author-banner
Naomi Berlian
Author

Novelas de Naomi Berlian

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Setelah mati dalam misi, Xinxin sang komandan militer bereinkarnasi ke tubuh putri lemah Li Lian Wei yang dibenci seluruh istana. Di dunia baru yang penuh intrik dan penghinaan, ia tidak lagi berniat bertahan—melainkan membalas. Satu per satu, mereka yang pernah menyakitinya akan membayar harga yang setimpal.
Leer
Chapter: 250
Bab 250“Paman.”Pria itu berbalik lalu tersenyum ramah.“Duduklah Xu Kai,” ucap pria itu mempersilakan.“Bagaimana performa murid baru tahun ini paman?” tanya Xu Kai.Pria itu tersenyum sebelum menjawab, “menarik, sangat menarik dari tahun sebelumnya.”“Oh ya? Jadi siapa yang membuat Paman Xinxin sampai terkagum seperti ini.”“Dia seorang gadis yang menyamar sebagai pria.”Deg…Jantung Xu Kai terasa seperti berhenti mendadak. Ia terdiam cukup lama sampai Xinxin menepuk pundaknya.“Ada apa Xu Kai.”“Ah… tidak. Aku hanya merasa aneh saja, aku jadi ingin bertemu dengannya,” ucap Xu Kai berbohong.Adipati Xinxi hanya menganggukkan kepalanya.“Apakah paman ingin menjadikannya murid inti?”“Paman tidak tahu, itu tergantung dengan performanya.”“Aku mengerti, seperti biasa paman selalu selektif dalam hal ini.”“Paman memanggilmu karena ada hal yang dibahas denganmu.”“Apa itu paman?”“Apakah benar Kekaisaran Song ingin berperang?”“Benar paman.”“Lalu siapa pemimpinnya?”“Untuk itu aku juga
Última actualización: 2026-07-27
Chapter: 249
“Dimana para pangeran?”Selir Cui dan Kasim Chen saling tatap.“Pangeran—” ucapan Kasim Chen terpotong.“Mereka sedang pergi ke Kekaisaran Wu, ada keadaan mendesak yang harus dibicarakan dengan Putra Mahkota Wu.”“Keadaan mendesak apa?” panik Kaisar Li, berusaha untuk bangun dari posisinya.“Yang Mulia sangat mencemaskan anak-anak. Yakinlah mereka akan baik-baik saja.”“Terimakasih Selir Cui.”Setelahnya Selir Cui pergi dari sana. Ia tidak kembali ke paviliunnya, melainkan pergi ke Istana Timur. Terlihat ia jalan dengan mengendap-endap, lalu meletakkan surat yang dibawanya di dalam sebuah pot bunga.Setelah selesai dengan aksinya ia kembali ke kediamannya. Tanpa ia sadari ada dua orang yang mengawasi mereka. Salah satunya adalah pelayan kaisar dan satunya lagi prajurit yang sedang bertugas. Pelayan kaisar itu adalah Lu Lixin dan tentu saja prajurit itu Tao Mo. Tao Mo segera memberitahu pengawal bayangan untuk menyampaikan berita tersebut. Di sisi lain Lian Wei masih makan bersama de
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: 248
Mereka meninggalkan area pemakaman tanpa menoleh lagi. Langkah keduanya terasa mantap, seolah kesedihan yang baru saja mereka rasakan telah berubah menjadi tekad. Begitu tiba di kediaman Wang Xuemin, semua orang sudah menunggu di ruang pertemuan.“Panggil semua orang kepercayaanku,” perintah Wang Xuemin. “Tidak boleh ada satupun yang terlambat.”“Baik pangeran,” ucap Tianzhi.Tak lama kemudian, beberapa pria berpakaian sederhana memasuki ruangan. Wajah mereka biasa saja, tetapi sorot mata mereka menunjukkan bahwa mereka bukan orang sembarangan. Mereka adalah jaringan pengintai yang selama ini bergerak di balik bayang-bayang.Wang Xuemin membentangkan sebuah peta besar di atas meja.“Kekaisaran Song sedang mempersiapkan perang. Mulai malam ini, kalian akan bergerak untuk mengawasi pergerakan mereka.”Wang Xuemin menunjuk beberapa titik di sepanjang perbatasan.“Tim pertama menyusup ke jalur perdagangan. Aku ingin mengetahui setiap kereta yang keluar dan masuk wilayah Song. Catat jumla
