author-banner
NomNom69
NomNom69
Author

Novel-novel oleh NomNom69

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Juned, Seorang Pria kampung yang baru saja di-PHK di sebuah Pabrik tempat ia bekerja. Karena hal itu, kehidupan Juned serta kerja kerasnya selama ini tak lagi terlihat dan di anggap. Setelah mengetahui Istrinya yang bekerja di kota malah pergi bersama Sang Mantan Kekasihnya, Juned memilih untuk menyusul Istrinya ke kota dan bekerja sebagai Supir Pribadi dari Seorang Wanita Karier yang tinggal dengan anak sematawayangnya. Perantauannya tak mudah ketika ia harus mengabdi kepada Sang Majikan dan melayani setiap tugas yang diberikan. Bahkan Tugas yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi Sang Majikan di saat ia juga harus menemui Sang Istri.
Baca
Chapter: Kenakalan Yang Semakin Menjadi
Juned melangkah pelan menaiki satu per satu anak tangga, mengawasi setiap sudut dengan waspada sebelum membuka pintu kamar Ratna. Pintu berderit halus ketika ia mendorongnya perlahan, dan pandangannya langsung tertuju pada sosok Ratna yang rupanya sudah lelap tertidur di balik selimut tipis. Dengan langkah sepelan mungkin, Juned berjalan mendekati lemari kayu di sudut ruangan untuk mengambil baju gantinya. Ia sempat menghentikan gerakannya saat selimut Ratna sedikit tersingkap, lalu merapikan kain itu hingga menutupi bahu mulus sang wanita kesayangannya. "Tidur yang nyenyak ya, Na..." bisik Juned amat lirih, nyaris tak bersuara. Pria itu memiringkan tubuhnya, menunduk perlahan untuk mendaratkan satu kecupan hangat di kening Ratna yang tenang. Usai mengusap rambut Ratna lembut, Juned melangkah mundur jinjit keluar kamar, menutup pintu tanpa suara, lalu bergegas turun kembali menemui Nayla di bawah. Begitu melangkah turun ke lantai bawah, Juned mendapati Nayla sudah berdiri di depan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Kerinduan Yang Terbebas
Juned tak bisa lagi menolak, ia mengikuti langkah Ratna mendekati ranjang empuk di tengah ruangan. Begitu Juned merebahkan diri, Ratna perlahan merayap turun, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan godaan.Jemari lentiknya mengusap lembut paha Juned sebelum akhirnya bibir dan mulutnya yang hangat menyapa kejantanan pria itu secara manja. Sentuhan ritmis nan lihai dari Ratna seketika menyengat saraf-saraf Juned, membuatnya memejamkan mata erat-erat."Nghh... Na..." gumam Juned tertahan, jemarinya meremas kuat sprei di bawahnya demi meredam gejolak hasrat dan sensasi nikmat yang mendadak membakar seluruh tubuhnya.Ratna menyandarkan dahinya di dada bidang Juned sejenak, mengumpulkan napasnya yang memburu sebelum akhirnya menyunggingkan senyum penuh kemenangan. Ia perlahan bergerak naik, memanjat tubuh Juned hingga duduk pas tepat di atas pangkuan pria itu.Jemari lentik Ratna yang gemetar bergerak cermat, mengarahkan pusat kehangatannya tepat di atas jantan Juned yang menegang kera
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Kerinduan Sang Nyonya
Juned mengusap tengkuknya yang mendadak terasa hangat, berdeham pelan untuk memecah keheningan yang makin menyudutkannya. "Siang nanti saya mau antar Nayla pulang dulu ke rumah..." ujar Juned dengan nada berat, mencoba mengalihkan pembicaraan dari tawaran sepihak itu.Ratna terkekeh tipis seraya mengibaskan tangannya santai, menepis keraguan di wajah pria di sampingnya. "Ya enggak apa-apa dong, justru makin bagus kalau kamu pulang dulu sekalian izin langsung sama istrimu dan mertuamu di sana."Ia menyandarkan punggung ke sandaran kursi, melipat tangan di dada dengan ketenangan yang dominan. "Apalagi alasannya sudah jelas, Nayla kan memang mau menuntut ilmu dan kuliah di kota ini, masa iya mereka tega melarang?" tambah Ratna lagi dengan ulasan senyum yang makin mantap.Ketakutan yang sejak tadi menyelimuti dada Nayla seketika sirna mendengarkan pembelaan telak dari Ratna. Gadis itu refleks memajukan tubuhnya ke arah meja, menatap Juned dengan binar mata yang memancarkan pendar lega lua
