author-banner
NomNom69
NomNom69
Author

Novel-novel oleh NomNom69

Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

Dayat, Seorang Teknisi handal spesialis dalam memperbaiki elektronik ataupun kelistrikan. Menjalani kesehariannya sebagai seorang Tukang Servis panggilan dalam lingkungan sebuah komplek Elit yang rata-rata di huni oleh para Wanita dewasa kesepian. Demi bertahan hidup dan melunasi sisa hutang keluarganya, dayat harus berjuang mengambil resiko dan mencari peluang bahkan dalam lubang sesempit apapun. Godaan silih berganti, para wanita berkuasa yang haus akan sentuhan pria, membuat dayat sering kali membuat pilihan dan bertahan demi tujuannya.
Baca
Chapter: Keseharian Biasa
Aroma harum kuah sate padang yang hangat seketika menyeruak memenuhi ruang makan setelah bungkusan plastik dibuka. Ajeng dengan cekatan mengambil dua piring dan menuangkan sate beserta lontongnya ke atas piring, lalu duduk di hadapan Dayat dengan mata berbinar lapar.Mereka mulai menyantap makanan tersebut dalam suasana yang tenang namun hangat. Di sela-sela suapannya, Dayat teringat akan obrolan panas di telepon genggam tadi. Ia menelan makanannya, lalu menatap Ajeng yang duduk di depannya."Jeng, lain kali jangan keseringan godain Gita kayak tadi," kata Dayat memperingatkan dengan nada santai namun terselip senyum tipis. "Dia itu orangnya gampang baperan. Nanti kalau dia beneran ngamuk, repot kita."Ajeng yang baru saja menyuap sepotong lontong langsung terkekeh geli mendengar kekhawatiran pria di hadapannya itu. Ia menelan makanannya dulu sebelum membalas ucapan Dayat dengan wajah santai tanpa beban."Biarin aja sih, Mas. Gita mah enggak bakal bisa ngambek, apalagi sampai ngamuk sa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Makan Malam Mesra
"Ah, lu bisa aja, Luk," sahut Dayat sambil terkekeh canggung. "Kagak... ini tadi tuh sebenarnya sore-sore Mbak Putri nyuruh gue ke rumahnya. Katanya ada jalur kabel yang mau dirubah, tapi dia minta disuruh liat dulu malam ini. Ya udah, mumpung sempat, gue mampir bentar."Luki menaikkan satu alisnya, lalu melihat ke arah tangan Dayat yang kosong. "Oalah... pantesan lu kagak bawa alat-alat sama sekali dari tadi.""Nah, iya! Kan baru disuruh liat dulu, makanya gue enggak bawa apa-apa," jawab Dayat cepat, merasa agak lega karena umpannya langsung dimakan. Ia mengangguk-angguk meyakinkan.Namun, Luki tidak langsung menyudahi interogasinya. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, memperhatikan penampilan Dayat dari ujung kaki sampai ujung kepala di bawah cahaya lampu. Mata Luki menyipit saat menyadari sesuatu yang janggal pada rambut Dayat yang tampak klimis dan wajahnya yang terlihat begitu bersih."Tapi tunggu deh, Yat..." Luki menunjuk rambut Dayat dengan dagunya. "Lu liat kabel atau abis
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Tertangkap Basah
Dayat dan Arum melangkah keluar dari kamar mandi. Keduanya sudah tampak lebih segar, walau sisa-sisa kelelahan dari permainan panas tadi masih tertinggal di gurat wajah mereka. Arum berjalan dengan handuk yang hanya dililitkan sebatas dada, sementara Dayat berjalan di sampingnya sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Namun, langkah mereka terhenti sejenak saat melihat ke arah dapur. Ternyata, Mbak Putri sudah tidak ada lagi di atas kasur. Janda montok itu rupanya sudah berhasil mengumpulkan tenaganya kembali. Dengan hanya mengenakan daster tipis yang longgar, Putri terlihat sedang sibuk mengaduk sesuatu di dalam cangkir, membelakangi mereka. Aroma harum biji kopi yang pekat langsung menguar memenuhi ruangan. "Eh, udah bangun kamu, Put? Kirain bakal pingsan sampai pagi," goda Arum sambil terkekeh pelan. Putri menoleh, melemparkan tatapan pura-pura sebal sambil memegang sendok kecil. "Sialan kamu, Rum. Mas Dayat tuh yang enggak pakai perasaan genjotnya. Tapi untung badanku
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Kenikmatan Ganda