Última actualización: 2026-07-26
Chapter: 247
“Itu... aku hanya memang tidak suka makan, Kak.”“Ayo pergi.”Sementara itu, di Kekaisaran Wu, Wang Xuemin sedang membaca dokumen. Li Xiuhuan, Li Jianying dan Liu Changhai datang menemui Wang Xuemin karena sebuah surat mendesak yang dikirimkan oleh Wang Xuemin.Belum sempat mereka mengobati luka di hati, sebuah kabar mendesak datang dari garis perbatasan. Kekaisaran Song dikabarkan tengah mengerahkan pasukan dan bersiap melancarkan serangan terhadap tiga kekaisaran besar.Duka belum usai, tetapi perang sudah mengetuk pintu.Ketiganya berdiri lama di depan makam Lian Wei yang berada di pemakaman keluarga kerajaan Kekaisaran Wu. Angin dingin berhembus pelan, seolah ikut meratapi kepergian sang putri.Tianzhi menyuruh mereka untuk segera pergi menemui Wang Xuemin di ruang kerjanya, tetapi mereka masih tidak bergerak.Di sisi lain, Xu Kai memutuskan kembali ke Kekaisaran Xu karena menerima surat dari ayahnya. Dalam perjalanan, ia teringat bahwa hari penerimaan murid baru Akademi Adipati X
Última actualización: 2026-07-25
Chapter: 246
“Kalian apa yang terjadi pada kalian?”“Ini kami tadi masuk ke dalam jebakan lalu berhasil keluar dari sana,” ucap Lien Hua beralasan.Senior tidak curiga akan hal itu, karena banyaknya jebakan di hutan racun tadi membuat mereka mempercayai ucapan kedua rubah ini. “Cih!” decih Xue Yan kesal dengan mereka. “Sudah cepat masuk barisan,” perintah senior. Mereka berdua berjalan ke samping Lian Wei, karena kebetulan barisan di sebelah Lian Wei masih kosong. Lien Hua memperhatikan wajah Lian Wei. Ia sempat terkejut melihatnya. Namun ia menjadi lebih lega setelah melihat tahi lalat di pelipis kiri Lian Wei. ‘Kupikir jalang itu masih hidup,’ batin Lien Hua.‘Ini, dia bukan jalang itu. Dia kan sudah mati terkuras darahnya. Tidak mungkin bisa selamat dari hal itu, semua orang di istana sudah mengetahui kabar meninggalnya putri pertama,’ batin Lien Hua meyakinkan diri.‘Lien Hua, Mayleen tunggu pembalasanku,’ batin Lian Wei dengan tangan yang terkepal kuat menahan untuk tidak menyerang kedua
Última actualización: 2026-07-24
Chapter: 245
“Tapi kenapa akademi memiliki hutan ini?” tanya Xue Yan. Mereka semua terdiam, tidak ada yang menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya Lian Wei yang menjawabnya.“Konon hutan ini adalah jalan satu-satunya menuju Kolam Teratai Emas. Kolam Teratai Emas itu memiliki banyak khasiat, namun jika di konsumsi orang itu akan kehilangan kesadaran dan menjadi tidak terkendali. Sifatnya hanya pemakaian luar saja,” jelas Lian Wei.“Apakah seberbahaya itu, Li Xinhua?” tanya Xue Yan.“Tidak jika seorang ahli bela tinggi yang memiliki tingkat ketinggian yang setara atau hampir menyamai dengan dewa.”“Itu sangat mustahil,” ucap Mingmei.“Aku baru tahu ada hal seperti ini. Tadi kau bilang hutan ini adalah jalan satu-satunya. Berarti untuk masa kini harusnya ada jalan lain untuk sampai pada kolam?” tanya Xie Nian ragu.“Kau benar Xie Nian. Tapi aku tidak tahu jalan lainnya. Hanya Kaisar Li dan Adipati Xinxi yang mengetahui jalan ini.”“Berarti kedua orang yang curang tadi…”“Kau benar Xue Yan, mereka p
Última actualización: 2026-07-24
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status