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Penawaran Sepihak
"Jadi... kamu tidur di sini sama adik iparmu, Ned?" tanya Ratna dengan nada datar, jemarinya mengetuk-ngetuk pelan permukaan seprai di samping paha Juned yang kini sudah terduduk bersandar kaku di kepala ranjang."I-iya... Kamu kok enggak bilang kalau udah pulang?" sahut Juned gagap, meremas selimut tebal yang menutupi dada hingga batas lehernya demi menyembunyikan keringat dingin yang mendadak menetes.Ratna menghembuskan napas panjang, melipat kedua tangannya di dada seraya berpaling. Pandangan matanya yang dingin merayap perlahan, mengunci sosok Nayla yang berdiri kaku di dekat pintu dengan jemari saling bertautan erat dan wajah yang kian pucat pasi."Siapa nama kamu?" tanya Ratna, meneliti penampilan Nayla dari ujung rambut hingga daster tipis yang melekat di tubuh gadis itu."N-Nayla, Bu..." jawab Nayla terbata-bata, merapat ke kusen pintu seolah ingin menghilang ditelan tembok."Kamu lagi ngapain tadi di dapur?" cecar Ratna tanpa mengalihkan sorot matanya yang sarat nada intimid
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Kepergok!
Nayla menyunggingkan senyum nakal, mengabaikan rasa kantuk yang sempat menguasai matanya. Gadis itu makin merapatkan tubuhnya, lalu mulai mendaratkan kecupan-kecupan kecil beruntun di sepanjang rahang hingga leher Juned."Tapi sebelum tidur... Mas enggak mau 'oleh-oleh' dulu?" bisik Nayla renyah seraya mengecup bibir Juned sekilas.Tangan Nayla yang mulus merayap turun perlahan di atas perut tegap Juned, menyusup masuk ke dalam celana pria itu dan langsung menjamah area kejantanannya yang mulai hangat."Nayla... katanya tadi mau tidur?" gumam Juned dengan suara memberat, menatap gadis di sampingnya."Kan tidur masih lama, Mas..." sahut Nayla mengedipkan sebelah matanya, seraya mempermainkan jemarinya dengan remasan halus yang kian nakal. "Lagian... kasihan kan adiknya Mas Juned kalau dibiarin kesepian gini?"Juned menghembuskan napas berat, menikmati sentuhan manja yang mulai membangkitkan kembali gairahnya."Nakal ya kamu..." desik Juned seraya merengkuh pinggang Nayla lebih rapat.N
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Menepis Kekhawatiran
Nayla justru bersikap begitu enteng menghadapi raut cemas pria di hadapannya. Gadis itu terkekeh pelan, lalu menyusupkan jemarinya untuk membelai lembut rahang Juned yang tampak tegang."Ya hamil tinggal hamil aja, Mas, apa susahnya?" ujar Nayla dengan santai tanpa beban. "Toh kalau sampai benih Mas Juned jadi, ini kan anak Mas sendiri. Aku enggak pernah ya ngelakuin hal kayak gini sama cowok lain, dari dulu cuma sama Mas Juned doang."Juned mengerutkan dahinya dalam-dalam. Otaknya mencoba memutar ingatan masa lalu, merangkai kembali momen pertama kali mereka melakukan hubungan intim yang membayangi pikirannya."Tapi... seingat Mas, pas pertama kali kita ngelakuin dulu, kamu udah enggak perawan kan, Nay?" tanya Juned mengonfirmasi, menatap lurus mata gadis di pangkuannya untuk mencari kebenaran.Nayla menyunggingkan senyum tipis di bibirnya, membalas tatapan Juned tanpa ada rasa canggung sedikit pun."Oh, yang itu..." sahut Nayla rileks seraya merapikan poni rambutnya yang lepek oleh
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Perhatian, Kesamaan Nama Karakter dan Tempat hanya kebetulan semata. Luki seorang pemuda berusia 26 Tahun, terbiasa hidup santai menikmati kekayaan kedua orang tua. Namun suatu hari, Kedua orang tuanya terjerat kasus korupsi besar dan di tangkap pihak kepolisian, yang membuat seluruh aset milik keluarganya di sita. Kini Luki tidak memiliki apapun selain seorang Kakak Angkat yang bernama Ajeng berusia 27 Tahun. Namun di saat itu, Adik dari Papahnya yaitu Tante Sarah datang dan menawarkan untuk tinggal bersamanya. Disinilah, Kisah Kenikmatan Luki lahir di dalam Rumah Tante Sarah.