Melihat Mbak Putri yang sudah berada di atas tubuhnya, Dayat tidak mau lagi menjadi pihak yang pasif. Begitu milik mereka menyatu sempurna, gairah kelelakian Dayat benar-benar meledak. Dengan gerakan cepat dan tak terduga, Dayat memegang pinggang montok Putri, lalu membalikkan posisi tubuh mereka dengan satu hentakan kuat. Kini, Dayat berada di atas, menindih penuh tubuh Mbak Putri yang langsung memekik kaget sekaligus kegirangan. "Aahhh... Mas Dayat! Langsung kasar yaaa... hhh!" Tanpa memberikan jawaban, Dayat langsung mengerahkan seluruh tenaganya. Ia mulai menggenjot Mbak Putri dengan sangat kuat, cepat, dan liar. Setiap tusukan dalam yang diberikan Dayat membuat ranjang kayu di kamar itu mulai berdecit keras, beradu dengan suara kecapak basah yang semakin intens. "Aaaahhh! Mas... Mas Dayattt! Pelan-pelan, Mas... ughh, dalem banget... aaahh!" jerit Mbak Putri, matanya terpejam erat dengan kepala yang bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri. Kedua tangannya mencengkeram bahu Dayat
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Dua Hasrat Tak Berhenti
Keheningan kamar itu tidak bertahan lama. Pintu kembali terbuka perlahan, dan sosok Arum melangkah masuk dengan sangat santai. Namun kali ini, semua pakaiannya sudah ditanggalkan. Tubuh sintalnya yang polos tanpa busana tampak begitu menawan di bawah temaram lampu kamar, membuat pandangan Dayat lagi-lagi terkunci.Arum berjalan gemulai menghampiri ranjang, lalu merangkak naik mendekati Dayat. Ia sengaja menempelkan dada bidangnya ke tubuh Dayat yang masih berusaha mengatur napas, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu untuk membisikkan godaan nakal."Mas Dayat... udah siap kan? Sekarang giliran aku yang cobain punya Mas sampai puas ya," bisik Arum dengan nada yang sangat seksi, tangannya yang lentik perlahan mendorong dada Dayat hingga pria itu kembali berbaring telentang di atas kasur.Dayat hanya bisa pasrah, membiarkan Arum mengambil kendali. Dengan gerakan yang penuh percaya diri, Arum kemudian mengangkangi tubuh Dayat. Ia memosisikan dirinya di atas paha pria itu, lalu mer
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Dihimpit Dua Janda
Dayat masih duduk tegang di tengah kasur, memegangi bantal erat-erat untuk menutupi kejantanannya yang telanjang bulat. Kepalanya terus menoleh ke arah pintu dengan jantung yang berdegup kencang, bersiap untuk kemungkinan terburuk jika yang datang adalah Luki atau warga gang.Namun, ketakutannya buyar saat pintu kamar terbuka. Mbak Putri melangkah masuk kembali, tetapi ia tidak sendirian. Di belakangnya, mengekor seorang wanita lain yang penampilannya tak kalah memukau. Wanita itu memiliki perawakan yang sintal, wajah yang rupawan, dan tatapan mata yang sangat berani. Pakaiannya yang agak minim mempertegas lekuk tubuhnya yang seksi.Melihat ada orang asing masuk ke dalam kamar dalam kondisi dirinya yang polos, Dayat langsung tersentak kaget. Ia refleks memeluk bantal lebih erat, menekan benda itu kuat-kuat di atas pangkuannya demi menyembunyikan aset berharganya.Melihat kepanikan Dayat, Mbak Putri justru tertawa kecil dan berjalan santai mendekati ranjang. "Halah, enggak usah panik g
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Juned, Seorang Pria kampung yang baru saja di-PHK di sebuah Pabrik tempat ia bekerja. Karena hal itu, kehidupan Juned serta kerja kerasnya selama ini tak lagi terlihat dan di anggap. Setelah mengetahui Istrinya yang bekerja di kota malah pergi bersama Sang Mantan Kekasihnya, Juned memilih untuk menyusul Istrinya ke kota dan bekerja sebagai Supir Pribadi dari Seorang Wanita Karier yang tinggal dengan anak sematawayangnya. Perantauannya tak mudah ketika ia harus mengabdi kepada Sang Majikan dan melayani setiap tugas yang diberikan. Bahkan Tugas yang berhubungan dengan kebutuhan pribadi Sang Majikan di saat ia juga harus menemui Sang Istri.
