Chapter: 111. Membuat Tanda KepemilikanCatriona sudah memiliki rencana akan meninggalkan kenangan yang harus diingat Dayana selamanya, sebelum pergi meninggalkan kastil. Catriona akan menunjukkan pada Dayana jika Diiminic hanya mencintai dirinya, dan posisinya sebagai istri tak bisa digeser siapa pun.Tidak ada celah bagi orang ketiga di hubungan mereka. Dan siapa pun yang mencoba mengusik hubungannya, maka ia akan terhempas dengan sendirinya.Nampak seringai samar di wajah Catriona yang terbaca oleh Dominic. Ia bisa menebak apa yang saat ini sedang direncanakan oleh Catriona.Dominic tidak akan melarang Catriona untuk melakukan apa pun. Ia justru penasaran skenario apa yang sudah disusun di dalam kepala istrinya itu. Dominic hanya akan menyaksikan, bagaimana cara istrinya bekerja."Dominic!" lirih Catriona."Ya Honey!" jawab Dominic lembut."Lihat, apa di atas dinding itu!" seru Catriona sambil menunjuk ke arah atas.Reflek Dominic mendongakkan kepalanya ke atas, ke arah tangan Catriona menujuk.CUPDominic sedikit terkej
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: 110. Siapa Dayana?BRAKDengan kasar Catriona melemparkan tasnya sembarangan ke atas meja. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan keras."Siapa wanita itu?" sungut Catriona. Wajahnya menekuk, mata indahnya tertutup oleh kobaran api cemburu. Ia menatap nyalang ke arah Dominic. Menunjukkan kemarahan, kekesalan, juga kekecewaannya.Tangannya dilipat ke depan dada, napasnya naik turun tidak beraturan. Baru saja, ia merasa sangat dicintai oleh Dominic. Menjadi satu-satunya wanita yang beruntung bisa menempati hati Dominic dan berada di sisinya.Namun, sekarang ia justru mendapati wanita lain berada di dalam kastil suaminya. Wanita yang dengan sangat akrab menyebut nama Dominic dengan panggilan berbeda.Dominic duduk di meja berhadapan dengan Catriona. Ia menatap wajah istrinya yang merah padam karena terbakar rasa cemburu. Dominic hanya tersenyum melihat kecantikan wajah istrinya ketika cemburu seperti ini.Semakin mempesona, dan membuatnya sangat bahagia. Rasa cemburu Catriona adalah hadiah terindah bagin
Última actualización: 2026-07-30
Chapter: 109. Catriona vs DayanaBaru beberapa langkah meninggalkan ruang senjata, Mark datang menghampiri dengan langkah tergesa. Dari raut wajahnya, Dominic tahu laporan yang dibawanya bukan perkara sepele."Tuan," panggil Mark sambil menundukkan kepala.Dominic menghentikan langkahnya. Catriona ikut menoleh ke arah Mark."Ada apa?"Mark mengangkat wajahnya. "Nyonya Jenny sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Beliau sekarang berada di kastil."Raut wajah Dominic seketika kembali datar."Aku tidak peduli."Jawaban dingin itu membuat Mark terdiam. Ia sudah menduga respons tersebut.Namun, Catriona justru menoleh tajam ke arah suaminya."Dominic." Nada suaranya lembut, tetapi penuh penegasan. "Waktu tidak pernah bisa diputar kembali."Dominic memandang istrinya tanpa menyela."Selagi masih ada kesempatan, temuilah ibumu." Catriona menggenggam tangan Dominic lebih erat. "Bagaimanapun juga, beliau adalah wanita yang telah melahirkan dan membesarkanmu."Tatapan Dominic melembut.Di dunia ini, mungkin hanya Catriona ya
