author-banner
Saggyryes
Saggyryes
Author

Novels by Saggyryes

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Andini Larasati, 22 tahun, anak magang di RA Company. Dia menyukai Ayah sahabatnya sejak kecil. Dulu godaannya hanya dianggap angin lalu. Namun, tidak disangka setelah dewasa godaannya ditanggapi positif. Hubungan mereka pun berubah menjadi sesuatu yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Bab 300 - Season 2 - Langkah Baru
Read
Chapter: Bab 358
"Oh iya, Sis," ucap Andini, pelan. Ia menatap Siska lagi, karena tiba-tiba teringat sesuatu."Iya. Kenapa, An?" tanya Siska, sambil melihat kembali ke arahnya."Lo tau nggak? Bastian akhirnya nikah sama Lidya."Siska terlihat tidak terlalu terkejut. Ia justru tersenyum kecil lalu meraih ponselnya yang terletak di atas meja."Udah tau kok."Andini mengangkat alisnya."Serius?"Siska mengangguk pelan."Iya. Soalnya Bastian sempet kirim undangan ke gue tiga hari lalu."Ia membuka salah satu pesan dan menunjukkan layar ponselnya kepada Andini.Di sana, terlihat undangan digital dengan nama Bastian dan Lidya yang tertera dengan jelas."Lah? Dia masih ngundang lo?" tanya Andini, dengan kening berkerut. Siska terkekeh pelan. "Iya. Mungkin karena sekarang semuanya udah baik-baik aja buat dia."Ia lalu menggeser layar ponselnya. "Kemarin dia juga upload ini, An."Andini memperhatikan foto yang muncul. Bastian berdiri di samping Lidya dengan senyum yang terlihat tulus. Di depan mereka, Soni y
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Bab 357
"Jonathan...," gumam Siska, pelan. "Mungkin bukan laki-laki yang aku cintai sejak awal. Tapi seperti yang lo tau, dia rela berkorban cukup banyak buat gue dan Johan waktu itu."Suara Siska terdengar tenang, namun jelas menyimpan banyak hal disana."Saat gue hancur karena kehilangan Johan dan banyak kemungkinan yang bakal menerjang, dia ada. Dan berdiri dibarisan terdepan," ucap Siska, pelan. "Saat gue marah, sulit menerima kenyataan, dia terus dan tetap sabar bertahan untuk berada disisi gue. Terlebih, selama ini dia nggak pernah maksa gue untuk jadi apa yang dia mau, An. Dan setelah Johan kembali pun, dia tetap kasih gue kebebasan buat milih."Andini mengangguk pelan. "Lo bener. Pengorbanannya memang besar banget sih. Padahal, kalian belum pernah saling kenal sebelumnya."Siska menatap langit yang mulai berubah menjadi jingga. "Iya. Makanya sekarang, mungkin gue belum bisa mencintai Jonathan dan menjadi seorang istri yang mencintai suaminya. Tapi, gue mau belajar, An."Andini terse
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Bab 356
"Akhirnya..," gumam Siska, pelan. Sesuai keputusan Siska sebelumnya, seluruh rangkaian acara akhirnya tetap berjalan seperti yang telah direncanakan. Selama tiga hari tiga malam berikutnya, hotel milik keluarga Jonathan dipenuhi para tamu yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Mulai dari jamuan makan keluarga, temu bisnis, hingga resepsi yang menjadi puncak perayaan. Di mata orang lain, semuanya terlihat sempurna. Karena Siska menjalankan perannya dengan sangat baik. Ia tersenyum saat menyambut para tamu, mengobrol dengan para kerabat, berfoto bersama keluarga besar dan tertawa ketika semua orang membahas hal-hal ringan. Namun orang-orang yang mengenalnya cukup lama, bisa melihat jelas perbedaannya. Salah satunya adalah Andini, sahabat terbaiknya. Sejak hari kedua mereka sampai di Joguar, dan itu adalah pertama acara, Andini beberapa kali memperhatikan sahabatnya itu dari kejauhan. Senyuman Siska memang tidak berubah,
Last Updated: 2026-06-12
Chapter: Bab 355
