Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjuangan Cinta Surga

Perjuangan Cinta Surga

Mereka menghentikan langkah kakinya di hadapan Wanita paruh baya itu. Wanita paruh baya itu menutupi rasa sedihnya menjadi wajahnya terlihat bahagia di depan Diki dan Novi. "Selamat datang Tuan dan Nona di toko pakaian saya. Ada yang bisa saya bantu? " ucap Wanita paruh baya tersenyum sendu di depan Diki dan Novi. Wanita paruh baya itu kira-kira berusia 55 tahun. Wajahnya yang keriput dan tidak secantik semasa muda karena tidak melakukan perawatan wajah yang mahal membuat Wanita itu tetap terlihat baik-baik saja.
9.96.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
ZAHA REBORN

ZAHA REBORN

Di belakangnya menyusul keluar seorang laki-laki paruh baya, berperut sedikit buncit. Hari masih siang, tapi sudah ada saja laki-laki hidung belang yang datang untuk mendapatkan jasanya. Usia wanita itu sendiri sudah hampir 45 tahun. Tapi, wanita yang mudanya dulu pernah jadi biduan terkenal di ibu kota itu masih tampak cantik. Kecantikan seorang wanita dewasa yang sudah matang.
9.8123.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Istri Sah CEO

Istri Sah CEO

tuturnya Zahwa menatap wajah wanita paruh baya itu dengan penuh haru, wanita paruh baya itu kini tak muda lagi, usia semakin bertambah, kulitnya mulai kriput, dan sering kali wanita paruh baya itu mengeluh karena tulangnya sudah mulai terasa sakit semua, impian Zahwa adalah memberikan orang tuanya kebahagiaan bukan keluh kesahnya yang membuat orang tua Zahwa banyak pikiran.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

ujar Bara pada wanita paruh baya itu. Sosok wanita paruh baya itu membalikkan tubuhnya secara perlahan. Terlihat wajahnya yang awet muda, meskipun umurnya sudah berada dikepala 4. Tunggu! Kenaoa wajahnya terlihat tidak asing bagi Bara? Tidak ingin memusingkan hal itu, ia segera duduk di kursi kebesarannya. “Tidak masalah, saya yang datang terlalu awal,” ujar wanita paruh baya itu sambil tersenyum lebar ke arah Bara.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Daging Keong Untuk Tiga Anakku

Daging Keong Untuk Tiga Anakku

Wanita paruh baya itu. “Santai aja, Neng. Ibu malah seneng bisa bantu.” Wanita paruh baya itu merasa harus membantu Mira. Ia kasihan saat tahu jika Mira ternyata adalah seorang janda yang harus menghidupi tiga anaknya yang masih kecil. Berbanding dengan dirinya yang meski seorang janda tetapi anak-anaknya sudah dewasa dan terbilang mapan, jualan pun hanya untuk mengisi waktu luang karena bosan di rumah.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Terikat Cinta Saudara Angkat

Terikat Cinta Saudara Angkat

Wanita paruh baya itu kini, hanya bisa bersabar sampai putrinya itu mau menerimanya. Sementara, di lain tempat, seorang wanita paruh baya tengah termenung di kamarnya. Dengan penampilannya yang sedikit kacau. Nyonya Laura, wanita paruh baya yang bisanya terlihat segar dan cantik meski diusianya yang sudah menginjak empat puluh delapan tahun.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Apakah wanita paruh baya ini belum taubat juga? "Mbak, lain kali, kalau orangtuanya diajak jalan-jalan, jangan ditinggalin sendiri, atuh! Kasihan! Apalagi, kondisi beliau seperti ini." Siapapun orang asing yang melihat Bu Jannah, sudah pasti akan menaruh iba pada wanita paruh baya yang menderita kelumpuhan itu. Bagaimana tidak? Penampilannya yang ringkih dan didukung dengan kemampuan akting yang mumpuni, sudah pasti akan sangat mudah menarik simpati banyak orang.
8.567.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan

Menjadi Istri Kesayangan Presdir Tampan

Wanita paruh baya membuka pintu kamar, lalu mempersilakan Ayudhia dan Arlo masuk, begitu juga dengannya yang ikut menemani. Di dalam kamar dengan pencahayaan yang begitu terang karena sinar matahari bisa masuk dengan sempurna, Ayudhia menatap wanita tua berusia 70 tahunan duduk di kursi dengan selimut yang menutupi kaki. Sedikit membungkuk di samping Ibu Panti, wanita paruh baya berkata, “Ibu, ada orang yang menemui Ibu.”
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai wanita paruh baya
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Ernhyy Ahza❤️‍🩹
hemm aku kok mikirnya Arlo sngaja yah membiarkan berita itu terus naik dan naik dan membiarkan sahamnya turun dlu ,biar saat semua kbenaran yg dia kantongin bsa lngsng jdi boom wktu buat Ardhana krna ulah disya dan fiona
Indri GN
Ceritanya bener-bener bikin emosi pembaca naik turun ini mah. mana lagi di dukung sama alur cerita yang jelas dan tidak bertele-tele. suka bnget sama jalan ceritanya. pengen cepet-cepet ada di ujung bab, soalnya penasaran bnget sama hubungan kontrak Ayu dan Arlo akan sprti apa nntinya
Baca Semua Ulasan
Kesalahan Semalam: Manisnya Suami Triliuner!

Kesalahan Semalam: Manisnya Suami Triliuner!

Di sebelah Intan ada seorang wanita paruh baya yang berpakaian anggun dan mewah. Wanita paruh baya itu berusia sekitar 40 tahun dengan penampilan menarik, kulit cerah, dan aura elegan. Hanya dengan melihat sekilas, bisa ditebak bahwa wanita itu adalah seseorang dengan latar belakang terkenal. Wajah itu memiliki tujuh poin yang mirip dengan Hanzero. Ellena menebak jika wanita itu pasti ibu Hanzero. Dia sangat layak menjadi wanita yang kaya. Begitu dilihat, gayanya secara keseluruhan berbeda dari orang biasa.
9.568.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

“Capek, Div.” “Sabar, Lin. Tidak semua perempuan bisa merasakan itu. Contohnya aku, tidak mungkin bisa hamil karena sudah janda kecuali menikah lagi. Itu pun menikah belum tentu bisa punya anak, 'kan?” Aku diam mencerna kalimat yang dituturkan Diva. Semakin hari ia semakin dewasa saja bahkan aku sering kali membenarkan saran-sarannya dalam hati. Bibir tidak sengaja melengkungkan senyum.
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai wanita paruh baya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status