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 108. Black Jack dan Crush LandmarkBuket bunga camelia putih terbaring rapi di atas sebuah pusara. Kelopaknya yang bersih seolah menjadi lambang ketulusan cinta yang tak pernah pudar oleh waktu.Di atas batu nisan marmer hitam itu terukir sebuah nama. Camelia Barcklay.Seorang wanita yang telah lama meninggalkan dunia, tetapi kenangannya masih hidup di hati orang-orang yang mencintainya.Jenny berdiri mematung di hadapan makam itu. Tatapannya tak pernah lepas dari foto Camelia yang tersenyum lembut. Senyum yang dulu begitu akrab, kini hanya tinggal kenangan.Di sampingnya, Jackson ikut berdiri dalam diam.Sudah menjadi kebiasaan mereka berdua datang setiap tahun untuk mengunjungi makam wanita yang pernah menjadi sahabat sekaligus penyelamat hidup mereka.Air mata Jenny akhirnya jatuh."Maafkan aku, Camelia..." lirihnya dengan suara bergetar. "Aku gagal menjaga putrimu. Aku... telah mengingkari janjiku padamu."Tubuh Jenny perlahan melemas hingga berlutut di depan pusara. Tangis yang selama ini ia pendam akhirnya pecah
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 107. Teknologi Rahasia Black JackDecapan bibir Dominic dan Catriona saling bertaut, memecah keheningan ruangan kedap suara. Sesekali keduanya melepaskan ciuman itu hanya untuk saling melempar senyum, sebelum kembali menikmati kehangatan yang sama. Seolah dunia hanya menyisakan mereka berdua.Kedua tangan Catriona melingkar erat di leher Dominic. Ia menggantungkan tubuhnya sepenuhnya pada pria itu, sementara Dominic mengangkat tubuh istrinya dengan mudah, membawanya seperti anak koala yang enggan melepaskan pelukan.Tanpa memutus keintiman mereka, Dominic mendudukkan Catriona di atas meja laboratorium. Barulah keduanya mengakhiri ciuman itu. Tatapan mereka bertemu. Hangat, dalam, dan penuh rasa memiliki."Siapa pria tadi, Dominic?" tanya Catriona penasaran. Bayangan lelaki paruh baya yang sempat memergokinya bersama Mark masih terlintas di benaknya."Profesor Salvador," jawab Dominic singkat.Catriona mengangguk pelan. Ia tidak mengenal nama itu, tetapi memilih tidak memperpanjang pembahasan. Perhatiannya justru tertu
Última actualización: 2026-07-29
Chapter: 106. Sungguh Liar!"Tapi, Dominic ..." Catriona seketika jadi mengkhawatirkan keadaan Dominic."Apa kamu takut aku menjadi miskin?" tanya Dominic."Bukan begitu. Aku sama sekali tak memikirkan kekayaanmu. Tapi, aku mengkhawatirkanmu." ucap Catriona takut jika Dominic salah paham."Aku baik-baik saja, jangan khawatir." ucap Dominic sambil tersenyum bahagia. Baginya dengan dikhawatirkan saja sudah cukup membuatnya kuat. Dan itu lebih berharga dari sekedar saham.Dari tujuh persen itu, 0.5 persen adalah aset Wilson Group. Artinya, Jackson hanya menyisakan lima persen lebih untuk Dominic. Bisa dibayangkan seberapa kaya Dominic, ia masih memiliki kekayaan ratusan triliun lebih. Itu sebabnya Dominic sama sekali tak peduli. Baginya, Catriona lebih berharga dari semua aset miliknya."Kamu tidak perlu ikut berpikir. Ini urusanku, Honey. Biar aku yang memikirkannya. Kamu cukup memikirkan diriku saja." ucap Dominic sambil menyentil hidung Catriona."Justru lebih pusing memikirkan dirimu terus-menerus!" lontar Catr
Última actualización: 2026-07-28

Istri Terbuang Jadi Nyonya Miliarder
"Kalau kau ingin aku membantumu membalas dendam, maka kau harus jadi milikku. Sepenuhnya. Bukan hanya untuk semalam. Tapi selamanya. Kau tinggal bersamaku. Tidur di ranjangku. Patuh padaku. Dan tunduk pada semua aturanku. Tak ada rahasia. Tak ada nama lain dalam pikiranmu kecuali aku." ucapnya pada Kyora, posesif dan mendominasi.
---
Kyora Rosebelle menyaksikan suaminya menikah lagi. Malam itu juga ia diusir dan seluruh asetnya dirampas. Satu tahun menikah sekalipun ia tak pernah disentuh suaminya. Hari-harinya hanya dipenuhi dengan siksa dan hinaan.
Namun, ia tak pernah membayangkan jika malam kelam itu justru menjadi titik balik yang mengubah takdirnya, menyeretnya ke dalam pelukan Ludovic Armany, pewaris tunggal kerajaan kasino terbesar di Eropa, pria yang memiliki kuasa dan kendali atas dunia bisnis.
