Chapter: Bab 191“Ju-le?” lirih Dinara, suaranya hampir tenggelam di tenggorokan.Pandangannya yang samar oleh genangan air mata kemudian menyapu dua sosok pria tegap yang berdiri tak jauh di belakang Julia. Matanya membelalak seketika. “Abang? Mas Elang?”Belum sempat Dinara mencerna kehadiran mereka, Julia sudah berlari kecil menghampirinya. Tanpa peduli pada pakaian Dinara yang kotor terkena noda tanah dan peluh, Julia langsung berlutut di depan sahabatnya dan merengkuh tubuh rapuh itu erat-erat.“Kamu ke mana aja sih, Din? Kami semua panik nyariin kamu!” bisik Julia terisak haru di bahu Dinara.“Jule... kenapa kalian bisa ada di sini?” gumam Dinara bingung, tatapannya beralih menatap Ibrahim dan Elang bergantian.Ibrahim melangkah mendekat, matanya memerah menatap adik perempuannya yang berantakan di dekat nisan orangtuanya.“Kamu pikir Abang bakal diam aja pas Pak Elang datang ke rumah nyariin kamu, Dinara? Kamu ini adik Abang... ke mana pun kamu pergi saat hancur, Abang sama Pak Elang pasti baka
最後更新: 2026-07-30
Chapter: Bab 190Elang terdiam kaku. Setiap kata yang terlontar dari bibir istrinya terasa menghantam dadanya begitu telak. Rasanya ia ingin menuli dan mengabaikan semua ucapan itu sebagai angin lalu, namun ia sangat mengenal Dinara—istrinya bukan perempuan pembohong, dan raut wajah hancur itu membuktikan ia sama sekali tidak sedang bercanda.Melihat suaminya terpaku dalam guncangan syok yang begitu hebat, Dinara membulatkan tekad untuk menyudahi penderitaan ini. Ia melangkah mundur perlahan, menciptakan jarak, lalu berbalik keluar dari ruangan yang mendadak terasa menyiksa itu.Namun, dering nyaring dari ponsel Elang di atas meja seketika menahan langkah Dinara di dekat pintu. Elang sempat membiarkan panggilan itu berulang kali memecah hening, sebelum akhirnya mengulurkan tangan kaku meraihnya.“Ya?” suara Elang terdengar parau, hampir tenggelam oleh tenggorokannya yang tercekat.Namun, detik berikutnya raut wajah Elang berubah drastis.“Apa?! Bastian?!” serunya tegang.Mendengar nama Bastian disebut
最後更新: 2026-07-30
Chapter: Bab 189Hingga akhirnya, keheningan menyergap dari balik pintu. Suara percakapan bahasa Jepang itu perlahan mereda, disusul bunyi ketukan jemari Elang di atas meja dan dentang pelan gagang cangkir yang diletakkan. Meeting itu telah selesai.Dinara mengumpulkan sisa keberaniannya, lalu mengayunkan jemarinya mengetuk pintu kayu mahoni itu pelan.Tok... tok... tok...“Masuk,” sahut suara Elang dari dalam.Dinara mendorong pintu perlahan. Di balik meja kerjanya, Elang yang baru saja menutup laptopnya tampak agak terkejut mendapati sang istri menghampirinya ke ruang kerja di pagi hari. Namun, terkejut itu seketika berganti dengan senyuman miring yang menggoda.“Mas, ada yang ingin aku bicarakan denganmu,” tutur Dinara pelan, suaranya terdengar begitu berat.Melihat raut wajah Dinara dan teringat akan kehangatan gila-gilaan mereka semalam, Elang berpikiran lain. Ia mengira istrinya masih merindukan sentuhannya dan ingin mengulang percintaan semalam mereka.“Sini, Sayang... duduk di pangkuanku,” pang
最後更新: 2026-07-28
Chapter: Bab 188Di tengah keheningan ruang kerja yang kini dipenuhi napas mereka yang berangsur teratur, setetes air mata lolos menetes menyusuri pipi Dinara. Isakan pelan yang berusaha ia tahan akhirnya pecah juga di atas dada bidang Elang.Elang yang merasakan tubuh istrinya bergetar seketika panik. Pria itu menguraikan pelukannya sedikit, menangkup kedua pipi Dinara dan menatap wajah istrinya penuh kekhawatiran.“Kenapa nangis, Sayang?” tanya Elang lembut, jemarinya mengusap jejak air mata di pipi Dinara. “Ada yang sakit, ya? Kita... terlalu hot tadi.”Dinara terisak pelan, namun ia berusaha keras menyunggingkan sebuah senyuman di balik matanya yang berkaca-kaca. Perempuan itu menggeleng cepat.“Enggak, Mas... malah enak banget,” bisik Dinara dengan suara serak. “Aku bukan sedih... tapi terharu bisa sampai di titik ini.”Mendengar penuturan dari sang istri, kekhawatiran di wajah Elang seketika sirna. Pendar hangat penuh lega terpancar dari sepasang matanya. Elang tersenyum manis, lalu mendekatkan
最後更新: 2026-07-28
