Benih Papa Sahabatku
Lelaki itu menghela napas berat, Mengusap tengkuk, menganggukkan kepala.
"Sorry," ucap Alea pelan.
Arfan tersenyum, menganggukkan kepala. "Its, oke. Enggak apa-apa. Aku ngerti, Lea. Ya sudah aku cuma mau ngomong itu aja. Tapi, Lea .... "
"Tapi apa?"
"Kita masih bisa sahabatan 'kan?" Arfan meyakinkan. Meringis menunggu jawaban Alea.
"Iya masih. Tapi hanya sekadar sahabat ya? Enggak lebih."
Chapitres populaires