Bersamanya, Kyora membalas dendam atas pengkhianatan suaminya. Tapi, disisi lain ia justru menemukan dunia yang selama ini tak pernah didapatkannya, kepuasan, kekuasaan, dan perlindungan tanpa batas. Ludovic bukan hanya mengobati lukanya, ia menjadikan Kyora ratu di hidupnya.
Akan tetapi, di balik kesempurnaan yang Kyora dapatkan, satu pertanyaan terus menghantui, apakah di hatinya ada cinta untuk Ludovic? atau semua ini hanya permainan balas dendam yang dibungkus gairah?
Leer
Chapter: 34. Mulai TertarikJavier melangkah meninggalkan lorong itu tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Langkahnya tetap tenang. Bekas tamparan di pipinya masih terasa panas, ulah dari wanita yang selama ini dianggap tak lebih dari bayangan di dalam mansion itu.Pintu kamar utama terbuka. Ruangan luas itu remang dengan cahaya lampu tidur. Di atas ranjang berukuran king size, Calista masih terlelap.Dress tidur merah tipis yang dikenakannya tersingkap hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Rambut panjangnya terurai di atas bantal sutra.Biasanya, pemandangan itu cukup membuat Javier melupakan segala urusan. Namun malam ini berbeda.Tatapannya hanya singgah sekilas, lalu mengembara entah ke mana. Yang muncul di benaknya justru wajah Kyora.Tatapan mata yang tadi menantangnya. Nada suaranya yang tidak lagi gemetar. Keberaniannya mendorong, bahkan menampar dirinya tanpa rasa takut.Javier berdiri mematung beberapa saat."Selama kau pergi, apa yang sebenarnya terjadi padamu, Kyora? Kau banyak berubah." gumamnya li
Última actualización: 2026-07-17
Chapter: 33. Sentuhan MenjijikanKyora dan Ludovic saling melepaskan pelukan. Tak ada lagi kata, seolah keduanya sudah saling memahami, semakin lama mereka bersama, semakin besar pula resiko terbongkar."Jaga dirimu," bisik Ludovic pelan."Kau juga."Ludovic mengecup pelan puncak kepala Kyora sebelum melangkah mundur. Dalam hitungan detik, sosoknya menghilang di balik rimbunnya pepohonan taman paviliun timur, seolah tak pernah muncul.Kyora menarik napas panjang. Jantungnya masih berdetak cepat. Pertemuan singkat itu mengembalikan semangat yang sempat hampir padam.Ia segera menyusuri jalan setapak menuju pintu belakang mansion. Semua tampak sepi.Hanya lampu-lampu taman yang memantulkan bayangan panjang di lantai marmer. Kyora membuka pintu perlahan, lalu masuk tanpa suara.Ia tentu hafal setiap sudut mansion. Langkahnya ringan melewati tiap ruangan, kemudian berbelok hendak menuju lorong yang mengarah ke kamar para pelayan.Baru beberapa langkah, Kyora menghentikan langkahnya. Dari kejauhan, cahaya masih keluar dar
Última actualización: 2026-07-14
Chapter: 32. Desiran RasaPagi itu, dapur sudah sibuk sejak langit masih pucat. Kyora berdiri di depan kompor, menggulung lengan bajunya dengan rapi. Tangannya bergerak tenang, seolah ia benar-benar hanya seorang pelayan yang terbiasa dengan rutinitas ini.Bubur kacang merah mengental perlahan di panci, aromanya harum dan familiar. Ia mengaduk dengan pelan. Takaran gula. Sedikit garam. Semua persis seperti dulu.Di meja samping, susu almond sudah dipanaskan, kopi hitam diseduh dengan gula secukupnya. Kyora mencicipi sedikit bubur itu, sebelum mematikan kompor.Ia menata semuanya di meja makan. Setelah itu, Kyora mundur beberapa langkah dan berdiri bersama pelayan lain. Kepala sedikit menunduk, tangan terlipat di depan perut. Peran itu kembali ia lakukan.Langkah kaki terdengar dari tangga. Sepatu kulit beradu dengan marmer, Javier turun dari kamar utama. Kemeja putihnya rapi, dasi sudah terpasang, rambutnya tersisir sempurna. Jas hitam ia bawa di tangan kiri.Refleks Kyora melangkah mendekat dan mengulurkan ta
Última actualización: 2026-06-13
