Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dirty Office

Dirty Office

Aagghhh! ***
1034.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as 아
Read
+Library
Exit

Exit

Ibu kantin itu bertanya menatap April, memastikan pesanan. “Iya, benar, Bu,” jawab April. Aku hanya memandangi mereka bergantian. Lantas Ibu kantin itu berjalan masuk stand, tidak lama kembali ke meja kami membawakan pesanan es. April dan aku serempak berucap terima kasih, mengangguk. Dua mie instan pakai telur rebus matang dan dua gelas es tea jus. Dalam hati aku menebak kalau tea jus yang dipesan April adalah tea jus rasa lemon.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as 아
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

Glad it doesn't need to be complicated. You're here, I'm happy. It's that simple my happiness. . . Happy Reading Amora merapikan bukunya. Kepalanya sakit sekali. Pelajaran fisika memang luar biasa. Amora hampir mati ditempat jika saja Bu Ani tidak menyudahi lebih awal karena anaknya sakit. Amora merenggangkan tangannya. Ia memejamkan matanya sebentar. AC di kelasnya memang yang terbaik. Karena sejak kelas A dan B digabung, Pak Martin, kepala sekolah Aeris menambahkan satu AC lagi di kelasnya. Jadilah kelasnya memiliki tiga AC di setiap sudut. Sebuah getaran ponsel mengangetkannya. Amora meraih ponselnya di meja. Namun, tidak ada panggilan atau notifikasi apapun. Cewek itu menoleh ke kiri-kan
109.0K viewsOngoingAdded to Library 333 Times as 아
Read
+Library
Persona

Persona

"Aku..." ***
106.5K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as 아
Read
+Library
Angkasa

Angkasa

rayu Vito suara yang berat dan kedua mata berkedip genit. "Oh." ucap Bintang cuek. Vito merasa gagal, ah kurang ganteng apanya sih? Putih, tinggi, alis tebal, hidug mancung mata hazel dan jambulnya yang keren. "Gak usah. Aku bisa naik angkot saja." tolak Bintang halus bet Biru yang menandakan cowok ini sama dengannya kelas 12.
84.9K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as 아
Read
+Library
U

U

Yura bergumam sambil menutup matanya, membiarkan butiran air mata terus mengalir. Bima tetap tidak memberikan rasa ibanya. Dia hanya berdecih dan mulai berdiri, berjalan pergi meninggalkan Ari dan Yura. Sebelum Bima pergi, dia sempat menabrakkan bahunya ke arah Ari dengan sangat keras. Ari hanya memberikan tatapan menantang kepada Bima. Tapi karena Bima sudah malas meladeni semuanya, dia tetap berjalan tanpa membalas tatapan marah Ari.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as 아
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status