Cinta dan Dendam
Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekat tawanannya, kemudian bertanya dengan suara dingin, “Berikan jawaban untuk satu pertanyaanku ini. Siapa nama orang itu?”
Susah payah John Micheal menelan salivanya. Tanpa perlu bertanya siapakah mereka sebenarnya, ia pun mengerti pria di depannya ini bukan sembarang orang. Tatapan matanya yang begitu tajam, dingin juga mengintimidasinya, seperti ingin membunuhnya hidup-hidup. “Saya tidak tahu nama yang sebenarnya, Sir, tetapi dia menyebut dirinya sebagai Rum,” ujarnya setelah beberapa saat hening sejenak.
Sikat na Kabanata