Baca
Chapter: Macan Yang Tertidur
Juned menggeser layar ponselnya ke tombol hijau lalu menempelkan gawai itu ke telinganya. "Halo, Sin? Ada apa telpon sore-sore begini?" tanya Juned langsung membuka obrolan.Dari seberang telepon, suara Sinta terdengar agak serak dan cemas. "Ned, ini... Ibu masuk rumah sakit di kampung. Rencananya aku mau minta izin sama Bu Ratna hari Senin nanti buat pulang beberapa hari, kira-kira diizinin gak ya ama Bu Ratna?" tanya Sinta ragu.Juned mengernyitkan dahi, merasa heran dengan keputusan teman masa kecilnya itu. "Loh, kenapa harus nunggu Senin, Sin? Kan bisa dari besok aja kamu langsung berangkat pulang, nanti biar aku yang omongin langsung ke Bu Ratna," sahut Juned memberikan solusi.Sinta mengembuskan napas pelan di ujung telepon. "Sebenarnya aku pengennya gitu, Ned, tapi aku maunya Senin biar kamu bisa sekalian anterin aku pulang ke rumah kampung," jawab Sinta mengutarakan keinginannya.Juned berpikir sejenak, lalu memberikan opsi lain yang lebih cepat. "Yaudah, kalau gitu Minggu mal
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Keringat Di Kolam
Juned mengembuskan napas panjang sembari memegangi pinggang Ratna agar posisi mereka tetap seimbang di dalam air. "Tadi katanya disuruh berenang biar sehat, ini malah ngajak main di sini," sahut Juned menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Ratna.Ratna justru tersenyum lebar tanpa rasa bersalah, lalu semakin mempererat rangkulan lengannya di leher Juned. "Ya kan main juga termasuk olahraga, Ned, bikin keringetan juga," ucap Ratna dengan nada manja, lalu menambahkan, "Lagian udah lama banget kita gak main di kolam, mumpung rumah lagi sepi begini."Juned tidak bisa menahan senyumnya melihat sifat manja Ratna yang terkadang tak mau kalah itu. Ia mengangkat satu tangannya dari air, lalu menoel hidung Ratna dengan sangat lembut."Kamu tuh ya... emang paling bisa kalau nyari kesempatan," ucap Juned terkekeh pelan, membuat rona merah samar muncul di pipi Ratna.Di dalam air yang tenang, Juned menarik tubuh Ratna semakin mendekat hingga dada mereka saling bersentuhan. Ia memulainya de
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Ajakan Di Kolam Renang
Di dalam mobil yang sedang melaju membelah jalanan kota, Ratna sibuk membaca kembali lembaran resep vitamin dan suplemen yang diberikan dokter untuk Juned. Wajahnya tampak serius, sesekali matanya beralih menatap tajam ke arah Juned yang sedang fokus menyetir."Pokoknya mulai hari ini kamu harus benar-benar kurangi rokokmu itu, Ned! Dengar sendiri kan kata dokter tadi? Jangan disepeletin!" ceramah Ratna dengan nada suara yang meninggi dan penuh penekanan.Juned hanya bisa terdiam membisu, pandangannya tetap lurus menatap jalanan di depannya. Ia menganggukkan kepalanya pelan dengan raut wajah pasrah. "Iya, Na, aku denger kok," sahut Juned lirih.Ratna melipat resep itu dengan gerakan cepat, lalu menoleh ke arah kaca jendela luar sebelum kembali menatap Juned. "Jangan cuma iya-iya aja di mulut. Ini demi program hamil kamu sama Desi juga. Kalau sperma kamu gak bagus, gimana mau punya anak?" cecar Ratna lagi, membuat suasana di dalam mobil terasa kian menyudutkan bagi Juned.Juned mengemb
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Konsultasi Dokter