Baca
Chapter: Georgio Lukas Hermansyah.
Pemandangan hijau dari pepohonan asri di pinggiran kota Medan menyambut pagi pertama mereka di rumah baru yang cukup luas itu. Luki baru saja selesai memasang papan nama kecil di depan pintu, sementara Sarah sedang sibuk menata vas bunga di atas meja ruang tamu."Gimana, Mas Luki? Udah pas belum posisi sofanya kalau di pojok situ?" tanya Sarah sambil mengelap keringat di dahi dengan punggung tangannya.Luki berjalan mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Sarah dari belakang dengan penuh kemesraan. Ia mencium pundak Sarah yang sekarang sudah resmi menggunakan identitas baru sebagai istrinya di mata para tetangga."Udah pas banget, Sayang. Rumah ini bakal jadi awal yang baru buat kita, nggak ada lagi bayang-bayang Jakarta," jawab Luki sambil mengeratkan pelukannya.Sarah membalikkan badannya, menatap wajah pria yang kini menjadi tumpuan hidupnya itu dengan mata yang berbinar bahagia. Ia merasa sangat aman berada di kota ini, jauh dari segala kerumitan kasus hukum yang menimpa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Langkah Akhir
Mobil-mobil hitam tanpa plat nomor itu melaju kencang menembus jalanan setapak yang dikelilingi pohon-pohon besar. Herman duduk di samping Baskoro dengan wajah yang sangat tegang, matanya terus memperhatikan layar pelacak yang dipegang oleh salah satu anggota intel di kursi belakang."Dia nggak akan bisa lari lebih jauh lagi, Man. Tim kita sudah menutup semua akses keluar dari area ini," ucap Baskoro sambil memutar kemudi dengan sigap.Hermawan hanya diam, namun rahangnya mengeras saat melihat sebuah rumah kayu sederhana yang tersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Begitu mobil berhenti, tim intel langsung keluar dengan senjata lengkap dan mengepung seluruh sudut rumah tersebut dengan sangat rapi."Keluar, Maria! Jangan buat keadaan jadi lebih sulit buat kamu sendiri!" teriak pimpinan intel melalui pengeras suara.Pintu rumah itu terbuka perlahan, menampakkan sosok Maria yang tampak berantakan dengan wajah penuh ketakutan. Ia sempat mencoba lari ke arah pintu belakang, namun dua
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Pelarian, Kebahagiaan, Dan Kebebasan
Cahaya matahari pagi di Kalimantan masuk malu-malu lewat celah gorden kamar hotel, menyinari Luki dan Sarah yang masih bergelung di balik selimut. Suasana begitu tenang, sangat kontras dengan ketegangan yang mereka lalui di Jakarta kemarin.​"Luk, kita nggak bisa balik lagi ke sana. Kamu siap kan jadi pasangan Tante buat selamanya?" tanya Sarah sambil mengusap pipi Luki lembut.​Luki menatap mata Sarah dalam-dalam, merasakan ketulusan sekaligus beban besar yang kini mereka bagi bersama. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangguk mantap lalu mengecup dahi wanita yang kini menjadi pelabuhan terakhirnya itu.​"Aku siap, Tan. Dari awal aku udah milih untuk berdiri di samping Tante, apa pun risikonya," jawab Luki pelan namun penuh keyakinan.​Sarah tersenyum manis, sebuah senyuman yang belum pernah Luki lihat sebelumnya, lalu ia menarik tengkuk Luki untuk mendekat. Bibir mereka bertemu dalam sebuah cumbuan yang lembut, perlahan berubah menjadi luapan gairah yang romantis dan penuh perasaan.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Pelarian Luki dan Sarah
