Chapter: 284. TAMATRumah Sakit Ibu dan Anak pusat kota, di sanalah kini Rain berada. Di atas ranjang pasien, Rain terbaring lemas. Di sampingnya, seorang bayi mungil yang baru saja dilahirkannya dua jam yang lalu sedang tertidur pulas. Sedangkan di kursi samping ranjang pasien, Satria duduk menemani. Sejak tadi, pemuda yang kini berstatus sebagai papa muda itu tak ingin jauh-jauh dari istri dan putranya meskipun hanya sebentar saja. "Sayang, boleh gak baby-nya dibangunin? Aku mau denger suaranya nangis!" Rain yang terbaring itu pun menggeleng pelan. Tak mengizinkan sang suami mengganggu bayinya yang sedang terlelap. Namun, Satria yang semula minta izin dan tidak diperbolehkan oleh istrinya itu justru mencolek-colek pipi merah putranya dengan gemas. Alhasil, bayi mungil itu menangis dengan keras. "Oek, oek...." "Astaga, Satria Narendra!" kata Rain dengan suara tertahan. "Haha... akhirnya bangun juga!" Bukannya takut dimarahi, papa muda itu tertawa dengan keras. Ia sangat senang mendengar tangisa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 283. PPPNSetelah semua kebenaran terungkap dan Tuan Seno serta antek-anteknya diamankan, kini keadaan keluarga Mandala semakin membaik.Nyonya Laras yang sebenarnya sudah sembuh sejak dibawa pulang ke kediaman Mandala beberapa bulan lalu, kini dapat beraktivitas layaknya kehidupan orang-orang normal.Wanita paruh baya itu kini tak perlu lagi menyembunyikan diri dan berpura-pura sakit jiwa seperti kemarin-kemarin.Ia bisa tertawa, bercanda, bahkan kembali menjalani kehidupan rumah tangganya bersama Tuan Arya tanpa harus memikirkan berbagai ancaman yang dulu selalu membayangi.Di dalam kamarnya, Tuan Arya yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan tubuh telanjang dibalut handuk singkat, menghampiri sang istri yang duduk di depan meja rias."Sayang...." panggil Tuan Arya sembari memeluk dan mencium lembut tengkuk istrinya yang terekspos.Nyonya Laras yang tengah bercermin pun langsung menghela napas panjang. Ia sudah bisa menebak ke mana arah tingkah suaminya kali ini."Jangan lagi, Mas
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 282. PPPNDi balik jeruji besi, di sanalah kini Tuan Seno berada. Pria paruh baya itu mengamuk minta dibebaskan, bahkan mengancam para polisi yang bertugas."Lepaskan saya, keluarkan saya dari sini!"Mendengar suara keras Tuan Seno, para tahanan lain menutup telinga mereka. Jelas, para tahanan itu terganggu dengan keributan yang diciptakan pria paruh baya itu."Hei, kalian semua tuli, ya? Cepat bebaskan saya, kalau enggak, besok saya akan menghancurkan tempat ini!" seru Tuan Seno sambil memukul-mukul jeruji besi tersebut dengan keras.Pria paruh baya itu mengamuk seperti orang yang tidak waras. Wajah dan matanya memerah, bahkan tak henti-hentinya berteriak."Goblok kalian semua! Cepat keluarkan saya!"Di saat Tuan Seno sedang mengamuk, derap langkah kaki terdengar mengetuk-ngetuk lantai. Dan tak lama kemudian, datanglah Tuan Arya, Ares, dan Satria.Ketiganya menghampiri Tuan Seno yang mengamuk.Mendengar derap langkah kaki mendekat, Tuan Seno menoleh ke arah sumber suara. Saat melihat Tuan Arya
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 281. PPPN"Ssttt... Om, perutku sakit banget."Nabila yang didorong hingga jatuh terhempas, dengan punggung membentur kaki ranjang, itu pun langsung merintih kesakitan. Wajah gadis binal itu seketika meringis. Kedua tangannya memegangi bagian bawah perutnya yang terasa sakit luar biasa.Deru napas Nabila memburu. Tubuhnya bahkan terlihat gemetar menahan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi di bagian bawah perutnya tersebut.Darah segar mengalir dari paha bagian dalam gadis binal itu hingga membuat Tuan Seno yang menoleh seketika melotot lebar."Astaga..."Pria paruh baya itu semakin panik. Wajahnya berubah pucat melihat darah yang mengalir. Namun, saat melihat tatapan tajam istrinya, nyali Tuan Seno seketika menciut.Ia tak berani melakukan apa pun, bahkan untuk sekadar mendekati Nabila yang sedang kesakitan sekalipun."Om, sa-sakit...."Gluk!Tuan Seno meneguk sisa ludah di tenggorokannya dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat. Ia melirik Nabila yang masih meringis kesakitan, lalu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: 