Chapter: 31. Hari Pertama Menjadi PelayanPagi datang begitu cepat. Ketukan keras di pintu kamar Kyora memecah sunyi.Ia bangkit perlahan, menahan nyeri di pergelangan tangan. Bekas ikatan masih membiru. Kyora mengusapnya pelan, lalu menarik napas panjang. Bertahan. Itu satu-satunya kata yang harus ia ingat hari ini.“Bangun!” suara perempuan terdengar dingin. “Nyonya Calista memanggilmu.”Kyora menarik napas panjang lalu berdiri, merapikan rambutnya seadanya. Pintu dibuka dari luar. Dua pelayan wanita yang tak pernah ia lihat mengapitnya tanpa bicara. Langkah mereka cepat, seolah Kyora bukan pemilik rumah, melainkan lebih rendah dari seorang pelayan.Ruang makan sudah penuh hidangan. Calista duduk di ujung, anggun dengan gaun pagi berwarna krem. Javier berdiri di dekat jendela, menyesap kopi, sengaja memunggungi Kyora.“Cepat kemari!” perintah Calista tanpa menoleh.Kyora berjalan mendekat. Ia menunduk, memainkan ujung jemarinya, persis seperti peran yang harus ia mainkan.“Mulai hari ini,” kata Calista, suaranya manis tapi
Última actualización: 2026-06-08
Chapter: 30. Berhasil Menculik KyoraMobil yang membawa Kyora berhenti di sebuah paviliun milik keluarga Benedict. Terpisah dari bangunan utama mansion, dikelilingi pepohonan tinggi yang membuat cahaya matahari sulit menembus.Dua pria turun, membuka pintu belakang, lalu mengangkat tubuh Kyora yang masih limbung.Tangannya terikat ke belakang. Matanya tertutup kain hitam. Kepalanya terkulai, napasnya belum teratur sepenuhnya. Mereka mendudukkannya di kursi kayu dingin di tengah ruangan paviliun.Derit suara pintu terbuka. Langkah kaki terdengar mendekat.Javier masuk dengan wajah tegang yang segera berubah menjadi senyum puas begitu melihat sosok Kyora di hadapannya.“Akhirnya,” gumamnya. “Kekacauan ini punya solusinya.”Ia berdiri tepat di depan Kyora, menatapnya lama seolah memastikan bahwa sosok di hadapannya benar-benar Kyora, wanita yang pernah ia buang.“Air,” perintah Javier singkat.Seseorang menyerahkan sebotol air dingin. Tanpa ragu, Javier menuangkannya ke wajah Kyora.“Uh—!” Kyora tersentak. Batuknya keras, t
Última actualización: 2026-06-07
Chapter: 29. Melepaskan Kyora"Maafkan aku Ludovic. Karena hanya memanfaatkan kekuasaanmu untuk balas dendam." gumam Kyora gelisah karena merasa bersalah.Pagi itu, Kyora berdiri di balkon sendirian. Suara langkah kaki mendekat dari belakang. Ia tahu tanpa menoleh, hanya ada satu orang di mansion ini yang berjalan dengan ritme setenang itu.Ludovic.“Aku sudah menebak kau akan berdiri di sini,” ucapnya pelan.Kyora tersenyum tipis. “Udara di sini sangat segar. Dan pemandangannya juga indah”Ludovic berdiri di sampingnya. Mereka menatap langit yang perlahan berubah warna. Pagi yang cerah.“Kau tidak tidur semalaman,” kata Ludovic dengan nada bicaranya yang lembut.Kyora menggeleng. “Terlalu banyak yang harus kupikirkan.”“Tentang rencanamu… atau tentangku?” tanya Ludovic lirih.Kyora menoleh. Tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu di mata Ludovic, ketakutan yang disamarkan dengan ketenangan.“Tentu saja dua-duanya,” jawab Kyora jujur.Ia menarik napas dalam. “Aku tahu ini tidak adil untukmu. Aku sudah menyeretmu ke da
Última actualización: 2026-06-06

The CEO'S Forbidden Bride
Sunrise White, tak pernah membayangkan akan terlibat dalam pernikahan kontrak dengan CEO-nya karena kesalahan satu malam yang ia buat.
Pria yang berhasil ia taklukkan semalam ternyata Khairen Crown, CEO CNC tempatnya bekerja. Pria misterius yang terkenal dingin, sempurna, dan tak pernah tersentuh itu muncul untuk pertama kalinya di hadapan publik.
Keduanya setuju melakukan perjanjian kontrak demi tujuan masing-masing. Sunrise mempertahankan posisi dan reputasinya, sedangkan Khairen demi mempertahankan kekuasaan dan pewaris tunggal.
