Chapter: Bab 358"Oh iya, Sis," ucap Andini, pelan. Ia menatap Siska lagi, karena tiba-tiba teringat sesuatu."Iya. Kenapa, An?" tanya Siska, sambil melihat kembali ke arahnya."Lo tau nggak? Bastian akhirnya nikah sama Lidya."Siska terlihat tidak terlalu terkejut. Ia justru tersenyum kecil lalu meraih ponselnya yang terletak di atas meja."Udah tau kok."Andini mengangkat alisnya."Serius?"Siska mengangguk pelan."Iya. Soalnya Bastian sempet kirim undangan ke gue tiga hari lalu."Ia membuka salah satu pesan dan menunjukkan layar ponselnya kepada Andini.Di sana, terlihat undangan digital dengan nama Bastian dan Lidya yang tertera dengan jelas."Lah? Dia masih ngundang lo?" tanya Andini, dengan kening berkerut. Siska terkekeh pelan. "Iya. Mungkin karena sekarang semuanya udah baik-baik aja buat dia."Ia lalu menggeser layar ponselnya. "Kemarin dia juga upload ini, An."Andini memperhatikan foto yang muncul. Bastian berdiri di samping Lidya dengan senyum yang terlihat tulus. Di depan mereka, Soni y
Última actualización: 2026-06-14
Chapter: Bab 357"Jonathan...," gumam Siska, pelan. "Mungkin bukan laki-laki yang aku cintai sejak awal. Tapi seperti yang lo tau, dia rela berkorban cukup banyak buat gue dan Johan waktu itu."Suara Siska terdengar tenang, namun jelas menyimpan banyak hal disana."Saat gue hancur karena kehilangan Johan dan banyak kemungkinan yang bakal menerjang, dia ada. Dan berdiri dibarisan terdepan," ucap Siska, pelan. "Saat gue marah, sulit menerima kenyataan, dia terus dan tetap sabar bertahan untuk berada disisi gue. Terlebih, selama ini dia nggak pernah maksa gue untuk jadi apa yang dia mau, An. Dan setelah Johan kembali pun, dia tetap kasih gue kebebasan buat milih."Andini mengangguk pelan. "Lo bener. Pengorbanannya memang besar banget sih. Padahal, kalian belum pernah saling kenal sebelumnya."Siska menatap langit yang mulai berubah menjadi jingga. "Iya. Makanya sekarang, mungkin gue belum bisa mencintai Jonathan dan menjadi seorang istri yang mencintai suaminya. Tapi, gue mau belajar, An."Andini terse
Última actualización: 2026-06-12
Chapter: Bab 356"Akhirnya..," gumam Siska, pelan. Sesuai keputusan Siska sebelumnya, seluruh rangkaian acara akhirnya tetap berjalan seperti yang telah direncanakan. Selama tiga hari tiga malam berikutnya, hotel milik keluarga Jonathan dipenuhi para tamu yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Mulai dari jamuan makan keluarga, temu bisnis, hingga resepsi yang menjadi puncak perayaan. Di mata orang lain, semuanya terlihat sempurna. Karena Siska menjalankan perannya dengan sangat baik. Ia tersenyum saat menyambut para tamu, mengobrol dengan para kerabat, berfoto bersama keluarga besar dan tertawa ketika semua orang membahas hal-hal ringan. Namun orang-orang yang mengenalnya cukup lama, bisa melihat jelas perbedaannya. Salah satunya adalah Andini, sahabat terbaiknya. Sejak hari kedua mereka sampai di Joguar, dan itu adalah pertama acara, Andini beberapa kali memperhatikan sahabatnya itu dari kejauhan. Senyuman Siska memang tidak berubah,
Última actualización: 2026-06-12
Chapter: Bab 355"Ayo. Kita duduk dulu," ucap Jonathan, sambil menghembuskan nafas pelan.Suaranya tenang, tetapi cukup tegas untuk menghentikan suasana yang sempat memanas.Johan menatap Jonathan beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Sedangkan Siska masih berdiri di tempatnya dengan wajah yang sulit untuk ditebak."Kalian pasti capek berdiri kan," lanjut Jonathan.Kalimat sederhana itu membuat ketegangan diantara mereka sedikit berkurang. Mereka akhirnya duduk kembali.Beberapa saat, tidak ada yang berbicara.Jonathan akhirnya menyandarkan tubuhnya ke bangku lalu menatap Johan secara langsung."Kita sama-sama tahu kenapa pernikahan itu akhirnya berlangsung," ucap Jonathan, tegas. "Keluarga kita, keluarga Hasan, para investor, mitra bisnis, semuanya udah terlibat terlalu jauh. Kamu pasti tau, kalo waktu itu nggak ada banyak pilihan."Johan menundukkan pandangannya perlahan, sedangkan Jonathan melanjutkan pembicaraan."Aku nggak pernah punya niat ngambil apa yang seharusnya jadi milik lo, J
