pinta Bu Nur. Lalu mereka berjalan sembunyi-sembunyi lewat jalan belakang. Disana Bu Nur membawa arang yang ada di tungku yang selalu dia pakai untuk menghangatkan diri. Bu Nur mengolesi wajah, tangan dan kaki Utari dengan arang itu. Arang itu memenuhi seluruh wajah Utari, sehingga Ibu Nur pun tak dapat mengenali wajah Utari.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as urbain
Read
+Library
ANUBIS

ANUBIS

Dia mengingat auman serigala yang mencekam semalaman-sekarang aumannya sudah terdengar sedikit bersahabat. “Auman serigala,” dia berpikir lagi sejenak. “Fenhrir, sepertinya cocok untuk sayangku yang mungil ini. Dan Abraham, Fenhrir Abraham nama itu sangat cocok untukmu nak.” sekarang Takhtat sudah tidak kesepian lagi. Fenhrir akan menemaninya sepanjang hari. Takhtat memengang jari-jarinya yang mungil dan mengelusnya perlahan, dengan cepat dia harus bisa bersikap keibuan.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as urbain
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status