Luki dan Ajeng berdiri agak menjauh dari kerumunan petugas yang masih sibuk di butik. Mereka saling berhadapan, namun ada kecanggungan yang menggantung di antara mereka setelah semua rahasia besar ini terbongkar."Jadi, kamu beneran bakal pergi ya, Jeng?" tanya Luki sambil memasukkan tangan ke saku celananya, berusaha menyembunyikan jarinya yang sedikit gemetar.Ajeng mengangguk pelan, matanya masih sedikit sembab tapi sorotnya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Ia menatap Luki dengan tatapan yang sulit diartikan, antara rasa terima kasih dan perpisahan yang berat."Aku harus, Mas. Aku pengen kenal Papa lebih jauh lagi, dan mungkin ini satu-satunya cara biar aku bisa tenang," jawab Ajeng dengan suara yang lembut.Luki tersenyum getir, lalu mengacak rambut Ajeng pelan seperti yang biasa ia lakukan dulu sebelum suasana menjadi serumit ini. Ia tahu bahwa mulai hari ini, kehidupan mereka tidak akan pernah sama lagi."Jaga diri baik-baik ya di sana. Jangan lupa kabari kalau sudah sam
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Perpisahan Ajeng dan Luki
Baskoro mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, memberikan kode singkat yang tidak disangka oleh siapa pun di ruangan itu. Seketika, beberapa pria berbadan tegap dengan jaket gelap dan senjata terselip di pinggang menyerbu masuk ke dalam butik."Tangkap Gunawan dan Peter sekarang juga!" perintah Baskoro dengan suara menggelegar yang membuat suasana butik seketika mencekam.Gunawan terbelalak dan mencoba mundur, namun para intel itu dengan sigap mengunci gerakannya serta memborgol tangannya ke belakang. Peter sempat ingin melawan, tapi ia langsung dilumpuhkan ke lantai oleh dua petugas lainnya sebelum sempat berkutik."Mas! Apa-apaan ini? Aku ini adik kamu sendiri, Mas!" teriak Gunawan sambil meronta-ronta di bawah cengkeraman petugas.Baskoro melangkah mendekat ke arah Gunawan, menatap adiknya itu dengan tatapan dingin tanpa ada lagi rasa kasih sayang yang tersisa. Ia mengeluarkan sebuah map berisi tumpukan dokumen yang sudah ia siapkan sejak lama."Kamu pikir aku nggak tahu soal pe
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Kebenaran Nyata
Luki memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju butik, sementara Tante Sarah hanya diam membisu sambil terus meremas tas tangannya. Begitu sampai, mereka melihat seorang pria paruh baya dengan setelan rapi sedang berdiri membelakangi pintu masuk."Itu orangnya, Tan," bisik Luki sambil membukakan pintu untuk Tante Sarah.Pria itu berbalik perlahan, menatap tajam ke arah mereka berdua. Ajeng yang berdiri di balik meja kasir tampak gemetar, matanya sembab seperti habis menahan tangis karena ketakutan."Baskoro? Bagaimana bisa kamu masih hidup?" tanya Tante Sarah dengan suara bergetar hebat saat mengenali wajah pria itu.Baskoro tidak menjawab pertanyaan itu, ia justru melangkah maju dengan tatapan yang menuntut jawaban pasti. Ia mengabaikan kehadiran Luki dan hanya fokus pada wanita di depannya."Cukup basa-basinya, Sarah. Katakan padaku sekarang, di mana anak saya?" tanya Baskoro dengan nada suara yang berat dan dingin.Ajeng menunduk dalam, ia benar-benar bingung kenapa tamu yang i
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

Dayat, Seorang Teknisi handal spesialis dalam memperbaiki elektronik ataupun kelistrikan. Menjalani kesehariannya sebagai seorang Tukang Servis panggilan dalam lingkungan sebuah komplek Elit yang rata-rata di huni oleh para Wanita dewasa kesepian. Demi bertahan hidup dan melunasi sisa hutang keluarganya, dayat harus berjuang mengambil resiko dan mencari peluang bahkan dalam lubang sesempit apapun. Godaan silih berganti, para wanita berkuasa yang haus akan sentuhan pria, membuat dayat sering kali membuat pilihan dan bertahan demi tujuannya.