Namun, di balik ikatan tanpa cinta itu, keduanya menyimpan rahasia yang jauh lebih berbahaya.
Sunrise bukan sekadar wanita biasa, dia adalah putri dari musuh bebuyutan keluarga Crown, yang selama ini diyakini telah mati. Ia kembali untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya, menghancurkan Khairen dan seluruh keluarganya.
Namun takdir berbalik kejam. Saat Khairen diam-diam melindunginya dari bayang-bayang ancaman, batas antara kebencian dan cinta keduanya mulai kabur.
Mereka tahu, perasaan itu terlarang. Tapi semakin mencoba menjauh, semakin dalam mereka terjerat. Tiga tahun kontrak yang dipenuhi rahasia, intrik, dan luka lama.
Akankah mereka tetap bertahan hingga akhir? Atau justru saling menghancurkan, dan kehilangan satu sama lain selamanya?
Leer
Chapter: 140. Aku Mencintaimu, Khairen. (TAMAT)Angin malam menyelinap lembut melalui celah jendela kabin. Sunrise memejamkan mata, menghirup aroma laut yang asin dan hangat. Pelukan Khairen dari belakang terasa seperti jangkar kokoh, menenangkan, sebuah janji tanpa kata bahwa ia tak lagi harus berdiri sendiri menghadapi dunia.Malam itu mereka tak terburu tidur. Ellion tertidur lebih dulu, tubuh kecilnya meringkuk di ranjang dengan boneka di pelukan, senyumnya tersisa seolah mimpi pun ikut merayakan kebahagiaan.Sunrise menarik selimutnya perlahan dan mencium dahi anak itu, lalu berdiri di sisi Khairen. Mereka menatap Ellion lama, menyaksikan napasnya yang teratur.“Dia nampak bahagia,” bisik Sunrise.“Itu yang terpenting.” timpal Khairen.Mereka duduk berdampingan di sofa kecil kabin. Keheningan terasa nyaman. Sunrise memutar cincin di jarinya, mengingat perjalanan panjang yang membawanya ke titik ini.Luka yang pernah mengurung, ketakutan yang pernah menenggelamkan, hingga keberanian kecil yang tumbuh perlahan dan akhirnya cukup
Última actualización: 2026-05-12
Chapter: 139. Menikahlah Denganku, Sekali Lagi!Kabut Albinen perlahan menjadi kenangan ketika pagi itu mereka meninggalkan desa kecil di pegunungan untuk pergi berlibur.Mobil melaju tenang, Ellion duduk di kursi belakang diapit nenek dan tante, matanya tak berhenti menempel ke jendela, menghitung terowongan, menebak gunung mana yang akan mereka lewati.Sunrise duduk di samping Khairen, tangannya terlipat di pangkuan, hatinya terasa ringan dengan cara yang asing, penuh harapan baru yang selama ini ia kubur rapat.Ini bukan perjalanan biasa. Tapi awal dari segalanya.Bandara menjadi dunia baru bagi Ellion. Ia berlari kecil, kagum pada pesawat-pesawat raksasa yang berjejer seperti burung logam. Untuk pertama kalinya, ia menggenggam paspor kecil dengan namanya tercetak rapi. Khairen berjongkok di hadapannya, menyamakan tinggi badan mereka.“Siap terbang jauh, Kapten Ellion?”Ellion mengangguk penuh semangat. “Daddy, nanti kita lihat laut?”Khairen tersenyum, menatap Sunrise sekilas. “Bukan cuma laut. Kita akan melihat dunia.”Venice
Última actualización: 2026-05-12
Chapter: 138. Mengakhiri KesalahanSetelah sarapan yang penuh kecanggungan, mereka bersiap meninggalkan rumah. Udara dingin Albinen menyambut dengan aroma kayu basah dan roti hangat dari kejauhan.Sunrise mengancingkan pakaian Ellion, sementara Khairen berdiri di dekat pintu, menunggu dengan kesabaran yang jarang ia perlihatkan pada dunia.“Daddy bantu Mommy di toko, ya?” Ellion berkata polos sambil meraih tangan Khairen.Khairen mengangguk, menatap Sunrise sekilas. “Tentu.”"Ellion, di rumah dengan nenek dan tante ya." Sunrise berpesan."Ellion akan menunggu Daddy dan Mommy pulang." ucapnya antusias. "Byee..." Ia melambaikan tangan.Toko roti itu masih sunyi ketika mereka tiba. Pintu dibuka, lonceng kecil berdenting, dan kehangatan langsung menyergap, aroma mentega, vanila, dan adonan yang baru matang. Sunrise menggantung mantel, lalu mengikat celemeknya. Khairen mengamati sejenak, lalu ikut meraih celemek cadangan tanpa diminta.Sunrise tersenyum kecil saat melihat Khairen yang biasanya memimpin rapat dewan dengan se