"Ayo. Kita duduk dulu," ucap Jonathan, sambil menghembuskan nafas pelan.Suaranya tenang, tetapi cukup tegas untuk menghentikan suasana yang sempat memanas.Johan menatap Jonathan beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Sedangkan Siska masih berdiri di tempatnya dengan wajah yang sulit untuk ditebak."Kalian pasti capek berdiri kan," lanjut Jonathan.Kalimat sederhana itu membuat ketegangan diantara mereka sedikit berkurang. Mereka akhirnya duduk kembali.Beberapa saat, tidak ada yang berbicara.Jonathan akhirnya menyandarkan tubuhnya ke bangku lalu menatap Johan secara langsung."Kita sama-sama tahu kenapa pernikahan itu akhirnya berlangsung," ucap Jonathan, tegas. "Keluarga kita, keluarga Hasan, para investor, mitra bisnis, semuanya udah terlibat terlalu jauh. Kamu pasti tau, kalo waktu itu nggak ada banyak pilihan."Johan menundukkan pandangannya perlahan, sedangkan Jonathan melanjutkan pembicaraan."Aku nggak pernah punya niat ngambil apa yang seharusnya jadi milik lo, J
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 354
"Sis," panggil Johan, pelan. Tatapannya dipenuhi rasa bersalah yang sejak tadi tidak pernah benar-benar hilang. Hingga beberapa kali ia mencoba berbicara, tidak ada kata-kata yang ke luar dari mulutnya. Seolah, semua kata tertahan di dalam tenggorokannya.Sedangkan Siska berusaha sabar menunggu. Karena akhirnya, ia berada di hadapan orang yang selama ini ia cari dan ingin mendapatkan jawaban pasti akan kenyataan pahit yang ia terima. Johan mengembuskan nafas perlahan. "Aku nggak pergi karena aku nggak cinta lagi sama kamu, Sis. Justru sebaliknya, aku ngelakuin inti semua karena terlalu cinta dan sayang sama kamu."Air mata kembali memenuhi mata Siska. "Kalo gitu jawab dong. Alasannya apa coba?"Lagi-lagi Johan menundukkan kepalanya perlahan. "Dua hari sebelum aku berangkat ke Omeland, aku melakukan medical check-up."Siska terdiam, mendengarkan. Tidak ada niat sedikitpun untuk menyela. "Aku pikir itu cuma pemeriksaan rutin biasa yang aku lakukan dua atau tiga bulan sekali, Sis. Ta
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 353
"Apa?" tanya Siska, pelan.Sebelumnya, ia sempat tidak bereaksi. Namun, beberapa saat setelahnya, ia menatap Jonathan seolah tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya."Kamu yakin?" tanya Siska, memastikan. Jonathan menghela napas pelan. "Aku yakin seratus persen, kalo Johan emang udah kembali."Kalimat itu membuat dada Siska terasa sesak. Seakan ada sesuatu yang baru saja menghantamnya begitu keras hingga ia kesulitan untuk bernapas.Johan. Nama itu. Nama yang selama berbulan-bulan berusaha ia simpan rapat di sudut hatinya. Nama yang berusaha ia terima sebagai bagian dari masa lalu dan tidak pernah benar-benar berhasil ia lupakan.Siska menatap Jonathan tanpa berkedip."Kamu serius?" tanyanya lagi, kembali memastikan. Jonathan mengangguk pelan. "Iya. Aku baru dapat informasi sore ini."Siska masih terdiam. Sedangkan Jonathan kembali melanjutkan ucapannya. "Dia udah sampe di Jaguar dua jam yang lalu."Jemari Siska perlahan mengepal di atas pangkuannya. "Lalu?"Jonathan menat
Last Updated: 2026-06-08
Anakku Teraniaya di Rumah Besar Suaminya yang Kejam

Anakku Teraniaya di Rumah Besar Suaminya yang Kejam

Laras yang sudah lima tahun tinggal di desa untuk hidup tenang pasca meninggalnya suami, kembali ke kota untuk menengok anak semata wayangnya yang sudah lama tidak berkunjung ke desa. Siapa sangka anak semata wayangnya dilakukan semena-mena. Laraspun melakukan pembalasan dendam dan menemukan kembali pasangan hidup yang selama ini menjaganya dari jauh. 
