MAWAR
Martin menembak kepalanya sendiri, hingga darah bercucuran dari kepala pria tersebut.
Bola mata Joan membesar, "Keparat!"
Joan melihat ke sekitar, para penjahat itu sudah di bunuh habis oleh para pengawal.
Para pengaw yang kedatangannya tidak disangka-sangka tadi, menghampiri Joan.
"Kita sudah melumpuhkan semuanya, bos," Ucap salah-satu dari mereka.
"Apa tuan Nico yang memerintahkan kalian untuk bersembunyi di dalam bangunan kontruksi?" Tanya Joan, keningnya mengernyit waspada.