Setelah menyelesaikan makan malam di restoran, Juned segera mengemudikan mobilnya membelah jalanan malam menuju ke rumah. Begitu kendaraan terparkir rapi di garasi, mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah yang terasa begitu sunyi.Ratna menghentikan langkahnya di dekat anak tangga, lalu membalikkan badan menatap Juned yang sedang mengunci pintu depan. "Ned, malam ini tidur di kamarku ya seperti biasa," ucap Ratna dengan nada suara yang manja namun penuh penekanan.Juned menoleh dan mengangguk patuh tanpa membantah sedikit pun. "Iya, Na. Aku mandi dan ganti baju dulu di bawah, abis itu baru aku ke kamarmu," sahut Juned memberikan pengertian.Ratna tersenyum puas mendengar jawaban itu. "Yaudah, jangan lama-lama ya, aku tunggu di atas," ucap Ratna sambil membalikkan badan dan melangkah menaiki satu per satu anak tangga menuju kamarnya.Juned segera berjalan masuk ke kamarnya sendiri di lantai bawah untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan kaos serta
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: Tawaran Yang Sama
"Hmm..." Juned hanya merespons pendek sembari menganggukkan kepalanya pelan, lalu kembali meneguk kopinya untuk menyembunyikan perubahan ekspresinya.Ratna tidak menyadari perubahan itu dan terus melanjutkan ceritanya dengan antusias. "Soalnya kata Maudy, bahkan ibunya Aditya bakal bantu urusin kepindahan Maudy kalau mau, terus Aditya juga bisa bantu daftarin Maudy di kampus sana," ucap Ratna, lalu menambahkan, "Masalah tempat tinggal juga katanya nanti bakal disiapin sama orang tuanya Aditya."Juned hanya menyimak penuturan Ratna tanpa berniat memotong ataupun menimpali obrolan itu lagi."Bakal makin sepi ini rumah," gumam batin Juned miris, membayangkan hari-hari ke depannya tanpa kehadiran Maudy di rumah ini lagi.Keesokan harinya, setelah menyelesaikan seluruh rutinitas pekerjaan di kantor seperti biasanya, Juned bergegas pulang untuk menjemput Ratna. Kebetulan sore ini Juned tidak memiliki agenda apa pun dan Ratna juga sedang senggang, sehingga mereka memutuskan untuk pergi makan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Kecemburuan Terhadap Pelakor
Baru saja jempol Juned hendak mengetuk layar untuk membuka isi pesan itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat dari arah belakang."Ned," panggil Ratna dengan suara khas orang baru bangun tidur.Juned sontak menoleh ke belakang, sedikit terkejut dengan kehadiran Ratna yang tiba-tiba.Ratna melangkah mendekat sambil merapatkan piyama tidurnya, menatap Juned yang masih memegang ponsel. "Kok gak bilang kalau udah pulang?" ucap Ratna agak manja.Juned buru-buru menurunkan sedikit ponselnya dan tersenyum tipis. "Tadi aku ke kamarmu, kamu udah tidur ya udah aku gak mau bangunin," ucap Juned menjelaskan."Hmmm..." Ratna hanya bergumam pelan sambil berjalan ke samping kursi Juned.Detik berikutnya, mata Ratna langsung fokus menatap tajam ke arah layar ponsel Juned yang masih menyala terang. "WA dari siapa?" tanya Ratna menyelidik.Juned yang tidak ingin memicu salah paham langsung membalikkan layar ponselnya ke hadapan Ratna. "Oh... ini Na, WA dari adiknya Lusiana, baru mau ku baca
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

Raga, pria berusia 25 tahun, memilih hidup sederhana sebagai penjaga sebuah kos putri di pinggiran kota. Di mata orang lain, ia hanyalah pemuda biasa yang bekerja demi menyambung hidup. Tak ada yang tahu, Raga menyimpan masa lalu kelam yang membuatnya menyingkir dari kehidupan sebelumnya. Hari-harinya terlihat tenang, hingga kedatangan para penghuni baru mengubah segalanya. Gadis manja, janda muda, hingga wanita pekerja keras—semuanya tinggal di bawah atap yang sama, dengan rahasia dan kehangatan masing-masing. Godaan datang tanpa henti. Senyum samar, lirikan penuh arti, dan momen-momen intim yang tak sengaja tercipta membuat Raga harus berjuang menahan diri. Namun semakin ia menolak, semakin kuat tarikan yang menyeretnya ke dalam hubungan terlarang dengan para penghuni kos. Bisakah Raga bertahan menjaga batas, atau justru tenggelam dalam gairah liar yang siap membakar dirinya?