Baca
Chapter: Pekerjaan Tambahan?
Dua cangkir kopi sudah kandas, menyisakan obrolan hangat dan tawa kecil yang masih mengudara di dalam kamar. Namun, momen santai mereka mendadak terhenti ketika ponsel Astrid yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.Astrid menjangkau ponselnya. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ia menatap Dayat sambil meringis pelan."Pihak resort, Mas..." bisik Astrid. Ia lalu menggeser tombol hijau. "Halo, selamat sore, Pak?""Selamat sore, Mbak Astrid. Maaf mengganggu waktunya," suara manajer resort terdengar dari seberang telepon. "Ini pengelola sudah selesai mengecek dan meriksa seluruh perbaikan kelistrikan di resort. Hasilnya aman, tapi kalau Mbak Astrid dan Mas Dayat ada waktu, bisa tolong ke kantor sebentar? Ada beberapa hal dan berkas administrasi yang mau kita selesaikan.""Oh iya, Pak, siap! Ini kami langsung bersiap-siap ke kantor ya," jawab Astrid kooperatif."Baik, Mbak. Terima kasih banyak ya, saya tunggu di kantor check-in."Sambungan telepon pun terputus. Astrid mengh
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Keringat Yang Tuntas
Astrid mendesis sangat kesal. Wajahnya memerah padam bukan lagi karena gairah, melainkan karena emosi yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun."Ckk! Apalagi sih sekarang ini?!" bisik Astrid berang dengan suara bergetar menahan marah. "Bangsat banget... orang udah mau di ujung juga, malah diganggu begini!"Dengan napas memburu dan raut muka ditekuk, Astrid terpaksa mencabut penyatuan mereka. Ia turun dari tubuh Dayat, meraih handuk yang tergeletak di dekat meja, lalu menyertakannya dengan cepat membalut dadanya hingga bawah pinggul.Tanpa membuang waktu, Astrid melangkah lebar-lebar dengan kekesalan yang membuncah menuju pintu kamar. Sambil menghentakkan kaki, ia memutar kunci dan membuka pintu cukup lebar dengan wajah bersiap menyemprot siapa pun yang berdiri di luar.Namun, kalimat makian yang sudah di ujung lidah Astrid seketika tertahan.Bukan manajer resort atau pengelola yang berdiri di sana, melainkan seorang petugas penginapan lain yang tersenyum sopan sambil menyodorkan sekant
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Gangguan Bertubi-tubi
Astrid mendecak kesal dengan napas yang masih memburu. Wajahnya yang semula memerah akibat kenikmatan kini berganti menjadi raut sebal karena momen indahnya terpotong di tengah jalan."Ckk! Kampret banget sih..." bisik Astrid setengah berbisik tapi sarat akan rasa jengkel. "Lagi enak-enaknya full service malah diganggu room service!"Dengan malas dan setengah cemberut, Astrid menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Dayat membebaskan diri dari atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutup dadanya yang masih bertelanjang bulat, lalu menatap Dayat dengan pandangan menuntut."Mas, cepetan buka pintunya! Jangan lama-lama ya... aku lagi nanggung banget ini, buruan suruh pergi!" gumam Astrid serak sambil menggigit bibir bawahnya, menahan sisa-sisa gejolak gairah yang masih menggantung tinggi.Dayat terkekeh pelan melihat tingkah Astrid yang gemas dan tidak sabaran. Dengan cepat Dayat menarik celana fisiknya, membenahi kausnya yang sempat agak berantakan, lalu menepuk pelan paha Astrid di b
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Room Service
