Menuju Matahari
“Sudah, Nu. Kubuang di dekat sungai situ.”
“Walah, harusnya biar saya saja yang buang. Kan berat.”
“Tidak apa-apa. Aku masih kuat kok. Eh, tadi itu Den Ayu kan yang bicara denganmu di belakang? Aku sempat lihat dari pintu belakang Dalem Kepangeranan sewaktu Den Ayu jalan kemari.”
Sunu termangu. “Den Ayu siapa?”
“Itu, Raden Ayu Pramesti, calon istri Sinuwun Kanjeng Pangeran. Masa seorang putri saudagar besar mencari tukang sapu sepertimu? Harusnya kan cukup suruh pembantunya saja.”