KINASIH
"Apa? Kau mau membvnuvhku juga, Mas? Seperti kau menghabisi nyawa Hendra? ... Kau tahu? Aku juga masih mencintainya, Mas. Tapi kau dengan tega memupus semuanya!"
Aryo terpaku mendengar penuturan itu. Jadi, semua yang dia dengar dari mulut Hendra adalah kebenaran. Adiknya memang pernah dekat dan termakan pesona pria b4jin9an tersebut. Aryo menggeram, menatap layar ponselnya yang telah padam.
Tak ingin berlarut dengan perasaannya, Aryo menunggu seseorang seperti biasa dan saat jemputan tiba, mereka melaju menuju kampung halaman di mana belahan hatinya berada di sana.
Chapitres populaires