Setelah merapikan seluruh peralatan dan memasukkannya ke dalam kotak perkakas, Dayat dan Astrid menyusuri setiap sudut ruangan sekali lagi. Mereka memastikan sakelar, kabel, serta stopkontak berfungsi sempurna dan aman. Yakin tidak ada yang tertinggal, mereka keluar dari bangunan resort, mengunci pintu rapat-rapt, lalu bergegas menuju kantor check-in untuk mengembalikan kunci.Di meja resepsionis, Astrid menyerahkan kunci sekaligus menyampaikan laporan singkat bahwa seluruh perbaikan kelistrikan di resort sudah rampung dikerjakan.Sang manajer resort menyambut mereka dengan ramah, lalu teringat sesuatu. "Oh iya, Mas Dayat, Mbak Astrid... tadi Pak Handoko sempat telepon saya. Beliau minta tolong menyampaikan ke kalian berdua untuk stay dulu di penginapan."Dayat menaikkan alisnya. "Oh, gitu ya, Pak? Ada arahan apa lagi dari Pak Handoko?""Pak Handoko minta pihak pengelola resort untuk ngecek dan tes jalan dulu seluruh hasil perbaikannya," terang manajer itu menjelaskan. "Jadi maksud be
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Menyelesaikan Yang Tertunda
Astrid membebaskan kuluman bibirnya sejenak, mendongak menatap Dayat dengan binar mata nakal seraya menyunggingkan senyum polos yang dibuat-buat."Lho, aku kan juga lagi kerja ini, Mas... Lagi nyervis montirnya biar semangat kerjanya," kilah Astrid santai tanpa rasa dosa, jemarinya malah makin asyik mengelus bagian sensitif Dayat.Dayat menghela napas panjang, berusaha mempertahankan keseimbangannya di atas kursi sambil menahan gejolak nikmat yang mendadak menyengat tubuhnya."Bukan gitu cara kerjanya, Mbak Astrid..." ucap Dayat menggeleng pelan sambil merapikan kembali posisinya. "Minimal kita beresin dulu ini kabel-kabel sama kelistrikan resort. Nanti kalau perbaikannya udah beres semua... abis itu mau full service lagi juga gak apa-apa, bebas."Mendengar janji manis itu, mata Astrid seketika berbinar terang. Wajahnya langsung sumringah kesenangan seperti anak kecil yang baru saja dijanjikan hadiah manis."Beneran ya, Mas?! Janji lho ya! Awas kalau bohong!" seru Astrid antusias. Ia
Terakhir Diperbarui: 2026-07-27
Chapter: Keusilan Bergairah
Sinar matahari pagi menyusup dari celah tirai vila, menggantikan riuhnya suara hujan semalam dengan udara segar pegunungan. Di atas tempat tidur, Astrid perlahan membuka matanya. Merasakan kehangatan tubuh Dayat di sisinya, ia langsung merapatkan diri, melingkarkan lengan mulusnya di dada Dayat dan mendaratkan manja kepalanya di sana."Pagi, Mas Dayat..." bisik Astrid dengan suara khas bangun tidur yang serak namun manis, jemarinya mengusap pelan dada pria itu. "Masih pegel semua nih badan aku gara-gara full service kamu semalam..."Dayat tersenyum tipis, mengusap rambut Astrid yang berantakan dengan lembut, lalu mengecup keningnya singkat. Namun, teringat akan tugas penting yang menanti hari ini, Dayat menghentikan usapannya dan menatap Astrid."Pagi, Mbak," sahut Dayat santai namun tegas. "Udah, makin manja aja nih. Ayo bangun, kita harus buruan mandi terus jalan."Astrid menyunggingkan bibir meweknya, cemberut manja. "Ih, Mas Dayat mah... masih betah di kasur tahu. Buru-buru banget
Terakhir Diperbarui: 2026-07-26
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

Raga, pria berusia 25 tahun, memilih hidup sederhana sebagai penjaga sebuah kos putri di pinggiran kota. Di mata orang lain, ia hanyalah pemuda biasa yang bekerja demi menyambung hidup. Tak ada yang tahu, Raga menyimpan masa lalu kelam yang membuatnya menyingkir dari kehidupan sebelumnya. Hari-harinya terlihat tenang, hingga kedatangan para penghuni baru mengubah segalanya. Gadis manja, janda muda, hingga wanita pekerja keras—semuanya tinggal di bawah atap yang sama, dengan rahasia dan kehangatan masing-masing. Godaan datang tanpa henti. Senyum samar, lirikan penuh arti, dan momen-momen intim yang tak sengaja tercipta membuat Raga harus berjuang menahan diri. Namun semakin ia menolak, semakin kuat tarikan yang menyeretnya ke dalam hubungan terlarang dengan para penghuni kos. Bisakah Raga bertahan menjaga batas, atau justru tenggelam dalam gairah liar yang siap membakar dirinya?