Chapter: Bab 187Tanpa menyela penyatuan mereka, Elang menyusupkan kedua lengan kokohnya ke bawah paha dan punggung Dinara. Dengan satu hentakan mantap, ia mengangkat tubuh istrinya dari atas meja kerja. Dinara melingkarkan kedua kakinya erat-erat di pinggang Elang, menyandarkan punggungnya pada permukaan tembok dingin ruang kerja itu. Tumpuan tembok dan dominasi Elang membuat setiap hunian terasa semakin dalam dan menghujam.“Aaah! Mas... jangan keluar dulu, Mas...” pangkas Dinara terengah-engah di ceruk leher suaminya, menyadari gerakan Elang yang mulai tak terkendali menandakan puncaknya sudah di ambang batas.Elang yang napasnya sudah memburu hebat terpaksa menahan diri. Dengan ketahanan tubuhnya, ia menarik perlahan pusakanya keluar dari kehangatan Dinara, membiarkan gelinjang gairah itu tertahan menggantung di udara.Tanpa membuang waktu, Dinara melangkah menuntun suaminya menuju sofa panjang di sudut ruangan. Ia menarik Elang untuk duduk bersandar. Di hadapan suaminya, Dinara berlutut anggun. M
最後更新: 2026-07-27
Chapter: Bab 186Elang mengecup dalam ceruk leher Dinara, menghirup dalam-dalam aroma vanilla musk favoritnya hingga memejamkan mata meresapi setiap nikmat yang merayapi inderanya.“Kamu wangi banget, Sayang... Aku kangen banget sama kamu,” bisik Elang parau, napas hangatnya menyapu kulit leher Dinara.Dinara melingkarkan kedua lengannya di leher Elang, mengelus lembut rambut suaminya dengan penuh kasih sayang yang tulus.“Malam ini... aku seutuhnya untukmu, Mas...” bisik Dinara tepat di telinga Elang.Elang tersenyum. “Aku suka kamu seagresif ini...”Bisikan lembut itu seketika memacu adrenalin Elang Adikara. Masa puasa yang membakar ketahanannya selama empat puluh hari kini telah usai, ia bebas memasuki istrinya dari arah mana pun kecuali dub*r. Setiap kecupan, setiap desah, dan setiap sentuhan adalah luapan dari rasa rindu yang telah meledak di dadanya.“Aaah, Mas...” desah Dinara tertahan saat Elang menuntun kedua kakinya terbuka lebar.Kini Elang berada tepat di antara kedua paha istrinya. Pria i
最後更新: 2026-07-27
Chapter: Bab 56“Wah, senangnya... tentu saja aku mau. Terima kasih, Mbak Silvia...” ujar Adrian saat pertama kali kami berkenalan.“Silvia saja, nggak usah pakai ‘mbak’ kayaknya usia kita nggak jauh beda,” koreksiku.“Aku belum dua puluh lima tahun,” ujarnya.“Kan, aku malah masih dua puluh satu tahun. Aku bilang juga apa, kita nggak jauh beda.”“Ah iya... Silvia...” jawabnya sambil tersenyum canggung, menambah kesan polos pada dirinya.Itu adalah kali pertama pertemuanku dengan Adrian. Kini, beberapa hari telah berlalu, dan kehadiran pemuda kota itu benar-benar membawa warna baru di tengah ketegangan antara aku dan Bara. Adrian adalah sosok yang terlihat polos, santun, sekaligus energik. Dia sangat mudah akrab dengan siapa saja, termasuk denganku.Selama beberapa hari berturut-turut ini, kami sering menghabiskan waktu bersama di lokasi proyek. Aku menyukai semua idenya yang fresh, seolah aku dan dia memiliki passion yang sama dalam menata masa depan sekolah ini. Tidak hanya mendengarkan gagasan-gaga
最後更新: 2026-07-27
Chapter: Bab 55“Asih?” sapaku menyadarkannya.“Ma-af, saya tidak bermaksud menguping. Tapi tadi tidak sengaja terdengar. Maaf, ini bukan urusan saya. Eh... ini es teh buat Mbak Silvia dan Mas Bara,” ujar Asih dengan gugup, lalu langsung pergi setelah meletakkan es teh itu ke atas kursi dekat pohon Tabebuya.Bara masih berdiri mematung, menatap punggung Asih yang berjalan menjauh dengan langkah terburu-buru.Melihat perhatiannya tertuju pada perempuan itu, aku mendengus sinis. “Bu Asih sepertinya cocok untuk jadi istrimu, Mas, dia—”“Jangan mulai menjodohkanku dengan siapa pun!” sela Bara tajam. Suaranya rendah namun sarat akan penekanan yang membuatku bungkam. Tanpa membuang waktu lagi, ia langsung membalikkan badan dan berjalan pergi meninggalkanku begitu saja.Aku menghela napas dalam, menatap punggung tegap pria itu dengan perasaan yang campur aduk. Kesal, gengsi, dan ada rasa sesak yang aneh. Namun kemudian perhatianku teralihkan. Suara deru mesin mobil yang keras memecah keheningan halaman seko
最後更新: 2026-07-11
