Menuju Matahari
Dua pengawal ada di sana, mengawasi dengan ketat seorang pemuda yang tak mengenakan baju atas dan duduk menyandar pada kepalaan tempat tidur.
Ia berkulit putih terang, dengan rambut panjang yang berwarna putih terang juga, dan bola mata berwarna putih. Memang tak setiap hari kita bertemu manusia semacam ini. Sebentuk luka sayatan nampak memanjang membelah dadanya, dari kanan atas hingga lambung kiri. Ramuan jamu berwarna hijau kehitaman tertempel di sepanjang luka untuk mengeringkannya.
“Namaku Nara, lurah di sini,” kata Nara kemudian, pada pemuda berwujud aneh tersebut. “Kau siapa?”