Baca
Chapter: Ending Kebahagiaan Kedua Istri
Raga melangkah masuk ke halaman rumah dengan wajah yang sumringah, hampir saja ia bersiul saking senangnya. "Wah, Mas Raga pulang-pulang kok senyumnya lebar banget, ada apa Mas?" tanya Ranti sambil meletakkan tumpukan baju di sampingnya.Raga langsung duduk di antara mereka dengan semangat, ia menaruh kopi bungkusan yang ia bawa dari warung desa. "Kabar bagus, Dek! Ternyata orang-orang di desa sini baik banget, Mas baru aja ngobrol sebentar, eh malah ditawarin bantuan kayu buat bikin keramba," pamer Raga sambil menatap kedua istrinya bergantian.Wulan tersenyum lega, ia mengusap lengan suaminya dengan lembut. "Syukurlah kalau Mas diterima baik di sini, aku sempet khawatir orang kota kayak Mas bakal kaku kalau ngobrol sama warga desa," sahut Wulan sambil terkekeh kecil.Raga menggeleng mantap, ia merasa benar-benar dihargai bukan karena uangnya, tapi karena sikapnya. "Nanti sore Mas mau ambil kayunya ke rumah Pak RT, beliau malah mau bantu Mas masang pondasinya juga biar kuat nahan ar
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Awal Hidup Damai
Tante Paula mengangguk pelan ke arah kedua wanita itu, lalu memberikan isyarat dengan matanya. "Wulan, ajak Ranti masuk ke kamar dulu ya, Tante mau bicara sebentar sama Raga. Ada hal penting soal urusan rumah ini," ucap Tante Paula dengan nada yang tidak bisa dibantah namun tetap terdengar tenang. Wulan yang sudah paham tabiat Tante Paula segera mengajak Ranti masuk. "Ayo, Ran, kita beresin kamar buat Tante Paula juga kalau beliau mau menginap," ajak Wulan sambil menggandeng tangan Ranti yang tampak sedikit tegang. Setelah memastikan kedua wanita itu masuk ke dalam rumah, Tante Paula mengajak Raga duduk di kursi teras. Ia melipat tangannya di dada, menatap lurus ke arah danau dengan tatapan dingin yang selama ini ia sembunyikan di depan Wulan. "Raga, dengarkan Tante baik-baik," buka Tante Paula tanpa basa-basi lagi. "Kamu sekarang benar-benar aman tinggal di sini. Carmella dan Lucy sudah Tante singkirkan, mereka nggak akan pernah bisa mengganggu kamu atau menyentuh keluarga kamu la
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Raga & Wulan
Arkhan duduk di kursi kayu teras rumah yang menghadap langsung ke danau, sementara Wulan dan Ranti duduk di hadapannya. Suasana sangat tenang, hanya terdengar suara air danau yang tenang, membuat Arkhan merasa ini adalah waktu yang tepat untuk jujur sepenuhnya. "Ran, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu sebelum kita melangkah lebih jauh di sini," ucap Arkhan dengan nada bicara yang berubah menjadi lebih berat dan serius. Ranti mengernyitkan dahi, ia menatap pria di depannya itu dengan rasa penasaran yang besar. "Ada apa lagi, Mas? Bukannya semua rahasia sudah selesai di kosan kemarin?" tanya Ranti dengan suara lembut. Arkhan melirik istrinya, lalu menarik napas panjang seolah ingin membuang beban yang selama ini menghimpit pundaknya. "Nama aku dan Intan itu sebenarnya bukan Arkhan dan Intan, Ran... nama asli aku adalah Raga, dan istriku ini namanya Wulan," ungkap Raga dengan tatapan yang jujur. Wulan hanya mengangguk pelan, ia menggenggam tangan Ranti seolah menguatkan bahwa apa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Arkhan dan Kedua Istrinya