Última actualización: 2026-06-10
Chapter: Bab 354"Sis," panggil Johan, pelan. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah yang sejak tadi tidak pernah benar-benar hilang. Hingga beberapa kali ia mencoba berbicara, tidak ada kata-kata yang ke luar dari mulutnya. Seolah, semua kata tertahan di dalam tenggorokannya.Sedangkan Siska berusaha sabar menunggu. Karena akhirnya, ia berada di hadapan orang yang selama ini ia cari dan ingin mendapatkan jawaban pasti akan kenyataan pahit yang ia terima. Johan mengembuskan nafas perlahan. "Aku nggak pergi karena aku nggak cinta lagi sama kamu, Sis. Justru sebaliknya, aku ngelakuin inti semua karena terlalu cinta dan sayang sama kamu."Air mata kembali memenuhi mata Siska. "Kalo gitu jawab dong. Alasannya apa coba?"Lagi-lagi Johan menundukkan kepalanya perlahan. "Dua hari sebelum aku berangkat ke Omeland, aku melakukan medical check-up."Siska terdiam, mendengarkan. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyela. "Aku pikir itu cuma pemeriksaan rutin biasa yang aku lakukan dua atau tiga bulan sekali, Sis. Ta
Última actualización: 2026-06-09
Chapter: Bab 353"Apa?" tanya Siska, pelan.Sebelumnya, ia sempat tidak bereaksi. Namun, beberapa saat setelahnya, ia menatap Jonathan seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya."Kamu yakin?" tanya Siska, memastikan. Jonathan menghela napas pelan. "Aku yakin seratus persen, kalo Johan emang udah kembali."Kalimat itu membuat dada Siska terasa sesak. Seakan ada sesuatu yang baru saja menghantamnya begitu keras hingga ia kesulitan untuk bernapas.Johan. Nama itu. Nama yang selama berbulan-bulan berusaha ia simpan rapat di sudut hatinya. Nama yang berusaha ia terima sebagai bagian dari masa lalu dan tidak pernah benar-benar berhasil ia lupakan.Siska menatap Jonathan tanpa berkedip."Kamu serius?" tanyanya lagi, kembali memastikan. Jonathan mengangguk pelan. "Iya. Aku baru dapat informasi sore ini."Siska masih terdiam. Sedangkan Jonathan kembali melanjutkan ucapannya. "Dia udah sampe di Jaguar dua jam yang lalu."Jemari Siska perlahan mengepal di atas pangkuannya. "Lalu?"Jonathan menat
Última actualización: 2026-06-08
Chapter: Bab 139 Lamaran dan Pernikahan Dina"Akhirnya, kita harus pulang sekarang, ya?" tanya Laras, yang merasa tidak rela harus meninggalkan desa sekarang. "Iya, mau gimana lagi. Kerjaan di kantor pasti udah padet banget sekarang."Satu minggu pertama setelah pernikahan Laras dan Arya berlalu jauh lebih tenang dibanding beberapa bulan sebelumnya.Bulan madu mereka di desa kecil itu ternyata menjadi pengalaman yang jauh lebih menyenangkan dari yang dibayangkan Arya. Tidak ada jadwal rapat, telpon pekerjaan yang datang setiap satu jam sekali, dan agenda yang datang mendadak.Hanya pagi yang tenang, udara segar, dan warga desa yang sesekali datang berkunjung untuk mengobrol.***Sementara itu, di kota, kehidupan Dina juga berjalan dengan ritme yang berbeda. Awalnya ia mengira setelah pernikahan Laras selesai, semuanya akan kembali normal. Namun ternyata tidak.Karena tanpa ia sadari, hubungannya dengan Fadlan semakin dekat dari hari ke hari. Bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada momen dramatis. Hanya percakapan
Última actualización: 2026-06-23