Read
Chapter: Bab 120
"Don," gumam Lila, pelan. Ia terdiam beberapa saat setelah panggilan berakhir. Ponselnya masih berada di tangan kanannya. Tatapannya kosong menatap layar yang sudah gelap.Ia sudah menduga, sejak Doni pergi pagi tadi tanpa banyak bicara, ia tahu cepat atau lambat percakapan ini akan terjadi. Dan kemungkinan besar bukan sesuatu yang baik.Perlahan Lila mengembuskan napas panjang. "Kayaknya, kamu udah tau semuanya ya..."Suaranya terdengar lirih.Meski begitu, ia tidak mencoba menghindar. Ia bangkit dari tempat tidur, merapikan penampilannya seperlunya, lalu mengambil kunci mobil."Kalo aku nggak dateng, semua pasti akan makin runyam."Beberapa menit kemudian, mobilnya mulai melaju meninggalkan rumah menuju hotel tempat acara semalam berlangsung.Saat tiba di restoran hotel, suasana tidak terlalu ramai. Lila langsung menemukan Doni duduk sendirian di salah satu meja dekat jendela. Di depannya, masih ada secangkir kopi yang sudah hampir habis.Doni melihat kedatangannya. Namun tidak ada
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 119 Minta Penjelasan
"Hah...," ucap Doni. Ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya membuka pintu dan turun dari mobil. Rumahnya terlihat sepi. Sepertinya orang tuanya sedang tidak ada di rumah sekarang. Ia bergegas masuk ke dalam rumah. Kepalanya masih terasa berat.Ia langsung berjalan menuju kamar dan masuk ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Doni memaksa dirinya untuk sarapan meski nafsu makannya hampir tidak ada. Ia duduk sendirian di meja makan sambil menikmati secangkir kopi dan roti tawar dengan selai kacang. Kini pikirannya sudah mulai sedikit lebih tenang."Aku harus pastiin semuanya secara langsung," ucap Doni, pelan. Ia berfikir kalau ia tidak bisa terus menerka-nerka seperti ini. Ia butuh bukti pasti tentang apa yang sebenarnya terjadi semalam. Sehingga, setelah menghabiskan kopinya, Doni mengambil kunci mobil dan kembali ke luar rumah.***Sementara itu, setelah kepergian Doni, Lila masih duduk di tempatnya. Tatapannya tertuju pada pintu kamar hotel yang sudah
Last Updated: 2026-06-11
Chapter: Bab 118 Sesal Doni
"Gila!" ucap Doni. Ia memukul setir cukup keras. Suaranya sampai menggema di dalam mobil yang masih terparkir di basement hotel.Ia menyandarkan kepalanya ke kursi. Tiba-tiba saja, potongan-potongan ingatan semalam terus bermunculan satu per satu. Tidak lengkap, tetapi cukup untuk membuat dadanya terasa sesak.Ia yakin ada sesuatu yang tidak beres dengan minuman yang ia konsumsi saat acara kementerian semalam. Karena, setelah bertahun-tahun bekerja, Doni sangat mengenal batas dirinya sendiri untuk minum. Ia bukanlah tipe orang yang mudah kehilangan kendali.Tapi semalam berbeda. Sangat berbeda.Doni mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya menyalakan mesin mobil. "Aku harus cari tau yang sebenarnya dan nggak bisa cuma nyalahin Lila."Mobil perlahan meninggalkan area hotel. Sepanjang perjalanan pulang, tidak ada musik yang menyala dan hanya ada suara mesin dan pikirannya sendiri yang terus bekerja. Seolah mencari informasi dan melakukan reka adegan ulang secara terus menerus. Yang pa
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 117 Malam Indah Lila