Baca
Chapter: Ending Kebahagiaan Kedua Istri
Raga melangkah masuk ke halaman rumah dengan wajah yang sumringah, hampir saja ia bersiul saking senangnya. "Wah, Mas Raga pulang-pulang kok senyumnya lebar banget, ada apa Mas?" tanya Ranti sambil meletakkan tumpukan baju di sampingnya.Raga langsung duduk di antara mereka dengan semangat, ia menaruh kopi bungkusan yang ia bawa dari warung desa. "Kabar bagus, Dek! Ternyata orang-orang di desa sini baik banget, Mas baru aja ngobrol sebentar, eh malah ditawarin bantuan kayu buat bikin keramba," pamer Raga sambil menatap kedua istrinya bergantian.Wulan tersenyum lega, ia mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Syukurlah kalau Mas diterima baik di sini, aku sempet khawatir orang kota kayak Mas bakal kaku kalau ngobrol sama warga desa," sahut Wulan sambil terkekeh kecil.Raga menggeleng mantap, ia merasa benar-benar dihargai bukan karena uangnya, tapi karena sikapnya. "Nanti sore Mas mau ambil kayunya ke rumah Pak RT, beliau malah mau bantu Mas masang pondasinya juga biar kuat nahan ar
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Awal Hidup Damai
Tante Paula mengangguk pelan ke arah kedua wanita itu, lalu memberikan isyarat dengan matanya. "Wulan, ajak Ranti masuk ke kamar dulu ya, Tante mau bicara sebentar sama Raga. Ada hal penting soal urusan rumah ini," ucap Tante Paula dengan nada yang tidak bisa dibantah namun tetap terdengar tenang. Wulan yang sudah paham tabiat Tante Paula segera mengajak Ranti masuk. "Ayo, Ran, kita beresin kamar buat Tante Paula juga kalau beliau mau menginap," ajak Wulan sambil menggandeng tangan Ranti yang tampak sedikit tegang. Setelah memastikan kedua wanita itu masuk ke dalam rumah, Tante Paula mengajak Raga duduk di kursi teras. Ia melipat tangannya di dada, menatap lurus ke arah danau dengan tatapan dingin yang selama ini ia sembunyikan di depan Wulan. "Raga, dengarkan Tante baik-baik," buka Tante Paula tanpa basa-basi lagi. "Kamu sekarang benar-benar aman tinggal di sini. Carmella dan Lucy sudah Tante singkirkan, mereka nggak akan pernah bisa mengganggu kamu atau menyentuh keluarga kamu la
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Raga & Wulan
Arkhan duduk di kursi kayu teras rumah yang menghadap langsung ke danau, sementara Wulan dan Ranti duduk di hadapannya. Suasana sangat tenang, hanya terdengar suara air danau yang tenang, membuat Arkhan merasa ini adalah waktu yang tepat untuk jujur sepenuhnya. "Ran, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu sebelum kita melangkah lebih jauh di sini," ucap Arkhan dengan nada bicara yang berubah menjadi lebih berat dan serius. Ranti mengernyitkan dahi, ia menatap pria di depannya itu dengan rasa penasaran yang besar. "Ada apa lagi, Mas? Bukannya semua rahasia sudah selesai di kosan kemarin?" tanya Ranti dengan suara lembut. Arkhan melirik istrinya, lalu menarik napas panjang seolah ingin membuang beban yang selama ini menghimpit pundaknya. "Nama aku dan Intan itu sebenarnya bukan Arkhan dan Intan, Ran... nama asli aku adalah Raga, dan istriku ini namanya Wulan," ungkap Raga dengan tatapan yang jujur. Wulan hanya mengangguk pelan, ia menggenggam tangan Ranti seolah menguatkan bahwa apa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Arkhan dan Kedua Istrinya