280. PPPN"Oh... ternyata kayak gini kelakuan kalian kalau gak ada aku di rumah! Dasar binatang, gak punya otak!"Brak!Bantingan keras pintu yang diiringi suara teriakan Diana membuat Tuan Seno dan Nabila terkesiap. Keduanya sama-sama membeku selama beberapa detik, seolah baru saja tersadar dari apa yang telah mereka lakukan.Panik, Tuan Seno mencabut batangan tegangnya yang bersemayam di dalam lubang apem Nabila, lalu bergerak turun dari atas ranjang.Pria paruh baya itu meraih celananya dan memakainya dengan terburu-buru. Tangannya gemetar karena ketakutan melihat Diana yang kini berdiri di ambang pintu.Begitu pula dengan Nabila yang panik setengah mati. Dengan tubuh telanjangnya, gadis binal itu meraih hotpants-nya yang berada di ujung kasur."Binatang kalian berdua, anjing!" maki Diana dengan suara melengking keras.Ia berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam. Tatapannya berpindah dari Tuan Seno pada Nabila yang terlihat panik dan ketakutan.Melihat kemarahan istrinya, Tuan Seno y
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 279. PPPNSiang itu, Tuan Seno yang berada di perusahaan kembali ke rumah dalam keadaan yang kacau.Wajahnya kusut. Ia pusing memikirkan Togar yang diringkus oleh polisi. Takut anak buahnya itu buka mulut.Tiba di rumah, keadaan begitu sepi. Hanya ada Nabila yang sedang tiduran santai di sofa sambil bermain ponsel."Om, udah pulang?" kata Nabila, menyapa Tuan Seno yang baru saja pulang dari kantor."Hmm... Diana mana?" tanya Tuan Seno sembari mengendurkan dasi yang melilit di lehernya.Ditanya, Nabila yang memakai crop top dan hotpants itu beringsut, lalu duduk dan menaikkan kedua kakinya ke atas sofa."Mama Diana pergi belanja sama teman-temannya. Katanya tadi sore baru pulang," kata Nabila, menjawab pertanyaan Tuan Seno dengan mata menatap wajah kusutnya. "Om kenapa? Kok kayaknya pusing banget?" tanyanya kemudian.Tuan Seno menghela napas panjang. Lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Nabila dan memeluk pinggang ramping gadis itu."Capek, pusing mikirin kerjaan di kantor," jawab Tuan Seno.Cup
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: 124. Penghujung Cerita.Keadaan rumah tahanan menjadi kacau. Ryuga yang nyaris sekarat pasca menegak racun mematikan, dibawa oleh petugas kepolisian menuju klinik terdekat. Keadaan pria itu saat ini benar-benar memprihatinkan. Tubuhnya membiru, wajahnya belepotan darah, serta kedua tangannya meremas erat perutnya sendiri. Saking eratnya remasan pria itu, urat-uratnya sampai menonjol dan terlihat dengan jelas. "Cepat, cepat bawa ke ruangan IGD!" Begitu turun dari mobil, tubuh Ryuga segera diangkat dan dipindahkan ke atas brankar. Lalu, perawat yang menyambutnya langsung mendorong brankar tersebut menuju ruangan IGD. Di atas brankar yang melaju dengan cepat, Ryuga yang masih sadar tetapi sudah tidak dapat melakukan apapun, tampak menitikkan air mata. Tatapan matanya begitu redup, menunjukkan jika saat ia benar-benar berada di ambang kematian. "Di kehidupan selanjutnya, aku gak mau lahir dan berada di tengah-tengah keluarga Prasetya lagi. Aku mau hadir dan besar di dalam keluarga utuh yang hangat dan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-08
Chapter: 123. Maafkan Papa!"Kai, awas!" Srek! Jleb! Sepasang mata Tuan Reynald mendelik lebar, kedua tangannya terkepal erat kala punggungnya dihujam oleh senjata tajam yang ada di tangan Ryuga. Melihat Tuan Reynald menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Kaisar, Ryuga tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... mati kamu, tua bangka sialan!" Pria itu mencabut belati yang menancap di punggung Tuan Reynald, lalu kembali menusuknya sebanyak beberapa kali. Melihat keadaan semakin kacau, petugas kepolisian yang kecolongan segera bertindak. Mereka meringkus dan melumpuhkan Ryuga yang menggila tidak terkendali. Liona dan Bu Elyana spontan memekik dengan keras, syok melihat tindakan Ryuga yang amat kejam dan mengerikan. "Argh... Ryuga, kamu gila!" jerit Liona sembari menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. "Pa, bawa Liona pergi dari sini sekarang. Jangan biarin dia lihat semuanya!" kata Kaisar, meminta Pak Baskoro membawa Liona pergi dari tempat tersebut. Pak Baskoro mengangguk, lalu seger