Arkhan yang sedang terlelap langsung terjaga saat mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi. Ia melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit, memperlihatkan Intan yang sedang membungkuk di depan wastafel, berusaha mengeluarkan isi perutnya namun hanya cairan bening yang keluar. "Lho, Dek? Kamu kenapa? Masuk angin ya?" tanya Arkhan sambil menghampiri Intan dan memijat tengkuk istrinya dengan lembut. Intan hanya menggeleng lemah, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin membasahi dahinya. "Nggak tahu Mas, tiba-tiba aja mual banget, bau minyak wangi kamu di baju juga rasanya bikin perut aku nggak enak," sahut Intan sambil berkumur untuk menghilangkan rasa pahit di mulutnya. Arkhan terdiam sejenak, otaknya langsung teringat sesuatu yang ia simpan di dalam laci lemari pakaian sejak bulan lalu. Ia segera berlari menuju lemari dan mengambil sebuah kotak kecil berisi tespek yang memang sengaja ia beli untuk berjaga-jaga. "Ini, kamu coba cek dulu pake ini, Mas curiga kamu bukan sekadar masuk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Kehebohan Wanita-wanita Arkhan
Baru saja Arkhan ingin bernapas lega, tiba-tiba Raya muncul dari balik pagar dengan wajah yang ditekuk masam. Ia langsung berdiri di depan Arkhan, tidak peduli dengan keberadaan Intan, Ranti, dan Nita yang masih berkumpul di sana. "Mas Arkhan pilih kasih banget sih! Kalau emang mau nambah, kenapa cuma mereka berdua? Aku juga mau dong jadi istri keempat!" seru Raya dengan suara lantang yang membuat para penghuni kos lainnya langsung melongokkan kepala. Belum sempat Arkhan menjawab, Anna datang dengan langkah terburu-buru, wajahnya terlihat sembap seperti habis menangis. "Aku juga nggak terima ya, Mas! Daripada tiap mau berhubungan Mas harus bayar aku atau beliin ini itu, mending sekalian nikahin aku aja biar sah!" teriak Anna sambil menunjuk ke arah kamarnya sendiri. Intan yang berdiri di samping Arkhan langsung mematung, matanya terbelalak menatap Anna lalu beralih ke ponsel mahal di tangan gadis itu. "Tunggu... jadi HP baru sama barang-barang mewah kamu kemarin itu dari Mas Arkhan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: Ketidakadlilan Bagi Penghuni Yang Lain
Belum sempat Arkhan membuka mulut untuk membela diri, sesosok bayangan muncul di ambang pintu depan. Nita melangkah masuk dengan gaya santai, seolah tidak peduli dengan suasana panas yang sedang terjadi di ruang tengah itu. "Duh, berisik banget sih sampai ke kamar kos, ada pesta apa sih di sini?" tanya Nita dengan nada bicara yang enteng, sambil menyandarkan tubuhnya di bingkai pintu. Intan, Ranti, dan Arkhan serentak menoleh ke arah Nita dengan ekspresi yang berbeda-beda. Nita hanya tersenyum tipis, matanya melirik nakal ke arah Arkhan yang wajahnya sudah tidak karuan warnanya. "Mbak Intan jangan terlalu kaget gitu dong, ya namanya juga resiko punya suami ganteng kayak Mas Arkhan," ucap Nita sambil memainkan ujung rambutnya dengan santai. Intan menatap Nita dengan tatapan kosong, seolah tenaganya sudah habis untuk terkejut lagi. "Jadi kamu juga, Nit? Kamu juga ada main sama suamiku?" tanya Intan dengan suara yang nyaris hilang. Nita tertawa kecil, ia melangkah mendekat tanpa ras
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Perhatian, Kesamaan Nama Karakter dan Tempat hanya kebetulan semata. Luki seorang pemuda berusia 26 Tahun, terbiasa hidup santai menikmati kekayaan kedua orang tua. Namun suatu hari, Kedua orang tuanya terjerat kasus korupsi besar dan di tangkap pihak kepolisian, yang membuat seluruh aset milik keluarganya di sita. Kini Luki tidak memiliki apapun selain seorang Kakak Angkat yang bernama Ajeng berusia 27 Tahun. Namun di saat itu, Adik dari Papahnya yaitu Tante Sarah datang dan menawarkan untuk tinggal bersamanya. Disinilah, Kisah Kenikmatan Luki lahir di dalam Rumah Tante Sarah.