Última actualización: 2026-05-12
Chapter: 137. Malam yang PanasKhairen menutup pintu kamar dengan punggungnya, suaranya nyaris tak terdengar. Sunrise masih berada dalam gendongannya, tubuhnya ringan namun getarnya terasa jelas, seperti seseorang yang telah terlalu lama menahan diri dan akhirnya berhenti melawan.Ia menurunkannya perlahan ke ranjang. Sprai putih berkerut di bawah tubuh Sunrise, berkilau dengan rambut pirangnya yang tergerai. Khairen tidak langsung menjauh. Ia tetap di sana, satu tangan menopang tubuhnya, yang lain menyentuh pinggang Sunrise, sebuah sentuhan pelan, seolah bertanya sekali lagi apakah ia benar-benar diizinkan.Sunrise menarik napas panjang. Dadanya naik turun, matanya berkabut.“Jika kau pergi setelah ini…” suaranya nyaris tak terdengar, “aku tak tahu apakah aku sanggup bertahan lagi.”Khairen menunduk, dahinya menyentuh dahi Sunrise. “Aku tidak datang sejauh ini untuk melukaimu lagi.”Ciuman mereka kali ini berbeda. Lebih dalam. Lebih jujur. Tak ada lagi kemarahan, tak ada sindiran. Hanya dua orang dewasa yang akhir
Última actualización: 2026-05-12
Chapter: 136. Ya, Aku Cemburu!Sunrise berdiri terpaku beberapa detik setelah Ardelia pergi, langkah wanita itu menjauh dengan anggun, seolah tak pernah meninggalkan bom waktu di belakangnya. Lorong samping resort kembali lengang, hanya suara tawa anak-anak dari taman depan yang samar terdengar.Ia mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tak beraturan."Jika Nona sudah tak menginginkannya, bolehkah saya merebutnya?"Kalimat itu berulang di kepalanya seperti jarum yang menusuk pelan tapi dalam. Sunrise menutup mata sejenak, menekan telapak tangannya ke dada, mencoba meredam rasa panas yang menjalar hingga tenggorokan.“Aku baik-baik saja,” gumamnya lirih, lebih seperti usaha meyakinkan diri sendiri.Namun kebohongan itu runtuh saat ia kembali ke area utama. Dari kejauhan, ia melihat Khairen berdiri bersama Ellion dan beberapa anak panti asuhan. Lelaki itu berjongkok, membiarkan Ellion menarik ujung jasnya, tertawa kecil saat bocah itu memamerkan mainan baru. Pemandangan itu membuat dada
Última actualización: 2026-05-11
Chapter: 135. Cemburu Itu NyataMobil melaju menuruni jalanan Albinen yang masih diselimuti kabut tipis. Pepohonan pinus berdiri diam, seolah menjadi saksi bisu dari kepergian Khairen.Di dalam mobil, keheningan menyelimuti. Hanya suara mesin yang sesekali memecah udara.Nick melirik tuannya lewat kaca spion. Rahangnya mengeras sesaat sebelum akhirnya ia membuka suara, kali ini lebih hati-hati.“Tuan… maaf, jika tadi lancang mengatakannya. Saya tak seharusnya berbicara sejauh itu.”Khairen tidak langsung menjawab. Tatapannya lurus ke depan, fokus pada jalanan berkelok, namun pikirannya melayang jauh. Kata-kata Nick barusan terus terngiang di kepalanya, berputar seperti gema yang tak mau reda."Masih belum terlambat… memulai kembali…" “Kau benar.” jawab Khairen akhirnya, suaranya datar. “Kau hanya mengatakan apa yang memang sudah kupikirkan.”Nick menghela napas lega, meski ada sesuatu di balik sorot matanya. Ia tahu, ketika Khairen berkata demikian, artinya perang batin tuannya justru baru dimulai.Beberapa jam set
Última actualización: 2026-05-11