RUMAH EYANG
KARTIKA DEKApengantar tidurkusampai dirumah aku menangistidur di depan pintubau bangkai di kamar
Yoga segera menggeser lemari itu, aku mundur, agar rumah gerak Yoga lebih bebas lagi.
Setelah berhasil digeser, aku dan Yoga sangat terkejut, melihat ada sebuah pintu rahasia di balik lemari. Pintu itu dikunci dari luar, dengan gembok yang sangat besar.
"Gimana cara bukanya Ga?" tanyaku..
"Ada martil, atau linggis?" tanya Yoga.
"Tunggu sebentar kuambil. Kayaknya alat-alat tukang kemarin dipindahkan ke bawah kompor, biar aku tak lagi membuka gudang," kataku.