Arkhan yang sedang terlelap langsung terjaga saat mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi. Ia melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit, memperlihatkan Intan yang sedang membungkuk di depan wastafel, berusaha mengeluarkan isi perutnya namun hanya cairan bening yang keluar. "Lho, Dek? Kamu kenapa? Masuk angin ya?" tanya Arkhan sambil menghampiri Intan dan memijat tengkuk istrinya dengan lembut. Intan hanya menggeleng lemah, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin membasahi dahinya. "Nggak tahu Mas, tiba-tiba aja mual banget, bau minyak wangi kamu di baju juga rasanya bikin perut aku nggak enak," sahut Intan sambil berkumur untuk menghilangkan rasa pahit di mulutnya. Arkhan terdiam sejenak, otaknya langsung teringat sesuatu yang ia simpan di dalam laci lemari pakaian sejak bulan lalu. Ia segera berlari menuju lemari dan mengambil sebuah kotak kecil berisi tespek yang memang sengaja ia beli untuk berjaga-jaga. "Ini, kamu coba cek dulu pake ini, Mas curiga kamu bukan sekadar masuk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Kehebohan Wanita-wanita Arkhan
Baru saja Arkhan ingin bernapas lega, tiba-tiba Raya muncul dari balik pagar dengan wajah yang ditekuk masam. Ia langsung berdiri di depan Arkhan, tidak peduli dengan keberadaan Intan, Ranti, dan Nita yang masih berkumpul di sana. "Mas Arkhan pilih kasih banget sih! Kalau emang mau nambah, kenapa cuma mereka berdua? Aku juga mau dong jadi istri keempat!" seru Raya dengan suara lantang yang membuat para penghuni kos lainnya langsung melongokkan kepala. Belum sempat Arkhan menjawab, Anna datang dengan langkah terburu-buru, wajahnya terlihat sembap seperti habis menangis. "Aku juga nggak terima ya, Mas! Daripada tiap mau berhubungan Mas harus bayar aku atau beliin ini itu, mending sekalian nikahin aku aja biar sah!" teriak Anna sambil menunjuk ke arah kamarnya sendiri. Intan yang berdiri di samping Arkhan langsung mematung, matanya terbelalak menatap Anna lalu beralih ke ponsel mahal di tangan gadis itu. "Tunggu... jadi HP baru sama barang-barang mewah kamu kemarin itu dari Mas Arkhan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Ketidakadlilan Bagi Penghuni Yang Lain
Belum sempat Arkhan membuka mulut untuk membela diri, sesosok bayangan muncul di ambang pintu depan. Nita melangkah masuk dengan gaya santai, seolah tidak peduli dengan suasana panas yang sedang terjadi di ruang tengah itu. "Duh, berisik banget sih sampai ke kamar kos, ada pesta apa sih di sini?" tanya Nita dengan nada bicara yang enteng, sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. Intan, Ranti, dan Arkhan serentak menoleh ke arah Nita dengan ekspresi yang berbeda-beda. Nita hanya tersenyum tipis, matanya melirik nakal ke arah Arkhan yang wajahnya sudah tidak karuan warnanya. "Mbak Intan jangan terlalu kaget gitu dong, ya namanya juga resiko punya suami ganteng kayak Mas Arkhan," ucap Nita sambil memainkan ujung rambutnya dengan santai. Intan menatap Nita dengan tatapan kosong, seolah tenaganya sudah habis untuk terkejut lagi. "Jadi kamu juga, Nit? Kamu juga ada main sama suamiku?" tanya Intan dengan suara yang nyaris hilang. Nita tertawa kecil, ia melangkah mendekat tanpa ras
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Anda juga akan menyukai
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
4.2M Dibaca
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
559.4K Dibaca
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
432.5K Dibaca
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
348.7K Dibaca
Nyonya Puas Abang Lemas
Nyonya Puas Abang Lemas
Male Adult · Arandiah
299.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status