Chapter: Bab 54Sesampainya di halaman sekolah dasar, suara deru motor yang kubawa langsung menyita perhatian beberapa pekerja. Mereka tampak pangling melihatku, perempuan kota yang biasanya melangkah anggun atau menggerutu menghindari lumpur, kini datang membelah debu dengan pakaian khas Bara, lengkap dengan sepatu boot dan motor hitam kokoh ini.Mobil Hilux hitam milik Bara sudah terparkir di sana. Aku menghentikan motor tepat di sisi mobil Bara dengan sekali sentakan standar samping. Pandanganku menyapu halaman. Dan Bara ada di sana, di sisi Asih, entah apa yang mereka bincangkan yang pasti mereka berdua menatapku dengan terkejut. Pria itu pasti tak menyangka aku seberani ini datang ke proyek, tapi aku tak peduli. Aku masuk saja, melambaikan tangan ke arah Asih bukan Bara, lalu menyapa pekerja dan ikut berdiri di antara para pekerja yang tadi sibuk.“Bu Silvi... apa kabar?” tanya seorang yang hampir tak kukenali.“Lho, Mas Jaka ya, gimana lengannya... aman?” tanyaku sumringah.“Oh, aman Bu. Terima
最後更新: 2026-07-10
Chapter: Bab 53Aku membalik lembar demi lembar dokumen itu dengan napas yang memburu. Lembar demi lembar kertas berstempel resmi itu justru memunculkan sejuta spekulasi di kepalaku. Apakah Bara sebenarnya sudah mempersiapkan semua ini sejak lama? Ataukah selama ini aku yang terlalu picik, menutup mata dari fakta bahwa pria desa itu memiliki kuasa atau jaringan yang tidak pernah kupahami sebelumnya?“Sialan, Bara. Sebenarnya apa yang kamu rencanakan?” bisikku frustrasi, melemparkan map cokelat itu kembali ke atas kasur.Aku mengacak rambutku frustrasi. Pikiranku bercabang. Di satu sisi, aku merasa menang karena seluruh aset ini akhirnya resmi jatuh ke tanganku, membuktikan bahwa aku, Silvia Gunawan, berhasil mengambil apa yang sudah menjadi hak keluargaku. Namun di sisi lain, bayangan sorot mata Bara yang dingin dan penuh antipati sore tadi terus menghantuiku. Mengapa dia melepaskan aset berharga ini dengan begitu mudah? Tanpa tuntutan, tanpa syarat, seolah-olah seluruh kekayaan Eyang Gun ini tidak a
最後更新: 2026-07-02
Chapter: Bab 52Suara langkah kaki Bara yang berat terdengar mendekat dari teras. Pintu depan terbuka, menampilkan sosok tegapnya yang tampak lelah setelah seharian pergi. Aku meremas jemariku sendiri untuk menetralisir rasa gugup yang mendadak menyerang.Namun, belum sempat aku membuka mulut untuk menyapa atau mengutarakan apa yang sudah kupersiapkan sejak pagi, Bara melangkah masuk melewati pintu dan berhenti tertegun di sana. Ia menatapku dalam diam, tatapannya tajam namun sedetik kemudian ia memalingkan wajahnya. Ekspresinya berubah dan sorot matanya yang tadi sempat teduh kini berubah menjadi dingin.Antipati. Pria itu benar-benar menunjukkan penolakan bahkan sebelum aku sempat bersuara.Ia meletakkan sebuah map cokelat tebal di atas meja dengan bunyi debukan pelan. “Semua dokumen aset milik Eyang Gun sudah aku urus pengalihannya atas namamu. Untuk berkas perceraian, pengacaraku di kota sedang menyiapkannya. Kamu tinggal tanda tangan kalau sudah jadi,” ucap Bara datar, suaranya sedingin es.Kali
最後更新: 2026-07-02
Chapter: Bab 51Jatuh cinta? Sama si Capybara kaku itu?Aku menggeleng kuat-kuat, mencoba menyangkal dugaan Maisaroh yang terdengar sangat tidak masuk akal bagiku. "Eng-enggak, Mai! Enggak mungkin!" sanggahku terbata-bata dengan sisa air mata yang masih mengalir di pipi.“Kalau nggak mungkin, ngapain Mbak sampai nangis begini?” tanya balik Maisaroh.“Aku... aku cuma kaget saja. Lagipula, dia egois banget semalam. Main pergi begitu saja tanpa diskusi lagi!” jawabku asal tapi jawabanku malah membuat Maisaroh tersenyum kecil.Maisaroh tidak mendebatku. Ia menghela napas panjang, menatapku dengan pandangan iba yang membuatku merasa semakin tersudut. Ia melepaskan pegangannya di bahuku, lalu duduk bersila di lantai, bersandar pada kaki kursi.“Mbak Silvi...” Maisaroh memulai, suaranya terdengar jauh lebih dewasa dari usianya. “Mbak Silvi mungkin bisa membohongi saya, atau membohongi diri Mbak sendiri. Tapi hati itu tidak bisa dipaksa bohong, Mbak. Kalau Mbak beneran senang mau cerai dan kembali ke kota, h
最後更新: 2026-07-02