"Entahlah," ucap Doni. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Tubuhnya terasa semakin panas. Kepalanya berdenyut hingga membuat rasa nyeri yang tidak tertahankan.Ia tetap mencoba untuk fokus pada ruangan di sekitarnya, tetapi pandangannya masih sedikit kabur."Aku juga nggak tahu, Lil," gumamnya, pelan.Lila duduk di sampingnya. "Ya udah. Kamu istirahat dulu aja."Doni mengangguk lemah. Saat itu, pikirannya terasa kacau. Di tengah kesadarannya yang mulai menurun, justru satu wajah terus muncul di hadapannya. Dina.Entah kenapa beberapa bulan terakhir, perempuan itu terus memenuhi pikirannya. Mulai dari percakapan sederhana, candaan kecil, sampai berbagai momen yang sebelumnya tidak pernah ia anggap penting. Dan menjadi lebih terasa hingga ia meminta Dina mengizinkannya untuk selalu ada di sisinya.Doni memejamkan matanya. Berusaha menghilangkan rasa tidak nyaman yang semakin lama semakin kuat. Sedangkan Lila hanya memperhatikannya dari dekat.Awalnya ia merasa puas. Rencananya berjalan
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 116 Rencana Lila
"Astaga..," ucap Lila. Ia langsung mengerang pelan sambil memejamkan matanya. Ia terbangun dengan kepala yang terasa berat. Sensasi pusing yang familiar kembali muncul setelah semalam minum terlalu banyak.Ia perlahan bangkit dari tempat tidurnya. Namun baru beberapa langkah menuju kamar mandi, rasa mual langsung menyerang dan ia langsung mengeluarkan seluruh isi perutnya.Beberapa menit kemudian, ia berdiri di depan wastafel sambil membilas wajahnya. Perempuan itu mengangkat kepala dan menatap pantulan dirinya di cermin. Lama. Sangat lama. Matanya memperhatikan setiap detail wajahnya.Kulit wajah dan tubuh yang terawat. Rambut panjang berwarna coklat keemasan yang halus dan selalu ia jaga. Serta tubuh dan penampilannya yang selama ini selalu membuatnya menjadi pusat perhatian di mana pun ia berada.Lila menghembuskan napas perlahan. "Sempurna."Jujur saja, ia merasa sakit hati. Bukan karena Doni bersikap kasar. Tapi justru sebaliknya. Doni selalu baik dan sopan padanya. Dan ia seper
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 115 Kamar
"Uhm..," gumam Dina, pelan. Di dalam mobil, suasana sempat hening beberapa menit. Lampu-lampu kota terlihat bergerak mundur di balik jendela. Laras sedang memeriksa beberapa pesan di ponselnya, sedangkan Arya masih fokus mengemudi.Dina yang sejak tadi diam sengaja memulai pembicaraan dan angkat bicara."Pak Arya," panggil Dina. "Iya. Kenapa, Din?" tanya Arya, sambil melirik sekilas ke arah Dina melalui kaca spion."Kayaknya, umur Lila nggak beda jauh sama aku ya, Pak?" tanya Dina. "Kayaknya sih, iya Din."Dina mengangguk pelan.Arya sendiri tampak berpikir sejenak sebelum kembali berbicara. "Lila itu sebenarnya anak yang baik. Cuma kalo soal perasaan dia memang agak sulit untuk membuka hati.""Iya, kelihatannya memang begitu," ucap Dina, seolah meminta informasi lebih. Mendengar ucapan Arya yang tiba-tiba, membuat Laras menoleh ke arahnya. "Maksud kamu gimana?"Arya tersenyum tipis. "Sejauh yang aku tau, dia belum pernah benar-benar dekat dengan laki-laki.""Serius?" tanya Dina,
Last Updated: 2026-06-07
You may also like
Dimanja Suami Pembawa Sial
Dimanja Suami Pembawa Sial
Romansa · Clarissa
338.2K views
Istri Bohongan CEO
Istri Bohongan CEO
Romansa · Butiran_Debu
337.7K views
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Wanita Yang Dicintai Suamiku
Romansa · Rira Faradina
336.6K views
MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS
MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS
Romansa · CacaCici
331.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status