Hayu
“Heh, sembarangan kamu! Aku sedang memikirkan masa depan bangsa dan negara. Lagian ada apa kamu memanggil-manggilku, tinggal tepuk pundakku dan aku pasti menatap kamu, Hayu.”
Hayu memutar bola mata malas, mendengus kesal, bosnya yang absurd itu mulai berukah lagi, tak ada jaim-jaimnya sama sekali ketika bersama Hayu.
“Sudahlah, terserah Bapak, bukankah aturannya sama, atasannya yang akan selalu benar. Ini beberapa kandidat yang menurut ku cocok untuk menggantikan Bisma,” ujarnya menyerahkan lima berkas surat lamaran bersama Curiculum vitae.
Bab Populer