Terakhir Diperbarui: 2026-06-07
Chapter: 122. Ryuga, Jangan!"Hahaha... kalian semua harus mati, kalian harus mati! Aku bakal ngirim kalian ke neraka satu persatu, termasuk kamu, laki-laki brengsek yang udah membuat hidup ibuku menderita!" Ryuga tertawa dengan keras, sedangkan tangannya bergerak, mendorong kasar tubuh Tuan Reynald. Saking kerasnya membuat tubuh pria separuh baya itu membentur tembok. Melihat sikap kasar Ryuga secara langsung, semakin syok dan kaget Tuan Reynald dibuatnya. Benarkah putranya yang pendiam, terlihat lemah dan penurut selama ini ternyata begitu kejam? "Ryuga, kenapa kamu lakukan semua ini?" tanya Tuan Reynald dengan wajah memerah dan sepasang mata berair. Ryuga yang tertawa-tawa seperti orang gila, menatap tajam Tuan Reynald yang bertanya padanya. Pria itu menghentikan gelak tawanya, lalu mendekati Tuan Reynald dan mencengkeram erat bagian depan kemeja yang dipakainya. "Kenapa? Kamu tanya kenapa?" tanya Ryuga dengan suara tertahan. "Setelah kamu buat ibuku menderita dan mati dalam kesedihan, kamu masih berani
Terakhir Diperbarui: 2026-06-06
Chapter: 121. Terungkap"Kamu benar! Setelah ini kamu memang harus keluar dari kediaman Prasetya, dan aku akan pastikan selamanya kamu akan mendekam di balik jeruji besi!" Suara datar dan dingin milik Kaisar yang terdengar lantang, spontan membuat sepasang mata Tuan Reynald melotot lebar. Begitu pula dengan Ryuga sendiri. "Kai, apa maksudnya semua ini?" kata Tuan Reynald. Bertanya pada Kaisar yang menatap tajam Ryuga. Kaisar tak menjawab pertanyaan Tuan Reynald. Ia justru memberikan perintah pada petugas kepolisian untuk segera meringkus Ryuga sebelum kembali membuat ulah. Petugas kepolisian melangkah maju, lalu menunjukkan surat penangkapan pada Ryuga. "Pak Ryuga, Anda resmi kami tahan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Tuan Jayden!" Suara tegas milik petugas kepolisian, membuat sepasang mata Ryuga semakin melotot lebar. Saking lebarnya seperti mau melompat dari tempatnya berada. "Apa-apaan ini? Saya gak bersalah, gak gak ngerti maksud kalian!" kata Ryuga. Menolak saat hendak diringkus dan di
Terakhir Diperbarui: 2026-06-06
Chapter: 120. Hasil Autopsi!"Jangan pukul lagi, Kai. Aku bener-bener minta maaf...." "Kaisar, apalagi yang mau kamu lakukan?!" Suara keras dan lantang milik Tuan Reynald yang berasal dari ujung lorong rumah sakit itu, membuat Kaisar seketika memejamkan matanya seraya menghela napas kasar. Wajah pria itu semakin memerah. Jelas jika ia sangat kesal saat ini, Ryuga benar-benar membuatnya muak. Sedangkan Ryuga sendiri, menyunggingkan sudut bibirnya. Ia tersenyum puas karena berhasil membuat Kaisar terlihat semakin buruk di hadapan ayahnya. "Hegh, jangan pikir bisa ngalahin aku, Kai. Aku bakalan ngerebut apapun yang kamu miliki, termasuk Liona dan bayinya," kata Ryuga dengan suaranya yang pelan dan terdengar lembut. Mulut pria munafik itu benar-benar beracun. Pintar sekali berakting dan berbohong di hadapan banyak orang, bahkan sangat cocok diberi julukan raja acting dan juga mendapatkan penghargaan piala oscar. Tak suka nama Liona dan calon anaknya disebut, Kaisar yang semakin tersulut emosi itu pun mengangka
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01
Chapter: 119. Jebakan Ryuga!"Segera lakukan autopsi, Dokter. Siapapun yang berani menghalangi, akan menjadi musuhku!"Mendengar perkataan Kaisar, Dokter menganggukkan kepalanya. Seperti yang diperintahkan, pemakaman Tuan Jayden akan ditunda dan akan segera dilakukan autopsi menyeluruh pada jasadnya.Tuan Reynald menghela napas panjang. Pusing menghadapi sifat Kaisar yang begitu keras kepala dan selalu bersikap semaunya sendiri. Sedangkan Ryuga, diam-diam mengepalkan kedua tangannya dengan erat di sisi tubuh. Kepalanya tertunduk, bersikap seolah ia sangat sedih dan terpukul atas kepergian sang kakek."Sial, lagi-lagi dia mengacaukan semuanya. Kayaknya aku harus mempercepat rencana." Kaisar yang berdiri di samping istri dan mertuanya, diam-diam mengamati gelagat Ryuga. Bahkan perhatiannya tak lepas dari anak selingkuhan ayahnya itu. "Kaisar harus mati, aku bakal menyingkirkan dia secepatnya supaya gak ada lagi orang yang bisa menghalangi tujuanku," gumam Ryuga. Di saat dokter dan tim sibuk mengurus jenazah Tua
Terakhir Diperbarui: 2026-06-01