Baca
Chapter: Georgio Lukas Hermansyah.
Pemandangan hijau dari pepohonan asri di pinggiran kota Medan menyambut pagi pertama mereka di rumah baru yang cukup luas itu. Luki baru saja selesai memasang papan nama kecil di depan pintu, sementara Sarah sedang sibuk menata vas bunga di atas meja ruang tamu."Gimana, Mas Luki? Udah pas belum posisi sofanya kalau di pojok situ?" tanya Sarah sambil mengelap keringat di dahi dengan punggung tangannya.Luki berjalan mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Sarah dari belakang dengan penuh kemesraan. Ia mencium pundak Sarah yang sekarang sudah resmi menggunakan identitas baru sebagai istrinya di mata para tetangga."Udah pas banget, Sayang. Rumah ini bakal jadi awal yang baru buat kita, nggak ada lagi bayang-bayang Jakarta," jawab Luki sambil mengeratkan pelukannya.Sarah membalikkan badannya, menatap wajah pria yang kini menjadi tumpuan hidupnya itu dengan mata yang berbinar bahagia. Ia merasa sangat aman berada di kota ini, jauh dari segala kerumitan kasus hukum yang menimpa
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Langkah Akhir
Mobil-mobil hitam tanpa plat nomor itu melaju kencang menembus jalanan setapak yang dikelilingi pohon-pohon besar. Herman duduk di samping Baskoro dengan wajah yang sangat tegang, matanya terus memperhatikan layar pelacak yang dipegang oleh salah satu anggota intel di kursi belakang."Dia nggak akan bisa lari lebih jauh lagi, Man. Tim kita sudah menutup semua akses keluar dari area ini," ucap Baskoro sambil memutar kemudi dengan sigap.Hermawan hanya diam, namun rahangnya mengeras saat melihat sebuah rumah kayu sederhana yang tersembunyi di balik rimbunnya semak belukar. Begitu mobil berhenti, tim intel langsung keluar dengan senjata lengkap dan mengepung seluruh sudut rumah tersebut dengan sangat rapi."Keluar, Maria! Jangan buat keadaan jadi lebih sulit buat kamu sendiri!" teriak pimpinan intel melalui pengeras suara.Pintu rumah itu terbuka perlahan, menampakkan sosok Maria yang tampak berantakan dengan wajah penuh ketakutan. Ia sempat mencoba lari ke arah pintu belakang, namun dua
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Pelarian, Kebahagiaan, Dan Kebebasan
Cahaya matahari pagi di Kalimantan masuk malu-malu lewat celah gorden kamar hotel, menyinari Luki dan Sarah yang masih bergelung di balik selimut. Suasana begitu tenang, sangat kontras dengan ketegangan yang mereka lalui di Jakarta kemarin.​"Luk, kita nggak bisa balik lagi ke sana. Kamu siap kan jadi pasangan Tante buat selamanya?" tanya Sarah sambil mengusap pipi Luki lembut.​Luki menatap mata Sarah dalam-dalam, merasakan ketulusan sekaligus beban besar yang kini mereka bagi bersama. Tanpa keraguan sedikit pun, ia mengangguk mantap lalu mengecup dahi wanita yang kini menjadi pelabuhan terakhirnya itu.​"Aku siap, Tan. Dari awal aku udah milih untuk berdiri di samping Tante, apa pun risikonya," jawab Luki pelan namun penuh keyakinan.​Sarah tersenyum manis, sebuah senyuman yang belum pernah Luki lihat sebelumnya, lalu ia menarik tengkuk Luki untuk mendekat. Bibir mereka bertemu dalam sebuah cumbuan yang lembut, perlahan berubah menjadi luapan gairah yang romantis dan penuh perasaan.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Pelarian Luki dan Sarah
