Benih Papa Sahabatku
Syatizhadinda kirana menikahdinda kirana dan suamicincin di jari maniscincin di jari manis kanan
Lelaki itu menghela napas berat, Mengusap tengkuk, menganggukkan kepala.
"Sorry," ucap Alea pelan.
Arfan tersenyum, menganggukkan kepala. "Its, oke. Enggak apa-apa. Aku ngerti, Lea. Ya sudah aku cuma mau ngomong itu aja. Tapi, Lea .... "
"Tapi apa?"
"Kita masih bisa sahabatan 'kan?" Arfan meyakinkan. Meringis menunggu jawaban Alea.
"Iya masih. Tapi hanya sekadar sahabat ya? Enggak lebih."
Beliebte Kapitel