Chapter: Bab 138 Hari Pernikahan"Semoga hari ini, berjalan lancar," gumam Dina pelan, penuh harap. Sore itu, hotel tempat pernikahan Laras dan Arya dilaksanakan sudah ramai sejak sebelum matahari turun sepenuhnya.Para staf hotel berjalan cepat dari satu ruangan ke ruangan lain. Tim dokumentasi mulai mempersiapkan peralatan mereka. Beberapa keluarga yang datang dari luar kota juga sudah terlihat berada di area lobi sejak pagi.Hari yang selama ini hanya ada di dalam rencana akhirnya benar-benar tiba. Di salah satu ruang persiapan, Laras duduk di depan cermin. Untuk beberapa saat, ia hanya memandangi pantulan dirinya sendiri. Gaun yang dikenakannya sudah hampir sempurna. Riasan wajahnya terlihat lembut dan elegan. Rambutnya ditata sederhana namun anggun.Anehnya, ia tidak merasa terlalu gugup. Mungkin karena semua proses panjang itu sudah mereka lalui sedikit demi sedikit. Atau mungkin juga karena ia sudah sangat yakin dengan keputusan yang diambilnya.Pintu ruangan terbuka perlahan. Dina masuk sambil membawa secang
Última actualización: 2026-06-23
Chapter: Bab 137 Pernikahan Doni"Baiklah, Ibu nggak akan goda kamu lagi..," ucap Laras, dengan suara yang masih ada tawa tersisa Dina hanya menggeleng pelan sambil kembali melanjutkan sarapannya. Laras pun tidak lagi melanjutkan godaannya sesuai dengan janjinya tadi.Meski begitu, sesekali senyum tipis masih terlihat di wajah wanita itu setiap kali matanya bertemu dengan Dina. Dan hal tersebut membuat Dina memilih untuk fokus pada makanannya daripada memberi kesempatan Ibunya untuk bisa menggoda lebih jauh.***Hari pernikahan Doni dan Lila akhirnya tiba beberapa minggu kemudian. Sejak pagi, Dina sudah bersiap di kamarnya.Gaun yang dikenakannya sederhana namun tetap elegan. Tidak terlalu mencolok untuk sebuah acara pernikahan, tetapi cukup membuat penampilannya terlihat rapi dan anggun.Ia sedang memeriksa tas kecil yang akan dibawanya ketika ponselnya bergetar. Fadlan. Dina langsung tersenyum kecil dan mengangkat."Udah berangkat?" tanyanya setelah panggilan telpon tersambung."Udah. Ini, aku lagi di depan rumah
Última actualización: 2026-06-23
Chapter: Bab 136 Telpon Fadlan"Hah..," ucap Dina, pelan. Ia menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan tersebut."Halo.""Halo."Suara Fadlan terdengar santai dari seberang sana."Gimana? Akhirnya selesai juga acaranya?"Dina tersenyum kecil sambil menyandarkan punggungnya ke kepala tempat tidur."Iya. Udah selesai kok," jawab Dina. "Gimana, lancar 'kan?" tanya Fadlan. "Lancar, kok.""Baguslah, kalo begitu."Ada jeda singkat. Setelah itu, Dina bisa mendengar suara pintu mobil ditutup dari seberang sambungan telpon. "Kamu baru pulang?" tanyanya."Iya.""Sekarang masih di luar?" tanya Dina lagi. "Ini baru masuk rumah."Dina mengangguk pelan meski Fadlan tidak bisa melihatnya. "Kerjaan kamu padet banget ya hari ini?""Lumayan. Dari pagi sampe sore banyak rapat di luar.""Oh, gitu.""Makanya aku baru bisa telpon kamu malam."Kalimat itu membuat Dina tersenyum tipis. "Perhatian banget, sih.""Iya 'kan aku harus menunjukkan sikap baik aku ke orang yang sp
Última actualización: 2026-06-22
Chapter: Bab 135 Acara Selesai"Siap?" tanya sang fotografer. "Sebentar, satu orang lagi ketinggalan!" seru seseorang dari belakang kamera."Masih ada lagi?" tanya Arya sambil tertawa."Masih. Ini keluarga besar belum lengkap kayaknya," ucap Laras. "Astaga.""Jangan protes! Kita harus tahan berdiri hari ini."Gelak tawa langsung terdengar di berbagai sudut ruangan.Dina yang tadi sudah berniat turun dari posisi berdirinya langsung menghela nafas panjang."Aku mulai ngerti kenapa fotografer dibayar mahal.""Kenapa?" tanya salah satu sepupunya. "Karena harus sabar menghadapi keluarga besar."Beberapa orang kembali tertawa.Laras yang berdiri di samping Arya hanya menggeleng pelan. "Kamu dari tadi ada aja komentarnya.""Kan biar nggak tegang, Bu," cetus Dina. "Memangnya ada yang tegang?" tanya Laras. Dina melirik ke calon Ayah barunya, Arya. "Ada kayaknya."Arya langsung mengangkat sebelah alis sambil menunjuk dirinya sendiri."Saya?""Iya.""Kayaknya salah orang," ucap Arya. "Hmm..," gumam Laras. Sebelum Arya
Última actualización: 2026-06-22