Luki dan Ajeng berdiri agak menjauh dari kerumunan petugas yang masih sibuk di butik. Mereka saling berhadapan, namun ada kecanggungan yang menggantung di antara mereka setelah semua rahasia besar ini terbongkar."Jadi, kamu beneran bakal pergi ya, Jeng?" tanya Luki sambil memasukkan tangan ke saku celananya, berusaha menyembunyikan jarinya yang sedikit gemetar.Ajeng mengangguk pelan, matanya masih sedikit sembab tapi sorotnya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Ia menatap Luki dengan tatapan yang sulit diartikan, antara rasa terima kasih dan perpisahan yang berat."Aku harus, Mas. Aku pengen kenal Papa lebih jauh lagi, dan mungkin ini satu-satunya cara biar aku bisa tenang," jawab Ajeng dengan suara yang lembut.Luki tersenyum getir, lalu mengacak rambut Ajeng pelan seperti yang biasa ia lakukan dulu sebelum suasana menjadi serumit ini. Ia tahu bahwa mulai hari ini, kehidupan mereka tidak akan pernah sama lagi."Jaga diri baik-baik ya di sana. Jangan lupa kabari kalau sudah sam
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Perpisahan Ajeng dan Luki
Baskoro mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, memberikan kode singkat yang tidak disangka oleh siapa pun di ruangan itu. Seketika, beberapa pria berbadan tegap dengan jaket gelap dan senjata terselip di pinggang menyerbu masuk ke dalam butik."Tangkap Gunawan dan Peter sekarang juga!" perintah Baskoro dengan suara menggelegar yang membuat suasana butik seketika mencekam.Gunawan terbelalak dan mencoba mundur, namun para intel itu dengan sigap mengunci gerakannya serta memborgol tangannya ke belakang. Peter sempat ingin melawan, tapi ia langsung dilumpuhkan ke lantai oleh dua petugas lainnya sebelum sempat berkutik."Mas! Apa-apaan ini? Aku ini adik kamu sendiri, Mas!" teriak Gunawan sambil meronta-ronta di bawah cengkeraman petugas.Baskoro melangkah mendekat ke arah Gunawan, menatap adiknya itu dengan tatapan dingin tanpa ada lagi rasa kasih sayang yang tersisa. Ia mengeluarkan sebuah map berisi tumpukan dokumen yang sudah ia siapkan sejak lama."Kamu pikir aku nggak tahu soal pe
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Chapter: Kebenaran Nyata
Luki memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju butik, sementara Tante Sarah hanya diam membisu sambil terus meremas tas tangannya. Begitu sampai, mereka melihat seorang pria paruh baya dengan setelan rapi sedang berdiri membelakangi pintu masuk."Itu orangnya, Tan," bisik Luki sambil membukakan pintu untuk Tante Sarah.Pria itu berbalik perlahan, menatap tajam ke arah mereka berdua. Ajeng yang berdiri di balik meja kasir tampak gemetar, matanya sembab seperti habis menahan tangis karena ketakutan."Baskoro? Bagaimana bisa kamu masih hidup?" tanya Tante Sarah dengan suara bergetar hebat saat mengenali wajah pria itu.Baskoro tidak menjawab pertanyaan itu, ia justru melangkah maju dengan tatapan yang menuntut jawaban pasti. Ia mengabaikan kehadiran Luki dan hanya fokus pada wanita di depannya."Cukup basa-basinya, Sarah. Katakan padaku sekarang, di mana anak saya?" tanya Baskoro dengan nada suara yang berat dan dingin.Ajeng menunduk dalam, ia benar-benar bingung kenapa tamu yang i
Terakhir Diperbarui: 2026-02-09
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status