Cinta Yang Salah
Entah disengaja atau keceplosan, tak dipungkiri hati ini terasa perih mendengar penuturan wanita bertubuh mungil ini.
"Hm." Aku tersenyum kaku, "Pantesan," lanjutku lirih. Kania menoleh padaku tersirat rasa sesal dari raut wajahnya.
"Mbak, maaf. Aku gak sengaja ngomong seperti itu, aku gak bermaksud mengingatkan kenangan pahit, karena kelakuan Intan yang gitu sama suamimu," tutur Kania lirih, dia meraih tanganku seraya menunduk.