Menantu yang Baik
Aku bergegas ke kamar tidur, mengambil ponselku, menarik napas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri, tetapi ketegangan itu bagai asap tak kasatmata, melilitku dengan erat.
Aku menekan tombol jawab dan berusaha terdengar tenang, "Halo Sayang, ada apa?"
Suara suamiku terdengar hangat dan familier, "Sayang, akhir-akhir ini semuanya berjalan sangat lancar, mungkin aku bisa pulang hari Jumat. Apa yang kamu inginkan? Aku akan membawanya untukmu."