Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Boneka Tawanan Sang Penguasa

Boneka Tawanan Sang Penguasa

"Kau bisa yakin sesuka hatimu, Victor. Tapi dunia tidak bekerja hanya berdasarkan keyakinan. Kita harus berhati-hati. Tuduhan tanpa dasar hanya akan merusak posisi dan reputasi kita." Sebelum Victor sempat membalas, pintu ruang kerja terbuka perlahan, membuat keduanya menoleh. Sesosok wanita tua masuk ke dalam ruangan, memegang boneka lusuh di tangannya. Penampilannya acak-acakan, dengan rambut kusut yang menjuntai hingga ke bahunya. Bajunya terlihat kusam dan sedikit terlalu besar untuk tubuh kurusnya. Wanita itu menatap Victor dengan mata yang kosong namun penuh tuntutan. "Victor," suaranya serak, nyaris seperti bisikan. "Di mana boneka yang kau janjikan akan sampai?"
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai winter's bone
Baca
+Pustaka
Winter's Tale

Winter's Tale

Tapi sepertinya Aurora yang menyukai seorang dokter yang merawat Cia saat kecelakaan di London akhirnya akan segera melangsungkan pernikahan setelah hampir satu tahun mereka putus nyambung. Saat ini adalah ulang tahun si kembar yang kedua. Sama dengan kematian Angel. Saat Winter dia pergi membawa luka. Tapi kehadiran si kembar menjadi pelipur lara. Ya Winter yang membekas di hati semua keluarga besar Klein. Saat menatap mata si kembar yang sama dengan kedua orang tuanya yang lembut. Itulah pertama aku bisa tersenyum tulus setelah kepergian Angel.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai winter's bone
Baca
+Pustaka
Hate You To The Bone

Hate You To The Bone

Memberikan tatapan merendahkan lalu membuang muka. “Aku ingin memberikanmu hadiah.” Julian tidak mundur karena sejak awal itulah yang ia inginkan. Sebuah reaksi dari Silvi, bukan hanya senyuman dan ucapan terima kasih basa-basi, tapi sebuah reaksi yang tulus. Julian menyodorkan tas berisi lima buah boneka murahan yang ia beli di toko pinggir jalan. Silvi melihat ke arahnya lalu mendelik, “Aku benci boneka.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai winter's bone
Baca
+Pustaka
Raja Boneka

Raja Boneka

Suara kecil hatiku mengingatkan untuk cepat beranjak menjauhi daerah tersebut sebelum malam melanda. Aku pun dengan cepat berlari dengan tubuh sangat menggigil dan kedinginan karena salju makin menumpuk dan jatuh dari langit. Dengan cepat aku pun kembali ke kelas setibanya di akademi. Aku membuka tasku dan memeriksa buku dan barangku di laci meja untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan. Setelah aku lihat ada batu mana berwarna hijau di laciku dengan cepat batu tersebut ku pegang dan kutaruh di kantong baju akademiku. Batu mana warna hijau berfungsi sebagai penghangat terhadap suhu yang dingin. Aku pun dengan cepat memasang mantelku dan beranjak dari akademi dengan memanggil kusir keretak
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai winter's bone
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status