Chapter: Bab 134 Lamaran"Hati-hati, Bu," ucap Dina, pelan. Laras dan Dina menuruni tangga secara berdampingan. Percakapan yang sejak tadi memenuhi ruang tamu perlahan mereda. Beberapa pasang mata langsung beralih ke arah mereka. Keluarga yang duduk di sisi kanan dan kiri ruangan tersenyum hangat melihat keduanya.Namun di antara semua orang yang hadir, ada satu tatapan yang paling sulit disembunyikan. Arya. Pria itu berdiri di antara keluarganya dengan setelan jas berwarna gelap yang rapi. Sebelumnya ia sedang berbicara dengan salah satu pamannya. Namun begitu melihat Laras muncul di ujung tangga, kalimat yang hendak ia ucapkan seolah menghilang begitu saja."Sempurna," gumamnya, pelan. Tatapannya berhenti pada wanita itu.Laras memang selalu terlihat menarik di matanya. Arya sudah mengetahuinya sejak lama. Tetapi hari ini berbeda. Mungkin karena suasana dan pakaian yang dikenakan Laras saat ini. Atau mungkin karena kesadaran bahwa hari ini mereka benar-benar sedang melangkah menuju kehidupan baru bersam
Última actualización: 2026-06-22
Chapter: Bab 10"Maksud Nenek sangat jelas, Ethan," jawab Evelyn sambil tersenyum. Ia yakin kali ini kemenangan sudah ada di depan mata."Kalau kamu memilih menolak rencana ini, Nenek akan menghormati keputusan kamu. Tapi, bukankah Nenek juga berhak menentukan siapa yang akan melanjutkan perusahaan keluarga dan mengelola semua yang sudah mendiang Kakekmu bangun selama ini?" tanya Evelyn, seraya melihat lurus ke arah Ethan. Ethan mengembuskan napas pelan dan menggelengkan kepala perlahan. Jujur, sulit bagi seorang Ethan untuk mempercayai apa yang baru saja terjadi. Nenek yang selama ini selalu sayang, percaya, dan nyaris tidak pernah memihak siapa pun, kini justru membela Serena. Perempuan yang baru beberapa hari mereka kenal. Tatapan Ethan tidak lepas dari wajah Evelyn. Ia berharap semua itu hanyalah gurauan. Namun, sorot mata sang Nenek begitu tegas. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa wanita itu sedang bercanda. "Nenek benar-benar akan memb
Última actualización: 2026-07-31
Chapter: Bab 9"Iya," jawab Evelyn tanpa sedikit pun keraguan. Senyum tipis masih menghiasi wajah Evelyn. Seolah, ia sudah memperkirakan reaksi Ethan sejak awal. Tatapannya tetap tenang, tapi sorot mata menunjukkan keseriusan yang tidak bisa dianggap main-main. Valerie ikut terpaku. Ia melihat ke arah Evelyn dengan tatapan bingung. Sebagai orang yang baru mengenal keluarga itu, ia bisa merasakan kalau suasana di meja makan telah berubah dalam sekejap. Ethan mengembuskan napas panjang, lalu menyandarkan punggung ke kursi. "Nek! Nenek tau kan, kalo aku nggak ada niat sama sekali buat nikah?!" Evelyn tetap tenang. Ia menggedikkan bahu pelan dan tersenyum kecil. "Nenek nggak tau. Yang Nenek tau, kamu cuma belum siap untuk itu." "Lagian, Nenek juga nggak nyuruh kalian menikah besok, Ethan," lanjut Evelyn. "Maksud Nenek?" tanya Ethan dengan kening berkerut. "Kalian bisa saling mengenal dulu. Pelan-pelan aja. Tapi dengan tujuan yang jelas, yaitu pernikahan dengan waktu yang akan kita sepakati
Última actualización: 2026-07-23
Chapter: Bab 8"Maaf, aku nggak bisa kasih tahu," jawab Valerie, akhirnya. Setelah ia menoleh ke arah Bianca dan menahan pintu yang sudah terbuka.Bianca mengerutkan kening. "Emangnya kenapa?""Kalau aku kasih tahu, kamu pasti bakal datang buat lihat Ethan. Terus kalau sampai ketahuan dan mengganggu aktifitas dia, pasti aku yang akan kena batunya."Bianca langsung tertawa kecil. "Emang, bisa ketahuan ya?"Valerie menggedikkan bahu pelan. "Bisa saja, kan? Masa depan tidak ada yang tahu, Bi."'Seperti sekarang. Bisa-bisanya aku berada dalam tubuh perempuan ini!' batin Valerie. "Ya ampun, Ser... Kamu serius amat sih?! Aku kan cuma pengen liat Ethan dari jauh...," tanya Bianca, seraya memohon kepada Valerie. Dengan cepat, Valerie menggelengkan kepala. "Lain kali saja! Kalau memang ada kesempatan, pasti akan aku kasih tau. Untuk sekarang, aku benar-benar harus pergi."Bianca menghembuskan napas pelan dan mengangkat kedua tangan, seolah menyerah dengan permintaan tadi. "Baiklah! Hati-hati, di jalan!""
Última actualización: 2026-07-22
Chapter: Bab 7"Iya. Kamu harus sampai sana sekitar jam lima pagi untuk mengurus semua keperluan Ethan. Tidak masalah, kan?" tanya Evelyn. Valerie terdiam sejenak lalu berkata pelan, "Tidak. Hanya saja jika Ibu mengizinkan, besok pagi saya ingin mengurus pengunduran diri dari pekerjaan saya di minimarket terlebih dahulu. Setelah itu, saya akan langsung menuju rumah Pak Ethan.""Saya pastikan tidak akan memakan waktu lama," lanjut Valerie. Evelyn tersenyum kecil dan kembali melihat ponsel yang masih ada di tangan. "Baiklah. Kalau begitu, tolong berikan nomor telponmu."Valerie segera menyebutkan nomor ponsel. Sedangkan Evelyn, langsung menyimpan nomor telpon dan mengirim pesan singkat."Itu nomor Nenek. Sekaligus nomor telpon dan alamat lengkap rumah Ethan. Kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan, kamu bisa langsung hubungi Ethan," ucap Evelyn, sambil melihat ke arah Ethan. Sedangkan Ethan, masih tidak perduli. Ia lebih memilih fokus dengan makanan kesukaannya. Karena sejak terbangun tad
Última actualización: 2026-07-22
Chapter: Bab 6"Bekerja dengan Pak Ethan?" tanya Valerie pelan.Tadi, ia sempat membeku selama beberapa saat. Sebelum akhirnya menatap Evelyn, untuk memastikan kalau ia tidak salah dengar."Iya," jawab Evelyn sambil tersenyum. "Bagaimana menurut kamu?"Belum sempat Valerie memberikan jawaban, Ethan sudah lebih dulu angkat bicara sambil mengerutkan kening. "Sebentar, maksud Nenek apa?! Dia mau bekerja sebagai apa?!"Nada suara Ethan terdengar tenang. Namun tetap tegas.Evelyn menoleh ke arah cucunya seolah pertanyaan itu sudah ia duga sejak awal."Sebagai asisten pribadi kamu."Ethan langsung menggeleng kepala perlahan. "Nggak perlu! Aku bisa urus semua sendiri, Nek!"Meski mendengar jawaban itu dari Ethan, Evelyn tetap terlihat tenang."Betul. Tapi, bukan berarti kamu harus mengerjakan semua sendirian terus, Ethan.""Iya. Dan perlu Nenek ingat, aku sudah punya manajer!""Manajer hanya mengurus jadwal pekerjaan, kontrak, dan urusan dengan agensi."Evelyn meletakkan cangkir teh perlahan sebelum akhir
Última actualización: 2026-07-22
Chapter: Bab 5"Apa kalian saling kenal?" tanya Evelyn penasaran.Dahinya sedikit mengernyit dan Evelyn memandang ke arah Valerie dan Ethan secara bergantian. Sedangkan kedua orang itu masih terkejut karena keberadaan satu sama lain.Beberapa detik kemudian, Ethan menghela napas pelan. Lalu, ia kembali berjalan menghampiri meja makan."Iya, Nek," jawab Ethan. Ia menarik kursi yang berada tidak jauh dari Evelyn, lalu duduk dengan santai."Kami sempat bertemu beberapa hari yang lalu," lanjut Ethan. Evelyn tersenyum tipis. "Oh, ya? Di mana?""Di minimarket."Tatapan Ethan beralih ke arah Valerie. "Waktu itu ada sedikit masalah, terus dia bantu aku."Valerie menggeleng pelan. "Saya tidak melakukan sesuatu yang istimewa.""Meski begitu, kamu udah bantu," tutur Ethan.Evelyn memandang Valerie dengan senyum yang semakin hangat."Kalau begitu, berarti bukan cuma Nenek yang pernah ditolong sama kamu."Valerie tampak bingung. Sedangkan Evelyn hanya tertawa kecil melihat ekspresi Valerie."Maksud Nenek?" ta
Última actualización: 2026-07-08